Artikel

Berita


Hadirkan Pembicara Ahli, BMW Astra Adakan Webinar Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19

PIKIRAN RAKYAT - BMW Astra menunjukkan komitmen mereka untuk ikut menjalani penanganan Covid-19 di Indonesia. Beberapa waktu lalu, mereka membuat sebuah seminar khusus yang mendatangkan seorang pembicara ahli. Seminar ini dilakukan oleh BMW Astra untuk menunjukkan pada masyarakat bagaimana cara Penanganan Dini Bila Terpapar COVID-19. Dari keterangan resminya ke tim Pikiran-Rakyat.com pada Kamis, 8 Juli 2021, acara webinar yang diselenggarakan BMW tersebut mengundang a Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM.

Bareng Prof Djoko Santoso, BMW Astra Gelar Webinar Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19

Online24, Jakarta – BMW Astra menggelar sosialisasi dalam bentuk webinar bersama Prof. Djoko Santoso. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa yang perlu dilakukan jika terpapar COVID-19. Pada webinar tersebut, Prof. Djoko membeberkan untuk menghadapi pandemi ini ada tiga hal penting yang perlu kita lakukan. “Pertama, penerapan protokol kesehatan yang sesuai standar WHO menjadi bagian dari kebiasaan kita, dengan begitu kita juga berkontribusi terhadap negara untuk membantu menyukseskan program. Kedua, mari kita sukseskan program vaksinasi supaya bisa mencapai herd immunity. Kombinasi protokol kesehatan dan vaksinasi sudah cukup untuk mengubah pandemi ini menjadi kehidupan new normal,” ungkap Prof. Djoko

Guru Besar Kedokteran Unair: 5 Tips Jitu Isolasi Mandiri Covid-19

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki gelombang dua. Kenaikan kasus terus bertambah, untuk itu perlu mengetahui cara penanganan apabila terinfeksi Covid-19, khususnya bagi yang melakukan isolasi mandiri di rumah. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair Prof. Djoko Santoso, melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang patut dilakukan saat melakukan penanganan dini. Sebab jika salah dalam penanganan, maka isolasi mandiri justru akan memunculkan Covid-19 bagi klaster keluarga. "Isolasi mandiri di rumah harus dilakukan dengan benar guna memutus mata rantai penularan. Kemudian juga harus dilakukan dengan pengawasan dokter yang berperan dalam penentu kesembuhan," kata Djoko melansir laman Unair, Selasa (13/7/2021).

Kapan Isolasi Mandiri Dinyatakan Selesai? Ini Kata Guru Besar FK Unair

TEMPO.CO, Jakarta - Isolasi mandiri dapat menjadi salah satu solusi di tengah tingginya kasus Covid-19. Dengan isolasi mandiri, penyebaran virus corona dapat ditekan. Namun, ternyata lama waktu isolasi mandiri tidak sama untuk semua orang. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Djoko Santoso, mengatakan lama waktu isolasi mandiri mengacu pada dua hal, yaitu kelompok orang tanpa gejala (OTG) dan orang dengan gejala (ODG). “OTG dapat dikatakan bebas isolasi jika telah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Namun jika ODG, maka 10 hari tersebut ditambah 3 hari bebas gejala,” kata dia seperti dikutip dari Unair News, Selasa 13 Juli 2021.

Catat! Ini 5 Tips Isolasi Mandiri di Rumah dari Pakar UNAIR

Jakarta - Kenaikan kasus COVID-19 bertambah, padatnya rumah sakit membuat seseorang yang positif COVID-19 dengan gejala ringan harus isolasi mandiri di rumah. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair Prof. Djoko Santoso, melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang wajib dilakukan saat melakukan penanganan dini. Karena jika salah dalam penanganan, maka isolasi mandiri justru akan memunculkan COVID-19 bagi klaster keluarga. "Isolasi mandiri di rumah harus dilakukan dengan benar guna memutus mata rantai penularan. Kemudian juga harus dilakukan dengan pengawasan dokter yang berperan dalam penentu kesembuhan," ujar Djoko melansir laman Unair, Selasa (13/7/2021).