Hasil Pencarian

Artikel


Menuju ke Endemi dan Keseimbangan Baru

BERLALUNYA amukan varian delta menimbulkan harapan mempercepat ‘gencatan senjata’ dengan virus korona. Meski masih ada kecemasan munculnya varian baru, varian delta saat ini bisa dianggap merupakan puncak keganasan covid-19. Dengan terus konsisten untuk mencegah dan mengobati penyakit ini serta terus membangun herd immunity, diharapkan akan makin jelas arah dari pandemi menuju endemi.  Tarian maut varian delta memang sangat terasa sudah surut. Meskipun PPKM terus diperpanjang, makin sedikit level daerah yang membahayakan. Namun, para ahli epidemiologi mengingatkan meskipun situasi semakin membaik dan vaksinasi massal terus dilakukan, sebaiknya jangan sampai lengah, kebablasan, dan euforia.  Pengalaman serangan dahsyat varian delta yang menghasilkan gelombang kedua menorehkan pelajaran amat perih. Kenekatan warga dan kelemahan penegakan protokol kesehatan oleh pemerintah harus dibayar mahal. Penularan meledak, melonjaknya pasien dan kematian, serta hampir kolapsnya sistem layanan kesehatan. 

Bersiap dari Pandemi Menuju Endemi

Para ahli memproyeksikan bahwa nanti akan berangsur menjadi endemi. Maka sejak dini kita siapkan peta jalannya agar nanti bisa kita hadapi endemi dengan lebih mulus tanpa gejolak. Langkah berikutnya setelah Covid-19 gelombang kedua mereda adalah tetap wajib mengutamakan kesehatan (healthy oriented). Pelajaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) layak menjadi batu pijak peta jalan menuju endemi. Bahwa ternyata “pembatasan kegiatan” yang ketat terukur bisa meredakan amuk korona, dan dengan ini membuka peluang, utamanya membangkitkan ekonomi. Ini tak lepas dari sikap pemerintah yang lebih terbuka menerima saran dan kritik. PPKM jelas merupakan kebijakan yang lebih healthy oriented. Berbeda ketimbang kebijakan salah kaprah economic oriented yang diterapkan di awal pandemi. Saat itu pemerintah tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri, nekat mengundang wisatawan asing, membiayai buzzer, respon tak acuh dan lamban otoritas kesehatan, minimnya tracing dan testing, serta kurang peduli pada beban berat nakes/faskes.

Setting Pandemic Road Map Priorities

Cowd-based economic priority should be avoided as it has the risk of worsening the pandemic — unless we are increasingly insensitive to the COVID-19 incidence and the mortality rate still showing high figures. Controlling the wild COVID-19 pandemic is admittedly not as easy as claimed — the coronavirus is even controlling us. Our entire society, nation and state inevitably have to be further restricted. Households and state budgets also have to be drained in order to survive the invasion of SARS-CoV-2. The aggression of the fiercest Delta variant continues to spread doom. For over a month, since 11 July 2021 the daily death toll has exceeded a 1,000 people a day. Also for a month, our mortality rate has become a world record. Even though — on this year’s 76th National Independence anniversary — new daily case increases declined to 20,741, the death tally remained high, reaching 1,180.

Prioritas dalam Peta Jalan Pandemi

Untuk saat ini, jangan langsung mempanglimakan ekonomi berbasis kerumunan yang berisiko memperparah pandemi. Susun dulu langkah-langkah penguatan penanganan pandemi dengan tetap mengutamakan kesehatan sesuai panduan WHO. Mengendalikan liarnya pandemi Covid-19, harus diakui tidaklah semudah mengucapkannya. Bahkan sebaliknya, virus korona-lah yang masih "mengendalikan" kita. Seluruh gerak kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita mau tak mau terus dibatasi. Anggaran rumah tangga individu hingga anggaran negara juga ditumpahkan, agar kita bisa bertahan dari serbuan virus SARS-Cov2. Agresi brigade varian Delta yang paling ganas saat ini, masih terus menebar maut. Sudah lebih dari sebulan, sejak 11 Juli 2021, angka kematian harian lebih dari seribu orang. Sudah sebulan pula angka kematian kita menjadi juara dunia.

Mengelola Efek Vaksinasi Korona pada Pasien Ginjal Kronis

DEMI menyusun kekebalan kawanan (herd immunity) terhadap korona atau covid-19, kelompok rentan diprioritaskan dalam vaksinasi. Baik rentan karena usia maupun karena kondisi kesehatan mereka. Orang-orang dengan penyakit bawaan diberi rambu-rambu khusus. Intinya, sebagian besar boleh divaksin dengan syarat tertentu, termasuk vaksinasi terhadap pasien penyakit ginjal kronis (PGK).  Banyak pemberitaan, terutama di medsos, tentang berbagai kejadian yang dikaitkan dengan vaksinasi. Kebanyakan sulit ditelaah karena informasinya tidak lengkap dan cenderung bombastis. Maka, sebagai upaya mengantisipasi KIPI (kejadian ikutan pasca-imunisasi), perlu dikaji soal dampak sampingan vaksinasi covid-19, khususnya terkait PGK. Kajian ini perlu dilakukan sembari menunggu penelitian komprehensif soal KIPI dari berbagai jenis vaksin covid-19 pada pasien PGK.