Sebanyak 1.350 Mahasiswa UNAIR Siap Laksanakan Sembilan Skema KKN


Jatim Newsroom- Sebanyak 1.350 mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) melaksanakan sembilan skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang nantinya akan diterapkan di Surabaya, Gresik, Lamongan, Jember, Banyuwangi, Tuban, dan Bandung. Di Bandung, program KKN-nya adalah Citarum Harum, bekerja sama dengan Kodam (Komando Daerah Militer) 39.

Wakil Rektor I Unair, Prof Dr Djoko Santoso di Surabaya Selasa (2/7),mengatakan, KKN menjadi salah satu program wajib yang diikuti para mahasiswa menjelang akhir masa perkuliahan. Tepatnya sebagai bagian mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Terkait dengan pelepasan mahasiswa KKN tersebut, berikut sejumlah informasinya.

“Mahasiswa yang mengikuti KKN kali ini dari seluruh dari 14 fakultas. Yakni, Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Keperawatan (FKp), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK), dan Fakultas Vokasi (FV).

Ketua Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) UNAIR Dr Eko Supeno menyampaikan, UNAIR menerapkan sembilan skema KKN. Meliputi, KKN-BBM (Belajar Bersama Masyarakat) Tematik; KKN Back to Village; KKN Ceria; KKN Luar Negeri; KKN Pemilu; KKN IPE (Interprofessional Education); KKN Kebangsaan Ke-6; KKN Citarum; dan KKN PPM Dikti.

Selama ini, ungkap Dr Eko, terdapat sebanyak 3.000 mahasiswa UNAIR setiap semester diterjukan ke wilayah KKN. Berkaca pada jumlah itu, tidak sedikit kontribusi yang telah diberikan mahasiswa kepada masyarakat, cukup signifikan. Di sisi lain, bagi mahasiswa, hal itu turut mendorong proses belajar yang baik bagi mahsiswa di tengah-tengah masyarakatnya.

”Sekarang telah dikembangkan konsep-konsep KKN dengan berbagai macam SKIM (skema, Red), yaitu ada 9 SKIM. Sehingga masing-masing model KNN tersebut diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal sesuai dengan kebutuhan yang ada di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.

”Tapi, yang diberangkatkan untuk yang pagi ini (Selasa 2 Juli 2019, Red) hanya SKIM ke 1. Yaitu, KKN BBM Tematik,” imbuhnya.

Dr Eko menyebutkan, banyaknya skema yang diterapkan UNAIR terkait pengabdian itu bukan tanpa alasan. Selain memberikan banyak wadah bagi mahasiswa, hal itu menandakan mahasiswa UNAIR siap diterjunkan dan memberikan kontribusi pengabdian di manapun di wilayah Indonesia.”Salah satu tujuannya bahwa UNAIR siap berada di mana saja untuk mengabdi di negeri,” katanya.

Misalnya, KKN Back to Village. KKN itu, terang Dr. Eko, berisi kegiatan mengembalikan mahasiswa yang bersangkutan ke desa mereka. Tujuannya, kelak ketika lulus, para mahasiswa tersebut dapat dan mampu dengan siap untuk kembali membangun dan mengabdi di kampung halaman mereka. ”Saya berharap dengan berbagai ragam SKIM KKN dan tersebar di banyak wilayah atau propinsi, hasilnya lebih fokus, maksimal, dan memberi impact yg besar,” ucapnya. (hjr)