Artikel

Berita


Webinar Proyeksi, Transisi dan Bonus Demografi Pasca Pandemi

Webinar Seri Literasi Pandemi ke-28 MUI JatimTema “Proyeksi, Transisi dan Bonus Demografi Pasca Pandemi” Jum'at, 21 Januari 2022Pukul 19.00 WIB Sambutan DP MUI JatimProf. Akh. Muzakki, M.Ag.,Grad.Dip.SEA.,M.Phil., Ph.D (Sekretaris Umum MUI Jatim) Pengantar DiskusiProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM (Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim) Narasumber: Prof. DR.dr. KRT. Adi Heru Sutomo. M.Sc.,DCN.,DLSHTM.,DLP., Sp.KK & LP (Kepala Departemen Kedokteran Keluarga UGM) Sulfikar Amir, PhD (Associate Professor, School of Social Sciences, Nanyang Technological University) Prof. Dr. H. Jusuf Irianto, Drs., M.Com (Ketua Komisi HLNKI MUI Jatim dan Guru Besar UNAIR) Link Zoom: https://bit.ly/WebinarSeriLitaresiPandemiMUIJATIMMeeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM Form pendaftaran peserta: https://bit.ly/DaftarWSLP28 Free E-Sertifikat   ???? Moderator Dr. H. Soeparto Wijoyo, S.H., M.H

MUI Jatim Singkronisasikan Antara Kesehatan dan Ekonomi di Masa Pandemi

Surabaya. MUI Jatim. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur (Jatim) kembali melaksanakan agenda rutin ‘Webinar Seri Literasi Pandemi’ Jum’at (14/01/2022). Pada seri ke-27 ini yang menjadi tema adalah ‘Masihkan Pandemi Jadi Tantangan Sektor dan Ekonomi 2022?’. Dalam sambutan pengantar, Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Djoko Santoso menuturkan organisasinya telah sepakat melakukan penguatan singkronisasi antara kesehatan dan ekonomi. “Sehingga keduanya harus kita maknai atau mengerti secara mendalam tantangan pandemi yang sudah dua tahun berjalan dengan berbagai varian. Yang terakhir adalah varian Omicron,” katanya. Sudah lebih dari 150 negara yang menerima varian-varian ini dengan kebijakan masing-masing negara. Tergantung dari kemampuan defisa negaranya.

Di Webinar MUI Jatim, Epidemiolog: Virulensi Omicron Rendah

Di webinar yang digelar MUI Jawa Timur, Jumat (07/01/2022) malam, Windhu Purnomo, epidemiolog dari Universitas Airlangga Surabaya, menjelaskan bahwa tingkat penularan Covid-19 varian Omicron lebih cepat ketimbang Delta. Namun, yang melegakan, virulensi atau tingkat penyebab timbulnya penyakit dari Omicron terbilang rendah. “Virulensi itu artinya kemampuannya untuk membuat sakit dengan gejala parah itu lebih rendah, sehingga menghasilkan tingkat rawat inap yang lebih kecil daripada Delta. Itu kabar baiknya,” kata Windhu. Windhu  kemudian menyebutkan beberapa gejala dan  tanda varian Omicron yang secara umum tidak berbeda dengan varian lain dari Covid-19. Pertama, pasien menunjukkan kelelahan yang luar biasa, yang tidak terbatas pada semua kelompok umur. Kedua, tidak ada penurunan besar dalam tingkat saturasi oksigen.

Masihkah Pandemi jadi tantangan sektor Kesehatan dan Ekonomi 2022?

Webinar Seri Literasi Pandemi ke-27 MUI JatimTema “Masihkah Pandemi jadi tantangan sektor Kesehatan dan Ekonomi 2022?” Jum'at, 14 Januari 2022Pukul 19.00 WIB Sambutan DP MUI JatimProf. Akh. Muzakki, M.Ag.,Grad.Dip.SEA.,M.Phil., Ph.D (Sekretaris Umum MUI Jatim) Pengantar DiskusiProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM (Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim) Narasumber Prof. Dr. Mohamad Khusaini, SE., M.Si., MA Prof. dr. Amal C. Sjaaf, S.KM, dr.PH Dr. dr. Iqbal Mochtar, MPH, MKKK, DiplCard, DoccMed, SpOk, FRSPH Link Zoom: https://bit.ly/WebinarSeriLitaresiPandemiMUIJATIMMeeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM Form pendaftaran peserta: https://bit.ly/DaftarWSLP27Free E-Sertifikat  

MUI Jatim Ingatkan Anak Yatim Akibat Covid-19 Perlu Diperhatikan

Malang, NU Online Jatim: Pandemi menyisakan kesedihan mendalam bagi sebagian orang, tidak terkecuali anak-anak. Pasalnya, seiring meningkatnya kasus kematian akibat covid-19, banyak anak-anak mendadak menyandang status yatim sebab kehilangan orang tuanya.  Merespon hal ini, Kepala Badan Kesehatan (Kabakes) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Djoko Santoso mengingatkan pemerintah dan masyarakat memperhatikan hal tersebut. "Harus disadari, anak yatim memiliki hak sandang pangan papan yang sama dengan yang memiliki orang tua," kata Djoko di webinar seri literasi pandemic yang diadakan MUI Jatim pada Jumat (03/09/2021) malam. Guru Besar bidang klinis di Universitas Airlangga tersebut menjelaskan bahwa usia krusial anak-anak yang sangat berpengaruh terhadap kondisi di masa depannya adalah di saat usia tujuh tahun pertama dalam kehidupannya.