Artikel

Artikel


Optimisme Menyambut Vaksin

Keberhasilan vaksinasi akan memompakan semangat dan optimisme kita. Sebelum vaksin disuntikkan, perlu dirapikan komunikasi pemerintah. Jelaskan sejujurnya tentang manfaat dan risikonya.   Tamu negara penting pun tak disambut pemberitaan seperti ini. Hampir semua stasiun televisi menyiarkan secara langsung kedatangan pesawat Garuda di Bandara Soekarno-Hatta yang membawa 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produk Sinovac, 6 Desember 2020. Video pesawat menurunkan kotak besar vaksin dari perut pesawat jadi viral di mana-mana. Kedatangan vaksin ini benar-benar diistimewakan pemerintah. Vaksin diharapkan bisa mengatasi lonjakan penularan yang sampai hari ini belum juga menurun, bahkan cenderung naik tajam. Sampai minggu kedua Desember, pertambahan angka positif rata-rata di atas 5.000 kasus per hari, dengan pertambahan kematian sekitar 150 per hari.

Perjuangan Kampus di Era Pandemi

Semangat perjuangan di kampus-kampus sehingga menghasilkan karya inovasi semestinya mendapat tempat strategis untuk meringankan beban rakyat. Kalau perlu jadi momentum perjuangan "kemerdekaan" dari kegemaran impor. Tanggal 10 November adalah tanggal sakral: memperingati kepahlawanan kolektif arek- arek Surabaya, sekaligus hari jadi Universitas Airlangga dan ITS. Tanggal 10 November 1945 kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Sembilan tahun kemudian, pada 1954, Bung Karno menghadiahi warga Surabaya dengan meresmikan Universitas Airlangga atau Unair. Unair merupakan pengembangan dari beberapa pendidikan tinggi, termasuk pendidikan tinggi kedokteran yang sudah ada sejak 1913 dengan nama Nederlandsch Indische Artsen School atau NIAS.

The Fading Voice of Doctors in Pandemic Policy

The widely circulating reports about preparing vaccinations against Covid-19 have given rise to optimism and anxiety at the same time amid the protracted pandemic. The widely circulating reports about preparing vaccinations against Covid-19 have given rise to optimism and anxiety at the same time amid the protracted pandemic. Some people are so optimistic that they are convinced that a vaccine will mean the end of the pandemic. As someone who works every day at a hospital and still has time to read various medical journals and media reports, this writer still finds it hard to understand the present circumstances. Nine months since President Joko Widodo announced the first patients to test positive for Covid-19 in Depok, the number of confirmed Covid-19 cases has kept increasing until today. Worse still, public fear over the pandemic is waning.

Suara Dokter yang Kian Sayup dalam Kebijakan Pandemi

Sekalipun dalam penanganan pandemi Covid-19 ini ada gemerincing uang besar, sebaiknya suara dunia kedokteran, isu kesehatan, lebih diperhatikan lagi. Gencarnya pemberitaan tentang persiapan vaksinasi Covid-19 memompakan rasa optimistis sekaligus gamang dalam pandemi berkepanjangan ini. Saking optimistisnya, sampai ada yang meyakini bahwa vaksinasi akan segera mengakhiri pandemi. Sebagai orang yang setiap hari bekerja dalam lingkungan rumah sakit dan masih sempat membaca berbagai jurnal medis serta media massa, tetap terasa sulit bagi penulis bisa memahami kondisi saat ini. Sembilan bulan sejak pertama kali Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya pasien positif Covid-19 di Depok, jumlah kasus positif Covid-19 hari ini masih menanjak. Sedihnya, rasa takut masyarakat terhadap pandemi ini makin luntur. Mengabaikan protokol kesehatan menjadi pemandangan biasa.

Age Perception, Millennial Generation in the Presidential Election

  Age is an attractive factor in the 2019 presidential election compared to our previous elections. Two pairs of presidential and vice-presidential candidates have an age range that has been widely discussed in political conversation. Joko “Jokowi” Widodo, 57 years old (born on June 21, 1961), pairs up with Ma’ruf Amin, and Prabowo Subianto, 66 years old (born on October 17, 1951), pairs with Sandiaga Uno. Meanwhile, at present it is known that there is a thick layer of the millennial generation that is believed to be able to determine the direction of the presidential election with more than 40 percent of voters. The millennial generation is a bone of contention for the two camps even though in their calculations they use the opposite strategies. Jokowi chooses 75-year-old Ma’ruf (born March 11, 1943) and Prabowo appointed Sandiaga, who has a much younger age, 49 years old (born June 28, 1969).