Artikel

Artikel


Pendidikan Ganda demi Bonus Demografi

Rumah Ginjal - Daripada tidak, Indonesia lebih baik sedikit terlambat untuk memulai sistem pendidikan ganda dalam pendidikan tinggi. Sistem ini sukses diterapkan Jerman dan ditiru banyak negara Eropa, termasuk menjadi pendo- rong kemajuan Korea Selatan. Maka, wajar jika Presiden Joko Widodo meminta agar hal tersebut segera serius dilaksanakan. Presiden memang berkali-kali menekankan relasi antara pendidikan dan kebutuhan nyata sesuai perkembangan cepat zaman. Lantas apa pentingnya dan bagaimana sebenarnya cara kerja dari sistem pendidikan ganda? Bagaimana perguruan tinggi bersama perusahaan industri bisa menerapkan pendidikan kejuruan dan pelatihannya tersebut dengan sukses?

Tiji Tibeh vs Kawanan Imunitas Campak

Rumah Ginjal - PERINGATAN Pangeran Sambernyawa (Mangkunegara I) yang dikenal dengan tiji tibeh, mati siji mati kabeh (satu mati, mati semua), agaknya relevan jadi solusi wabah campak (plus gizi buruk) komunitas terpencil di Papua. Bahwa, satu anak menderita campak, semua anak bisa terkena campak. Apalagi ini terkait tiga problem besar, yaitu ketertinggalan, kemiskinan, dan keterbelakangan budaya. Lantas, apa keterkaitannya?

Mengejar Brand World Class University

Rumah Ginjal - MENJELANG fajar tahun baru menyingsing, universitas seantero jagat sangat mungkin disibukkan target dalam pencapaian world class university (WCU). Diestimasi, nama universitas seperti Harvard University, University of Cambridge, University of Oxford, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan Stanford University yang akan tetap masuk jajaran top rangking dunia.

Darurat Kesehatan Generasi Emas

Rumah Ginjal - JIKA wabah difteri belum mereda, memasuki 2018, beban Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan semakin bertambah. Selain sejumlah permasalahan yang tak kalah penting, seperti sustainable development goals (SDG’s) bidang kesehatan, termasuk permasalahan kesehatan remaja.

Pelajaran dari KLB Difteri

Rumah Ginjal - Berita penetapan difteri sebagai status kejadian luar biasa sungguh sangat memprihatinkan. Pemberitaan terakhir, sudah ada kasus kejadian luar biasa (KLB) di 20 provinsi. Kementerian Kesehatan menyebutkan, hingga November 2017 sudah ada 561 kasus difteri, di mana sebanyak 32 orang meninggal.