Cangkok Ginjal Pun Bukan Solusi Segalanya


Rumah Ginjal - Tutwuri.id – Cangkok ginjal merupakan prosedur pembedahan dengan menempatkan ginjal yang sehat dari donor hidup atau jenazah ke orang yang ginjalnya tidak lagi berfungsi dengan baik. Hingga saat ini cara cangkok ginjal ini begitu berkembang pesat baik dalam kualitas dan kuantitas di sekitar perkembangan model program cangkok ginjal. Maka tidak heran jika ini diminati oleh banyak negara mengingat keberhasilan cangkok ginjal demikian mencengangkan untuk terapi pilihan pengobatan pada banyak orang dengan penyakit ginjal tahap akhir.

Keberhasilan ini bisa berupa perbaikan dan peningkatan kualitas dan ketersediaan obat cangkok ginjal (obat baru) yang lebih murah; juga ada bentuk peningkatan kompetensi melalui pelatihan klinis sehingga terjaga kesalamatan pasien; berbentuk kebijakan strategi meminimalkan efek samping dari obat cangkok yang dikenal menekan daya tahan tubuh; bisa berbentuk penguatan kebijakan pengembangan pedoman profesional yang mengatur pelarangan komersialisasi organ ginjal yang dapat meminimalisir ekses negatif dari donasi hidup, bentuk penyederhanaan standar profesional praktik etika hingga lebih praktis dan tidak rigid serta masih banyak lainnya termasuk kerangka kerja pengembangan kemandirian cangkok ginjal seperti memilih jenis organ donor, evaluasi donor hidup, mengevaluasi kematian otak saat akan mengambil ginjal donor, dan pengelolaan berbagai jenis donor yang meninggal.

Semua contoh keberhasilan tersebut adalah bagian dari serentetan keberhasilan pengembangan di seputar cangkok ginjal. Dampaknya tentu membuat pasien cangkok akan semakin mendapatkan layanan lebih baik dalam hal kuantitas maupun kualitas termasuk efiensi anggaran di banding waktu waktu sebelumnya. Namun, patut diingat bahwa sebaik-baik cara pengobatan atau tindakan medik dari semua yang ada, tetap tidak seindah aslinya. Mana ada sih yang mau menjalani cangkok ginjal kalau tidak terpaksa, sekalipun cara cangkok ginjal sudah banyak kemajuan yang sangat baik. Tentu semua orang di setiap waktu kehidupannya senantiasa menginginkan kondisi sehat termasuk sehat ginjalnya. Menginginkan fungsi ginjalnya sebagai penyaring, pembersih racun, pengatur hormon, pengatur tekanan darah, pengatur air dan elektrolit serta mineral agar senantiasa bekerja sebagaimana mestinya. Lalu seperti bagaimana sebaiknya menginterpretasikan keberhasilan transplantasi ginjal di era modern yang tidak seindah aslinya (ginjal)?

Dengan cangkok ginjal, untuk sebagian besar dari penderita gagal ginjal stadium akhir akan mendapatkan harapan tahun-tahun kehidupan dengan kualitas lebih baik. Kalau ini dibandingkan dengan kondisi enam puluh tahun yang lalu, hal ini jelas beda sama sekali. Dulu cangkok ginjal hanya sebagai pilihan pengobatan eksperimental yang sangat berisiko tinggi dan sangat terbatas jumlahnya. Namun di era modern seperti sekarang, cangkok ginjal justru sudah menjadi praktik klinis rutin di lebih dari 80 negara. Apa yang dulunya terbatas pada beberapa individu di sejumlah kecil pusat rumah sakit pendidikan terkemuka di negara dengan ekonomi berpenghasilan tinggi, kini cangkok ginjal justru mengubah kehidupan sebagai prosedur rutin di sebagian besar negara berpenghasilan tinggi dan menengah.

