Artikel

Blog


Pasien penyakit ginjal kronis di Era Pandemi Covid-19: Ketahuilah Berikut Ini !

Ketahui risiko Anda Sebagian besar orang tidak tahu apa itu penyakit ginjal kronis. Dan baru sadar ketika penyakit tersebut sudah terlanjur berjalan menuju berat. Awalnya seperti kondisi normal pada umumnya dan hanya sebagian kecil diketahui pada cara kebetulan, misal saat general check up atau melamar pekerjaan yang mempersyaratkan sehat dengan menyertakan hasil laboratorium dan atau USG. Kondisi tersebut mirip dengan hipertensi atau kencing manis di mana ini baru diketahui hipertensi kalau dicek tekanan darahnya dan kalau kencing manis dicek gula darahnya. Konsekuensi sifat demikian akan akan menjadikan orang dengan penyakit ginjal dan kondisi medis kronis ikutan lainnya memiliki risiko lebih tinggi untuk penyakit yang lebih parah. Singkatnya, ketahuilah risikonya!

Mengenal Vaksinasi Covid 19 Pada Penderita Sakit Ginjal Kronis di Era Pandemi

Orang dengan penyakit ginjal akan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius dari Covid-19. Maka itu cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan menghindari terkena virus covid ini. Utamanya cara vaksinasi yang dianjurkan, disamping masih perlu cara cara lain seperti menjaga kebugaran dan kehidupan sesuai kondisi masing masing secara baik, menjaga dan melakukan protokol kesehatan dengan baik --disiplin. Mengapa hal tersebut ditekankan? Untuk diketahui bahwa Virus covid yang tergolong jenis corona virus ini, sampai sekarang virusnya terus berubah (melalui mutasi), dan varian baru dari virus ini diperkirakan akan muncul seiring waktu. Terkadang varian baru muncul dan menghilang. Di lain waktu, varian baru (bahkan ganas) muncul dan bertahan.

Efek Samping Mengkonsumsi Suplemen Vitamin C Berlebihan

Mengkonsumsi suplemen vitamin C dosis dosis berlebihan (seperti 500 mg atau lebih sehari secara teratur) akan menjadi kontraproduktif dapatnya. Ini sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya Mengenal Kembali Peran Baik dan Dampaknya dari Vitamin C, beresiko tinggi terkena batu ginjal (jenis calcium oksalat) pada sebagian orang (bukti ilmiah jelas). Hal yang hampir sama yaitu tentang makan makanan yang tinggi oksalat itu juga dapat memicu pembentukan batu ginjal pada orang yang rentan terkena batu kalsium oksalat. Makanan berikut telah terbukti meningkatkan oksalat dalam urin, dan mereka harus dihindari oleh orang-orang yang rentan ini. Sekadar untuk diketahui makanan-makanan itu adalah bayam, bit, kacang-kacangan (termasuk selai kacang), coklat, teh, dedak, gandum dan stroberi.

Mengenal Kembali Peran Baik dan Dampaknya dari Vitamin C

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Vitamin ini tergolong vitamin larut air yang memiliki berbagai kemanfaatan di tubuh kita. Vitamin ini juga dikenal dengan sebutan asam askorbat yang punya kemampuan untuk menetralkan berbagai radikal bebas di tubuh kita, sehingga masuk dalam golongan vitamin antioksidan.  Dalam kerjanya vitamin ini membantu proses penyerapan zat besi dari makanan. Dan ini bisa dalam proses penyembuhan saat tubuh mengalami luka dan memar. Inilah yang menjadikan vitamin ini sedang digandrungi semua orang di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, mengingat perannya dalam menjaga imunitas tubuh yang dibutuhkan untuk beradaptasi secara baik dengan lingkungan yang utamanya saat pandemi ini. Lihat bagaimana maraknya pemberitaan di media masa tentang konsumsi vitamin C.

Infografik: Tips Isolasi di Rumah oleh Gubes Kedokteran

UNAIR NEWS – Penting bagi kita untuk mengetahui cara yang tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) menganjurkan, isolasi mandiri secara benar dan dengan pengawasan dokter merupakan saat melakukan penanganan dini. Namun jika salah menanganinya, isolasi mandiri justru akan memunculkan klaster keluarga. Ia memberikan beberapa tips dalam melakukan isolasi mandiri, yakni memperhatikan lama atau durasi isolasi, tidak melakukan kontak erat baru, memaksimalkan aktivitas di dalam kamar atau ruang isolasi, cek saturasi oksigen secara berkala, serta menerapkan hidup sehat.