Artikel

Artikel


Mengenal Penyakit Ginjal Kronik Pada Orang Tua

Tutwuri.id – Di antara kehidupan kita ini, umumnya dijalani 3 tahapan siklus kehidupan dimulai fase bayi/anak, dewasa dan tua. Dalam hal fisik tubuh yang berkesempatan hidup hingga usia lanjut, adalah keniscayaan dari fisik tubuhnya untuk senantiasa mengikuti hukum alam. Rambut akan memutih, jalan berpola membungkuk, mudah lupa hingga pikun, ketajaman penglihatan menurun, berisiko gampang jatuh, ompong dan masih banyak lainnya. Itu semua adalah bagian dari proses menua dan tentu tidak bisa ditolak. Gampangannya, semua organ akan berjalan menua dengan kekuatan dari fungsinya yang secara fisiologi juga menua termasuk organ ginjal sekalipun. Kondisi ginjal menua sering berisiko terkena gagal ginjal kronis. Lalu bagaimana penjelasan lengkapnya. Normalnya, dengan menggunakan pengukuran tertentu, umumnya didapatkan fungsi organ ginjal ada pada kisaran 100 cc/menit. Namun seiring dengan berjalannya siklus kehidupan manusia, fungsi ginjal akan menjadi 60 cc/menit saat masuk ke usia lanjut bahkan berjalan menurun lagi sesuai kurve fisiologis. Menurunnya fungsi ginjal ke 60 cc/menit tersebut tetap tergolong proses normal karena ada pada mekanisme proses penuaan.

Menapis Massal, Mencegah Gagal Ginjal

Ketidaktahuan bisa membawa bahaya (dan biaya) berganda. Banyak kalangan di masyarakat tidak mengenal apa itu penyakit gagal ginjal kronis (GGK). Tidak hanya di Indonesia, tetapi di banyak negara maju sekalipun. Kita baru mengetahui GGK setelah ada orang di dekat kita harus cuci darah rutin. Untuk memperpanjang "nyawa", GGK jelas menghabiskan biaya tinggi, kerap menguras harta hasil jerih payah. Ini memang penyakit berbahaya dan mahal. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian itu meningkatkan secara eksponensial risiko kematian pada GGK itu. Penurunan fungsi ginjal bisa berlanjut dengan kelipatan hingga 100 kali lebih tinggi ketika berada tahap gagal ginjal terminal dibandingkan yang tahap awal yang hanya dua hingga empat kali.

Menekan Pertumbuhan Penderita Gagal Ginjal

Rumah Ginjal - SAAT seseorang terkena penyakit gagal ginjal, yang dibayangkan ialah bagaimana menghadapi situasi yang berat ini. Tiap minggu harus cuci darah dengan biaya yang mencekik leher. Jika sudah terkena gagal ginjal kronis, hidup rasanya penuh penderitaan. Jumlah penderita gagal ginjal kronis di Indonesia terus meningkat. Laporan keuangan BPJS 2016 menunjukkan, pada 2013 ada 15.128 pasien baru gagal ginjal, dan meningkat jadi 17.193 pasien pada 2014. Naik lagi menjadi 21.050 pada 2015, dan terus naik menjadi 25.446 pasien pada 2016. Angka pertumbuhan yang fantastis. 

Isu Strategis Kebijakan Kesehatan

Rumah Ginjal - Debat pilpres putaran ketiga akan dilaksanakan Minggu, 17 Maret 2019, diikuti pasangan cawapres Ma’ruf Amin dan Sandiaga Uno. Topik debat yang ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah tentang pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, dan sosial budaya. Sebagai akademisi dan praktisi kesehatan, penulis hendak titip harapan kepada kedua pasangan capres-cawapres tentang isu-isu kesehatan strategis yang layak jadi prioritas.

Memperingati Hari Ginjal Sedunia 14 Maret: Melawan Momok Fatal pada Ginjal

Rumah Ginjal - Masyarakat dunia kembali memperingati Hari Ginjal Sedunia yang tahun ini jatuh pada Kamis, 14 Maret. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini bertujuan untuk membangun kesadaran setiap orang mengenai pentingnya kesehatan ginjal. Peringatan tahun ini mengangkat tema Kidney Health for Everyone. Ini merupakan bagian dari tema besar tujuan pembangunan kesehatan health for everyone, kesehatan untuk semua. Penyakit ginjal kronis mungkin bukanlah penyakit yang paling "tenar".