Artikel

Artikel


Kerjasama Indonesia Amerika, Perluas Kesempatan Kuliah di Amerika

Surabaya (beritajatim.com) — Kerjasama Indonesia Amerika di bidang pendidikan terus dipererat. Terkait hal itu, Konsulat Jendral Amerika membuka pusat EducationUSA yang ke dua di Jawa Timur yakni di American Corner Perpustakan Kampus Universitas Airlangga Surabaya (Unair) B. Pembukaan pusat konsultasi EducationUSA ini diharapkan mampu membantu setiap mahasiswa mendapatkan informasi kuliah di Amerika. Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Mark McGovern mengatakan bahwa pemerintah Amerika membuka seluas-luasnya peluang pendidikan untuk warga negara Indonesia.

Stunting, Mengancam Bonus Demografi

ISU kesehatan paling menarik perhatian publik sepanjang 2019 ialah tentang karut-marutnya BPJS. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dilaksanakan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) ini sebenarnya program unggulan. Cakupannya yang sangat massal menjadikan program ini disebut sebagai lompatan besar kebijakan kesehatan. Akan tetapi, kehadiran BPJS ini membawa dua implikasi yang berbeda. Di satu sisi, program ini sangat membanggakan karena membawa kita melangkah ke arah pemerataan layanan kesehatan yang bisa mencakup seluruh warga negara. Namun, di sisi lain, manajemen BPJS masih belum sanggup mengatasi masalah utamanya. Sampai hari ini BPJS sebagai pelaksana JKN masih defisit atau tekor triliunan rupiah sehingga memerlukan suntikan dana dari pemerintah. Sedemikian sulitnya mengatasi soal ini, pemerintah sampai menaikkan iuran peserta BPJS yang memicu gelombang protes masyarakat. Keruwetan BPJS ini menempati rangking teratas dalam daftar isu kesehatan yang paling menyedot perhatian masyarakat.

Industri 4.0 untuk Pacu Layanan Kesehatan

Presiden Jokowi sudah memilih dr Terawan sebagai menteri kesehatan untuk periode kedua pemerintahannya. Apa arah kebijakan kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menjawab tantangan ke depan? Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mengulas pencapaian sektor kesehatan lima tahun ke belakang. Gebrakan paling monumental periode pertama pemerintahan Jokowi adalah penerapan jaminan kesehatan nasional lewat Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini bisa dibilang kebijakan revolusioner di sektor kesehatan. Meskipun begitu, kebijakan ini masih menanggung masalah berat. Masalah utama yang belum bisa diatasi sampai sekarang adalah pembiayaan BPJS yang tekor sejak awal sampai sekarang. Ratusan rumah sakit mitra belum dibayar oleh BPJS hingga arus kasnya terseok, bahkan ada yang bangkrut.

Mengapa Terkena Gagal Ginjal Kronis

Rumah Ginjal - Secara alamiah organ tubuh kita umumnya terlahir dalam kondisi sehat. Sesuai fitrahnya, Ginjal pun siap juga mengerjakan fungsi utamanya sebagai pengatur tekanan darah, penetral racun melalui sistem penyaring yang menakjubkan fitrahnya, pengatur keseimbangan air dan elektrolit-mineral serta keasaman di tubuh, menjaga kesehatan tulang melalui pembentukan vitamin D aktif, mempertahankan Hemoglobin agar tetap normal. Walaupun demikian fungsi fungsi ini harus tetap dijaga secara berkelanjutan dengan cara sederhana yaitu pola hidup seimbang/sehat. Artinya dalam hal asupan maka makanlah tinggi serat, dengan kalori dan protein serta garam terkendali. Untuk istirahat usahakan tidur nyenyak 6 jam. Sedang olah raga sempatkan 20 hingga 30 menit lamanya setiap hari. Lain hal itu kendalikan diri dari faktor stress. Untuk yang terakhir ini dibutuhkan cerdas spiritual dan mental, serta cerdas sosial. Ketika ini dilanggar maka ginjal pun berpotensi tinggi akan kehilangan kemampuan menjalankan fungsinya. Celakanya hal ini banyak tidak disadari di antara kita semua, bahkan cenderung banyak tidak percaya dan seakan merasa ginjalnya sehat.

Kebocoran Protein Albumin dalam Urin sebagai Petanda Awal Sakit Ginjal

Rumah Ginjal - Kejadian bocor protein albumin dalam urin sering sangat tidak disadari oleh siapapun (kecuali saat general check up). Mengapa demikian? Karena hal ini sering tidak bergejala.  Sebagai informasi  bahwa zat Albumin dalam darah ini merupakan  jenis protein yang sangat  penting di tubuh. Fungsinya adalah untuk  membantu merawat stabilitas otot, memperbaiki jaringan, dan melawan infeksi. Maka dari itu protein albumin ini  secara alamiah memang harus tetap ada dalam darah dan tidak boleh dalam urin agar tidak  berkurang.  Namun jika ini kenyataannya ada dalam urin maka besar kemungkinan bahwa  ginjalnya tidak sehat, tidak bisa    menyaring dengan baik. Padahal ginjal  yang prima tentu akan mampu mempertahankan albumin dan zat zat lain yang masih dibutuhkan tubuh hingga tidak ikut dalam urin.   Di sisi lain, sesuai kodratnya, ginjal  justru harus mampu  menghilangkan atau melepas zat zat yang  tidak dibutuhkan tubuh seperti produk limbah dan air yg berlebih. Nah, ketika ginjal rusak, protein albumin dapat "bocor atau Lolos " keluar dari ginjal lalu ke dalam urin. Dalam istilah Kedokteran hal ini  disebut "albuminuria" atau "proteinuria."