Hasil Pencarian

Artikel


Invasi VoC Delta ke Kudus dan Bangkalan

VARIAN covid-19 dari India itu menginvasi dengan menunggangi kesembronoan kita. Akibatnya, pasien positif covid-19 Indonesia tiba-tiba melonjak drastis, berawal dari Kudus. Seperti diberitakan, penyebabnya ialah warga santai saja menjalani tradisi bakdo kupat (Lebaran ketupat), tujuh hari setelah Idul Fitri. Mereka berkerumun, bergerombol, dan saling mengunjungi. Di situlah varian delta covid-19 ikut ‘menari-nari’ di antara warga.  Maka, meledaklah kasus penularan di kota pusat rokok kretek itu. Rumah sakit menjadi penuh pasien, dan angka kematian melonjak. Lonjakan ini diperkuat hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diumumkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Ia mengatakan dari 34 spesimen dari Kudus yang di periksa, 28 di antaranya positif varian delta. 

Promoting Indonesia’s ‘Red and White’ Vaccine

The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries. Research for the production of a domestic vaccine, namely the Red and White vaccine, continues to progress. In a bid to smoothly get international recognition, efforts to develop a Red and White vaccine need to be immediately included in the World Health Organization website. Currently our vaccine candidate is not included in the list of 284 vaccine candidates there. The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries.

Melecut Kibar Vaksin Merah Putih

Tentu mengherankan, enam lembaga dan universitas papan atas kita yang sedang meriset calon vaksin dengan platform yang berbeda tadi sama sekali tak tercatat di laman WHO ini. Mengapa ini bisa terjadi? Riset menuju vaksin nasional, yakni vaksin Merah Putih, terus mengalami kemajuan. Agar nanti mulus dalam pengakuan internasional, upaya membangun vaksin Merah Putih ini perlu segera dimasukkan ke dalam laman WHO. Saat ini calon vaksin kita belum termasuk 284 calon vaksin di sana. Isu kemandirian vaksin mencuat seiring tragedi India. Gelombang kedua Covid-19 yang melanda India tak hanya melumpuhkan sistem kesehatan di sana, tapi juga membuat banyak negara lain ketakutan. Tragedi India ini langsung menebarkan dua ancaman, yaitu mengekspor varian mutan ganas ke banyak negara lewat perjalanan warga negaranya; dan tak kalah penting, membatalkan rencana ekspor vaksin ke negara-negara yang membutuhkannya.

‘Blessed’ Homecoming and Indian Setback

It is an amazing turnaround initial praise won over the progress toward herd immunity turning chaotic in just a short time due to “herd ignorance”. The alarming spike in coronavirus cases in India should serve as a prompt reminder for our country in the face of Lebaran (Idul Fitri). It is also worth pondering whether promoting local tourism is justifiable while we prohibit mudik (Idul Fitri exodus). One large crowd is prevented, but another is encouraged. We need to adopt an attitude of protecting our own safety. Let us look at India, which is now in the spotlight of global concerns. This country of 1.393 billion people is big in many ways and this time it is related to the coronavirus. India began vaccination rollout on January 16, 2021 and as of early March, 18 million people had been vaccinated. At one point, more than a million jabs were given daily, which is a world record. The ambition was that it expected to be able to vaccinate 300 million citizens in just seven months. The ambition and the following vaccination progress drew praise from various parties, including many circles in Indonesia.

Harap Cemas Universitas, Menuju Indonesia Emas

KITA sedang menjalani hitung mundur menuju Indonesia Emas 2045. Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini hampir bersamaan waktunya dengan peringatan 76 tahun kemerdekaan. Harapan besar kita, nanti saat usia seabad kemerdekaan (1945-2045), seluruh rakyatnya bisa mengakses pendidikan dengan baik dan menghasilkan alumni pendidikan yang unggul dan kompeten serta berlevel global di bidang mereka. Peringatan Hardiknas kali ini dalam situasi pandemi tahun kedua yang belum mereda. Justru, ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk merenungkan sejenak, sejauh mana capaian proses pendidikan tinggi di negara kita. Salah satu pertanyaan pentingnya: cukup siapkah kita menyongsong 100 tahun kemerdekaan, sesuai dengan visi menjadi negara industri?