Artikel

Berita


Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Jelaskan Lima Elemen Kesehatan

  Djoko Santoso, ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim menjelaskan terkait pentingnya hidup sehat. Hal itu ia sampaikan saat mengisi kajian menjelang buka puasa di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Rabu, (28/04/2022) sore. Menurut Djoko, sehat yang dimaksud adalah dalam lima elemen. Pertama adalah sehat jasmani, pasalnya hidup di dunia memerlukan fisik yang kaut. Sehat Jasmani ini harus dibarangi sehat spiritual dan emosional yang stabil. “Berikutnya adalah sehat sosial, artinya yang kaya memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin. Yang terakhir adalah sehat intelektual , dimana otak kita selalu dipakai untuk update pengetahuan,” ungkapnya. Jadi iqra (membaca) dalam tradisi keilmuan Islam harus diartikan secara utuh. Artinya, selain mengaji melalui Al-Qur’an langsung diperlukan impelemntasi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga seorang muslim akan bisa menyatukan antara ibadah muamalah dan akidah.

Berpuasa Sehat di Tengah Pandemi - Satgas Penanganan Covid-19 di Qatar

Berpuasa Sehat di Tengah PandemiSatgas Penanganan Covid-19 di Qatar Kamis, 31 Maret 2022Pukul 16.00 Waktu Qatar (20.00 WIB)   Sambutan: H.E. Ridwan HassanDuta Besar RI di Qatar Dr. dr. Dante Saksono, Sp.PD., KEM, Ph.D.Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dr. dr. Iqbal Mochtar, M.Ph.H., M.O.H.S, DiplCard, DoccMed, Sp.OKKetua PDITT   Nara Sumber: Perkembangan Pandemi Selama RamadhanProf. Dr. dr. Djoko Santoso, Sp.PD, K-GH, Ph.DProfesor IPD Universitas Airlangga - Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur Tetap Fit Selama Ramadhandr. Ruby Valentine. Sp.KR-PDITT   Gizi Sehat Selama BerpuasaDr. Ir. Asih Setiarini, M.Sc.Wakil Dekan FKM-Universitas Indonesia; PP IAKMI   Update Terkini Kasus Covid-19 di QatarBangun AntariksaTim Satgas Penanganan Covid-19 di Qatar   ModeratorIr. Alvin Alfiansyah ST, MBA, MSc.IPM, Asean Eng   Master of Ceremonydr. Listya Tanjung, MM - PDITT Zoom:Meeting ID: 849 0906 4880Passcode: 31maretLink: https://bit.ly/WebinarSatgas-Mar2022   

Webinar Membaca Kebijakan PPKM Jelang Ramadan dan Lebaran

Webinar Seri Literasi Pandemi Ke-37 MUI JatimTema “Membaca Kebijakan PPKM Jelang Ramadan dan Lebaran” Jum'at, 25 Maret 2022 ???? Pukul 19.00 WIB Sambutan DP MUI JatimProf. Akh. Muzakki, M.Ag.,Grad.Dip.SEA.,M.Phil., Ph.D (Sekretaris Umum MUI Jatim) Pengantar DiskusiProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM (Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim) Narasumber1. Mayor Jenderal dr. Budiman, Sp.BP-RE(K), M.A.R.S (Kapuskes TNI)2. dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Jubir Vaksinasi Covid-19)3. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Jatim) Link Zoom: https://bit.ly/WebinarSeriLitaresiPandemiMUIJATIMMeeting ID: 878 1276 4039 Passcode: MUIJTM Form pendaftaran peserta: https://bit.ly/DaftarWSLP37  

Webinar Dokter: Kidney Health for All: Cystatin C As a Predictor of Decreased Kidney Function

Webinar Dokter: Kidney Health for All: Cystatin C As a Predictor of Decreased Kidney Function Sabtu, 19 Maret 2022Pukul 09.00-12.00 WIB   dr. Chandra Irwanadi, Sp.PD-KGH, FINASIMUpdate Kidney Disease Prevention Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH, Ph.D. FinasimCystatin C as a Predictor of Decreased Kidney Function Nur Ainsyah Oktavia, S.Si, MMAspek Laboratorium Pemeriksaan Ginjal dr. Widodo, Sp.PD-KGH, FINASIMModerator

Fatal, Covid-19 pada Komorbid Ginjal

UNAIR NEWS – Ahli Ginjal FK UNAIR Prof Djoko Santoso dr SpPD KGH PhD FINASIM menuturkan pasien Covid-19 dengan komorbid (penyakit penyerta) penyakit ginjal kronis (PGK) berisiko lebih tinggi terhadap fatalitas. “Sebuah penelitian di Italia melaporkan bahwa kejadian Covid-19 pada pasien PGK 10 kali lebih tinggi dari pada pada populasi umum. Sedangkan angka kematian pada pasien PGK dengan Covid-19 juga hampir 10 kali lipat dibanding populasi pasien PGK tanpa Covid-19,” jelasnya. Senada dengan data tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat bahwa pasien PGK memiliki risiko kematian akibat Covid-19 terbesar, yakni 13,7 kali lipat dibanding dengan orang yang tidak memiliki komorbid.