Artikel

Blog


Diet Rendah Protein Berpengaruh pada Kesehatan Ginjal yang Digambarkan pada Model Jaringan Ginjal Mencit

Makanan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan pertumbuhan. Malnutrisi adalah gangguan nutrisi yang disebabkan oleh kekurangan protein atau kalori, yang sering disertai dengan kekurangan nutrisi lain. Definisi WHO untuk kekurangan gizi adalah ketidakseimbangan antara pasokan nutrisi dan energi dan kebutuhan tubuh untuk mendukung pertumbuhan, maintenace, dan fungsi spesifik. Kekurangan asupan makanan akan menyebabkan gizi buruk yang berbahaya, terutama pada anak-anak.   Resiko gangguan pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan pentingnya nutrisi dan penting untuk anak-anak. Malnutrisi pada anak-anak bahkan dapat dimulai di dalam rahim. Karena itu, menu diet seorang ibu haruslah dikelola dengan mengonsumsi keseimbangan makanan yang bergizi selama masa kehamilan. Jika terjadi malnutrisi, kelahiran berat badan akan rendah atau abnormal. Dalam kasus kekurangan gizi pada masa bayi, anak akan memiliki kecenderungan untuk mengalami berbagai penyakit kronis pada usia dewasa, seperti penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Persyaratan Pendonor Ginjal: Pahami Resikonya pada Syarat ke-3

Rumah Ginjal - Kendala transplantasi ginjal di Indonesia masih tinggi. Permasalahannya tidak hanya dari segi biaya, namun juga dari ketersediaan donor, dimana termasuk di dalamnya adalah dari donor hidup. Jika pendonor tidak ada hubungan kekerabatan dengan si Penderita, maka biasanya faktor ekonomi akan menjadi alasan utama mengapa ia ingin menjadi donor hidup.   Penemuan Donor Menurut Prof. Djoko Santoso, yang tertulis pada buku "Siapkan Diri Anda untuk Cangkok Ginjal", proses menemukan donor dalam transplantasi ginjal, memerlukan beberapa persyaratan sebagai berikut:   1. Pendonor berasal dari kerabat dekat Donor hodup yang berhubungan darah (transplantasi living related donor) atau disebut juga syngenesioplastic transplantation, dimana antara donor dan resipien mempunyai hubungan biologis yang erat, misalnya saudara kandung, orang tua/anak, bibi, paman, dan sepupu. Untuk mengukur kecocokan organ resipien dan pendonor, tim medis menggunakan sejumlah kriteria tertentu untuk menganalisis jaringan ginjal resipien. Semakin banyak kriteria yang terpenuhi (cocok), maka semakin baik kemungkinan berhasilnya ginjal donor bekerja dalam tubuh pasien.

Manfaat Puasa Non-Ramadhan bagi Tubuh

Rumah Ginjal - PUASA Ramadan telah selesai. Ibadah yang sudah sudah berlangsung sejak 14 abad lalu ini terbukti menyehatkan. Penelitian menunjukkan, berpuasa menghasilkan keseimbangan nitrogen positif dan berefek menyegarkan.  Pada puasa Ramadan, tubuh mengalami defisit kalori sekitar 465 kcals atau sekitar 25 persen dari asupan sehari. Hikmah puasa Ramadan adalah dengan mengatur perilaku makan, banyak komplikasi yang dapat dicegah sehingga terhindar dari penyakit. Prinsip ini pula yang bisa dijadikan dasar untuk puasa non-Ramadan. Dalam Islam dikenal puasa Senin-Kamis (diadaptasi pula ke tradisi Jawa), puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak), puasa syawal, dan puasa sunah lain. Selain itu, jarang disadari, sebenarnya hampir semua orang berpuasa tiap hari, yaitu saat tidur malam hingga pagi hari. Karena itulah, sarapan disebut breakfast (mengakhiri puasa).

Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid 19

Rumah Ginjal - Sudah bulan ke-4 pandemi belum kunjung usai juga, sementara belum ada berita munculnya obat spesifik dan vaksinnya. Ini dialami oleh hampir semua negara di dunia dengan berbagai level pertumbuhan kasus baru. Untuk indonesia, menurut Sumber Newyork Times masih dimasukan dalam kategori negara dengan jumlah kasus tertinggi, dengan background kurangnya pengujian yang meluas. Artinya, bahwa sangat mungkin kasus-kasus nya masih banyak yang tidak tercatat (data yang resmi masih belum memasukan kasus yang sebenarnya positif covid, namun tidak sempat dilakukan uji pemeriksaan covid). Namun, Indonesia tidak sendirian, masih banyak yang lainnya di antaranya Amerika, Inggris, Kanada, Rumania, dan Iran. Maka untuk itu, mari kita terus saling menyemangati dalam menghadapi pandemi ini agar bisa kita terhindar dari ancaman virus covid ini. Jangan menyerah karena ini perjuangan hidup bersama melawan musuh virus covid yang tidak terlihat. Dan tetap jangan panik karena hidup harus senantiasa berjalan sesuai kaidah-kaidah alam. Atas berkat rahmat Allah dan didorong keinginan luhur melalui kebersamaan berjuang bahu-membahu maka kita yakin akan menang, Amien 3x. 

Flu yang Bukan Covid-19 pun, Bisa Fatal bagi Penderita dengan Cuci Darah Regular

 Rumah Ginjal - Bagi orang sehat, datangnya musim flu tidaklah menjadi hal utama dibandingkan dengan kelompok rentan. Namun bukan berarti hal itu tidak berisiko fatal. Coba jika kondisi tubuh mengalami kelelahan hebat, kan bisa berakibat fatal.  Maka dari itu memperhatikan disiplin pola hidup sehat secara umum tetap berlaku pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, apalagi kondisi pandemik saat ini. