Artikel

Blog


Menjaga Air dan Mineral pada Penyakit Ginjal Kronis

  Artikel ini merupakan lanjutan pembahasan dari tiga topik sebelumnya yaitu Peran Asam Keto dan Asam Amino Esensial pada Penyakit Ginjal Kronis; Mengenal asupan protein Pada Penyakit Ginjal Kronis; dan Pentingnya Mengetahui Peran Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronis. Inti bahasan ini berfokus tentang peran menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh yang perlu diperhatikan pada mereka dengan penyakit ginjal kronis dan keluarga yang merawatnya.  Kerusakan ginjal yang terjadi menyebabkan ketidakmampuan organ tersebut untuk meregulasi air dan elektrolit seperti garam natrium dan kalium. Hal tersebut yang sering kali mengkhawatirkan para praktisi karena timbunan air dan mineral tersebut dalam tubuh dapat mengakibatkan kondisi gawat darurat. Pasien dengan gagal ginjal kronis rawan mengalami kondisi kelebihan cairan atau yang dikenal dengan istilah overload syndrome.

Peran Asam Keto dan Asam Amino Esensial pada Penyakit Ginjal Kronis

Setelah mengetahui bagaimana menjaga asupan protein pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) di artikel sebelumnya, berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai asupan tambahan terkait protein dalam tubuh. Dengan memahami manfaat kandungan nutrisi pada suplementasi protein, maka pasien dan keluarga akan semakin disiplin dalam menjaga konsumsinya sehari-hari. Protein sungguh sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sel suatu tubuh kita, tidak terkecuali pada mereka dengan PGK. Untuk PGK, ada kekhususan perhatian yang tidak boleh dilupakan, mengingat konsumsi  yang berlebihan akan membebani ginjal dan menambah kerusakannya. Maka dari itu, konsumsi protein perharinya pada mereka tersebut, harus tetap dikontrol agar tetap rendah. Protein di tubuh akan menjalani proses metabolisme dan dipecah menjadi asam amino yang diperlukan tubuh untuk berbagai fungsi biologis.

Mengenal asupan protein Pada Penyakit Ginjal Kronis

Setelah paham dan mengerti 2 artikel sebelumnya yakni tentang Mengenal Malnutrisi pada Gagal Ginjal Kronis dan Pentingnya Mengetahui Peran Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronis, berikut ini diketengahkan tentang apa saja yang penting diketahui tentang kandungan nutrisi yang perlu dikontrol pada mereka dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Pada kesempatan ini pembahasan difokuskan pada asupan elemen protein terlebih dahulu. Protein sungguh sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sel suatu tubuh kita, tidak terkecuali pada mereka dengan PGK. Untuk PGK, ada kekhususan perhatian yang tidak boleh dilupakan mengingat akan berakibat pada percepatan progresivitas pada penyakitnya. Maka dari itu, konsumsi protein perharinya pada mereka tersebut, harus tetap dikontrol agar tetap rendah.

Pentingnya Mengetahui Peran Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronis

Artikel ini merupakan lanjutan pembahasan dari topik sebelumnya yaitu mengenal malnutrisi pada ginjal kronis. Inti bahasan ini berfokus tentang peran nutrisi yang paling penting untuk diperhatikan pada mereka dengan penyakit ginjal kronis dan keluarga yang merawatnya.  Asupan nutrisi yang penting untuk mereka konsumsi dimaksudkan dengan tujuan agar fungsi ginjalnya tetap bertahan tanpa mengesampingkan pentingnya peran obat yang diminumnya dan peran pola hidup sehat yang sudah dimodifikasi. Berbagai referensi melaporkan bahwa ada keterkaitan erat antara hubungan diet dan progresifitas Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Artinya ketika diet pada mereka dengan PGK tidak dikelola dengan baik maka fungsi ginjal akan menurun dengan cepat meskipun sudah dilakukan berbagai upaya seperti pemberian obat-obat, penerapan pola hidup yang sudah dimodifikasi. Jadi semua hal tersebut harus berjalan secara komprehensif. 

Mengenal Malnutrisi pada Gagal Ginjal Kronis

Pasien dengan penyakit ginjal kronis itu sering mengalami malnutrisi (sekitar 20-50% dari berbagai derajat penyakit ginjal kronis), suatu kondisi yang mengarah pada pengertian kurang gizi yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi, buruknya penyerapan oleh usus (absorbsi) atau kehilangan besar nutrisi/gizi. Jadi disini tidak mengikutkan malnutrisi  yang mengarah pada kelebihan gizi (overnutrition). Kondisi demikian tidak sekadar hanya terkait gangguan asupan makanan saja, namun lebih dari itu. Penyebabnya begitu kompleks, namun yang jelas diawali dari adanya gangguan fungsi ginjal atau penyebab penyakit dasar dari rusaknya ginjal seperti aktifnya penyakit kencing manis, penyakit kronis lainya termasuk penyakit auto-imun bahkan kombinasi dari keduanya. Dari sinilah tubuh akan mengalami ganggguan yang bersifat sistemik yang artinya efek ini terjadi di seluruh tubuh.