Artikel

Blog


Bahaya Asam Urat Merusak Ginjal

Salah satu permasalahan kesehatan yang sering kali dihadapi pada usia 30 tahun ke atas adalah kadar asam urat yang tinggi. Permasalahan ini sering kali baru diketahui ketika kontrol kesehatan di klinik atau fasilitas kesehatan terdekat. Kadar asam urat yang tinggi juga kerap menimbulkan gejala seperti nyeri bengkak pada persendian atau perasaan kaku. Selain keluhan tersebut, ternyata asam urat ini dapat pula menyebabkan kerusakan ginjal. Bagaikan siklus yang tidak bisa diputus, kerusakan ginjal juga menyebabkan pembuangan asam urat ditubuh terganggu dan berakibat terjadi timbunan. Oleh karena itu,  menjadi hal yang penting untuk mengetahui keterkaitan antara kadar asam urat darah dan kesehatan ginjal kita. Asam urat sejatinya merupakan zat sisa buangan yang dikeluarkan oleh tubuh.

A Glance at Insulin in Diabetic Kidney Disease

Patients with chronic Diabetes Mellitus (DM) who have uncontrolled blood sugar and those with blood sugar difficult to control with diabetes pills are certainly familiar with the term insulin injection. Insulin is a normal hormone in human body, which is produced and released by pancreatic cells in sufficient quantities to help the cells in our bodies absorb sugar in the blood. With insulin, our body is able convert sugar into energy with minimal metabolic waste. In a person with DM, due to several reasons, the amount of insulin the body produces is inadequate to carry out its functions, both in quantity and/or quality. Some of the possible causes are damage to pancreatic beta cells (insulin-producing cells) as in type I diabetes and the inability of the body cells to recognize the hormone insulin as in type II diabetes.

Less Sleep, Less Healthy Kidney

Sleep is often underestimated by most people. Some people prefer to reduce hours of sleep, rather than having to skip a good movie, play social media, and other unfinished work. Although it is often taken for granted, it is undeniable that sleep has a very vital function for all organ systems in the body, including the kidneys. Research shows that sleep disorders influence the development of kidney disease. The suspected cause is an inflammatory process and sympathetic nerve activation that damages the glomerular basement membrane and the renal tubular apparatus. Several sleep disorders, such as obstructive sleep apnea, circadian rhythm disorders, hypersomnia, and insomnia have been associated with metabolic disorders which ultimately lead to kidney involvement, either because of decreased kidney function in dealing with increased metabolic waste or because the shorter duration of rest causes susceptibility to decreased quality of life of renal cells themselves.

Sakit Ginjal Karena Meremehkan Batuk pada Anak

Pernahkan si kecil tercinta mengalami batuk dan sakit tenggorokan yang berulang? Jika pernah maka sebagai orang tua Anda harus lebih berhati-hati. Batuk memang sering dialami si kecil tiap harinya dan terkadang orang tua menganggapnya sepele dan hanya mengabaikannya. Sering kali batuk tersebut dikira hanya disebabkan karena terlalu banyak jajan es, minuman dingin  maupun gorengan di sekolah. Namun sepertinya orang tua harus mulai lebih berhati-hati, karena jika abai dalam menangani batuk pada anak, maka suatu saat akan berpotensi sakit ginjal di kemudian hari. Batuk dan nyeri tenggorokan adalah salah satu gejala khas dari infeksi saluran pernafasan akut atau yang dikenal dengan istilah ISPA

Era Baru Deteksi Gagal Ginjal dengan Cystatin-C

Di zaman dimana kita hidup dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dengan sangat cepat, inovasi dan temuan baru di bidang kedokteran terus bermunculan. Penemuan di bidang kesehatan juga merambah khususnya kepada bidang Nephrology atau per-ginjal-an. Seperti kita ketahui gagal ginjal kronis (GGK) telah menjadi beban dunia karena kejadiannya meningkat 89% selama 20 tahun terakhir yang secara otomatis juga meningkatkan angka kematian akibat penyakit tersebut. Permasalahan tersebut menjadi mendesak karena 63% kasus GGK terjadi pada negara dengan pendapatan menengah kebawah termasuk Indonesia (Xie dkk, Kidney Int, 2018). Peningkatan tersebut terjadi karena buruknya deteksi dini dari GGK itu sendiri sehingga pasien yang datang mayoritas telah memasuki stadium akhir, walaupun selain hal tersebut memang faktor risiko GGK seperti diabetes dan hipertensi juga meningkat di masyarakat.