Dari aspek peran obat cangkok, dengan kemajuan obat cangkok hal ini memungkinkan ginjal cangkok bertahan cukup baik dan lama untuk bekerja menggantikan ginjal yang rusak. Mereka akan mendapatkan kemudahan untuk menikmati kehidupan bagaikan kondisi normal karena dengan ginjal donor yang berfungsi baik akan memungkinkan mendapatkan fungsi mesin metabolisme tubuh yang diperankan ginjal donor berjalan baik.

Mereka akan menemukan libido-nya kembali sebagaimana sebelum terkena gagal ginjal. Mereka akan mempunyai Hb (haemoglobin) yang normal karena didukung oleh ginjal donor dalam memproduksi hormon eritropoetin, mereka juga akan mempunyai tulang menuju normal karena didukung juga oleh ginjal donor yang memproduksi hormon vitamin D, bisa jadi tekanan darahnya kembali normal atau hanya membutuhkan obat darah tinggi minimal karena didukung oleh ginjal donor dalam mengontrol tekanan darah melalui pengaturan kembali dari hormon (Angitensin Converting Enzym) secara otomatis. Mereka juga tidak mudah bengkak, juga tidak mudah terkena hiperkalemi (Kalium tinggi) yang begitu fatal dalam menghentikan pompa jantung, tidak mudah sesak nafas karena semua ini didukung kerja ginjal donor. Dan masih banyak lainnya yang tidak disebutkan di sini.

Lebih dari itu, tentu dengan cangkok ginjal, mereka juga tidak perlu datang ke RS atau Klinik untuk cuci darah 3 x perminggu lengkap dengan risiko dari cuci darah baik jangka pendek maupun jangka panjang. Atau mereka mungkin tidak disibukkan lagi dengan penggantian cairan pencuci setiap 6 jam untuk yang menggunakan cuci perut (CAPD) lengkap dengan segala risiko dari pemakaian CAPD. Dengan cangkok ginjal mereka mendapatkan kelebihan-kelebihan dibanding dialisis. Katakan misal ambil pembanding Dialisis/cuci darah. Mereka yang di dialisis, berisiko tinggi terkena serangan jantung terkait efek mekanik sebagai akibat proses darahnya dipompa melalui mesin dialisis saat proses penghilangan produk limbah dan cairan berlebih. Belum lagi, karena harus terhubung ke mesin cuci darah dengan menggunakan jalur yang dibuat secara bedah (yang disebut akses vaskular) sebagai titik penghubung keluar masuknya darah yang dicuci dan saat itu perlu juga jarum yang ditanamkan sementara ke jalan tersebut saat cuci berlangsung, maka mereka berisiko infeksi dan nyeri sesaat mana kala awal jarum ditusukkan. Selama dialisis, karena darahnya keluar dari tubuh harus kembali ke tubuh lagi dengan lancar maka ini dibutuhkan heparin (obat pengencer darah) sehingga mereka akan berisiko perdarahan. Dan selain itu, karena ada proses perubahan kepekatan sebagai konsekuensi pembersihan racun dan pengeluaran air dari tubuh maka mereka sering berisiko kram otot bahkan fatal bisa koma (lewat proses disequilibrium di otak). Serta adanya retensi racun yang berat molekul besar yang tidak mampu dibersihkan maka mereka berisiko tulangnya menjadi rentan yang gampang patah tulang dan pembuluh darah mudah kaku serta lumennya mengecil. Sedang pada yang CAPD akan beresiko infeksi peritonitis, kelebihan cairan dan ribet mengganti cairan pencuci setiap 6 jamnya. Semua ini akan terhindar ketika mereka menggunakan cangkok ginjal.

Itulah yang dimaksud dengan keunggulan cangkok ginjal walaupun masih tetap ada perkecualian untuk kelompok tertentu tidak di sarankan cangkok. Misal penderita dengan usia lanjut, penyakit jantung berat, kanker aktif atau yang baru dirawat, penyakit mental yang tidak terkontrol dengan baik, demensia (pelupa), penyalahgunaan alkohol atau narkoba, serta faktor lain apa pun yang dapat mempengaruhi kemampuan penderita untuk menjalani prosedur dengan aman dan meminum obat cangkok yang diperlukan untuk mencegah penolakan organ. Pada kelompok ini, justru cangkok ginjal mungkin lebih berisiko daripada dialisis.

Namun apapun sisi baiknya cangkok tetap saja itu bukan segalanya. Ada aspek kelemahan bahwa dengan cangkok, mereka terus terancam terpapar efek negatif dari beberapa obat cangkok yang di minum setiap harinya tanpa berhenti. Paparan obat ini menyebabkan mereka mudah terinfeksi dan bisa jadi dalam bentuk lainnya. Kehidupan hariannya sangat berbeda dengan yang populasi normal. Katakan ketika kita umumnya makan sate, makan tahu petis, telor setengah masak atau bahkan telor ayam kampung mentah sekalipun, kita populasi umum sehat umumnya tidak banyak menimbulkan masalah seperti sakit diare atau terinfeksi cacing, virus atau parasit lainnya maka untuk cangkok hal ini sangat rawan menderita bebagai penyakit seperti infeksi parasit amoeba di lever (hati), infeksi diare, muntah muntah hebat dan lain-lainnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini tidak sulit dijelaskan. Pada telor ayam sesungguhnya bisa jadi di dalamnya terinfeksi virus. Pada petis karena di awetkan dan materialnya dari ikan atau udang dengan kandungan protein tinggi maka gampang sekali didatangi kuman dan ketika petis tersebut masuk usus penderita cangkok yang daya tahan tubuhnya menurun, maka akan mudah menjadi masalah. Pada sisi lain, mereka yang cangkok (utamanya) yang baru menjalani cangkok, ketika berada di padat pengunjung (misal pasar, maal, atau berkunjung kerabatnya yang sedang di rawat di RS), maka mereka mudah sekali terkena flu dari berbagai jenis virus yang sering tak gampang sembuhnya. Hal ini sangat dimungkinkan oleh karena udara umumnya banyak mengandung kuman (bisa TBC), virus atau jamur. Maka itu mereka gampang jatuh terkena infeksi TBC paru (bahkan TBC otak, TBC tulang), gampang terkena infeksi jamur pada kulitnya atau pada mulutnya dan bahkan jika kuman/parasit/virus sudah masuk ke dalam darah maka akan sulit di kenal dan sulit di obati. Belum lagi bagi mereka yang sebelumnya punya kebiasaan berganti pasangan, maka tentu mereka beresiko terkena HIV, infeksi jamur di mulut, atau infeksi herpes baik di bibir maupun di alat vitalnya ketika tidak menghentikan kebiasaan demikian.

Mereka yang cangkok juga semakin tinggi faktor risiko kardiovaskular karena obat cangkoknya akan berdampak buruk hingga meningkatkan resiko kematian yang sering terjadi setelah transplantasi. Selain itu mereka yang cangkok akan semakin berisiko terjadinya kanker, lebih lebih pada yang penerima cangkok lebih tua. Belum lagi mereka sering menderita komplikasi seperti disfungsi dan penyakit neurologis, infeksi, kondisi inflamasi, kondisi kanker kulit, dan gangguan hati tertentu dan lebih mengerikan karena semua gangguan tersebut ini akan mempercepat kegagalan cangkok ginjalnya sendiri. Dan belum lagi efek jangka panjang obat steroid seperti kulit mudah lecet, kapiler kulit mudah pecah, sakit maag berat, keropos tulang, katarak, timbunan lemak di perut, moon face (wajah seperti bulan), mudah terkena diabetes dan hipertensi dan ketahanan tubuh menurun.

Kelemahan lainnya, cangkok ginjal sendiri juga masih menyisakan ketidakjelasan yang terus-menerus dari adanya kekambuhan penolakan tubuh terhadap ginjal donor (hingga ginjal donor menjadi kaku dengan sebutan umum berupa sclerosis glomerulus). Hal ini bisa dimengerti mengingat fenomena biologi tubuh, termasuk respon tubuh terhadap ginjal cangkok tidak sesederhana yang ada dalam berbagai pengetahuan yang di laporkan.
Dengan demikian akan semakin jelas bahwa cangkok ginjal pun sebagai satu-satunya pilihan pengobatan jangka panjang untuk gagal ginjal terminal itu sesungguhnya bukan pilihan yang mengenakan. Kiranya akan lebih elok lagi, jika program deteksi dan pencegahan dini lebih dikedepankan, dikuatkan dan digaungkan lebih dalam mencegah gagal ginjal terminal pada semua orang dengan gagal ginjal kronis. Serta patut diingat bahwa ginjal aslilah yang sangat menajubkan! Ya TUHAN, Engkau Maha Segalanya. (*/red)

*Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair, pendiri rumahginjal.id

Source: http://www.tutwuri.id/2019/05/01/cangkok-ginjal-pun-bukan-solusi-segalanya/
Keywords:

rumah ginjal, rumah sakit ginjal terbaik di jakarta, pengobatan osteoarthritis di penang, dokter ginjal terbaik di malaka, dr oh kim soon review, island hospital penang, dokter ginjal terbaik di jakarta, dokter mata di penang, rekomendasi dokter jantung di penang, dokter gastro terbaik di penang, dokter spesialis ginjal di rscm, dokter spesialis ginjal di rs cikini, dokter ginjal terbaik di penang, dr ginjal di pik, resiko cuci darah, rumah sakit ginjal di penang malaysia, dokter ginjal terbaik di indonesia, rumah sakit khusus ginjal, rumah sakit ginjal di medan, sakit ginjal berobat ke penang, rumah sakit ginjal terbaik di indonesia, dokter urologi terbaik di penang, biaya transplantasi ginjal di penang, dokter spesialis ginjal di adventist penang, dokter spesialis ginjal terbaik di medan, pengobatan gagal ginjal di malaka, berobat asam lambung di penang, dokter spesialis ginjal di bekasi, dokter spesialis ginjal di rscm, dokter spesialis ginjal di medan, dokter spesialis ginjal di solo, dokter spesialis ginjal di surabaya, dokter spesialis ginjal terbaik di tangerang, dokter spesialis ginjal di malang, ahli nefrologi di sekitar saya, loker rs habibie bandung, rs khusus ginjal ny. r.a. habibie kota bandung, jawa barat, alamat rs bj habibie bandung, pelatihan hemodialisa rs habibie bandung, rumah sakit yang membutuhkan ginjal, profesor ahli ginjal, alamat rumah sakit habibie bandung, nama dokter spesialis ginjal di medan, dokter spesialis ginjal yang bagus, alamat praktek prof harun rasyid, konsultasi dokter spesialis ginjal, dokter spesialis ginjal di rscm, spesialis penyakit ginjal / hipertensi rs mmc kota jakarta selatan, daerah khusus ibukota jakarta, dokter spesialis ginjal di bekasi, dokter spesialis ginjal di surabaya, cangkok ginjal, transplantasi ginjal di indonesia, transplantasi ginjal pdf, efek transplantasi ginjal, syarat transplantasi ginjal, mengapa transplantasi ginjal tidak selalu berhasil, donor ginjal, transplantasi hati, komite transplantasi nasional, biaya transplantasi ginjal di rs cikini, biaya cangkok ginjal di singapura, komite transplantasi nasional, syarat cangkok ginjal, proses transplantasi ginjal, mengapa transplantasi ginjal tidak selalu berhasil, transplantasi ginjal pdf, syarat transplantasi ginjal, transplantasi adalah, transplantasi hati, gagal ginjal, biaya transplantasi ginjal, resiko donor ginjal, efek transplantasi ginjal, lowongan donor ginjal, harga donor ginjal, dibutuhkan donor ginjal 2018, dibutuhkan donor ginjal 2018, resiko donor ginjal, lowongan donor ginjal, donor ginjal 2019, pencari donor ginjal 2018, calon pembeli ginjal 2018, rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018, dibutuhkan donor ginjal 2019, transplantasi hati bpjs, biaya transplantasi hati bpjs, transplantasi jantung, sirosis hati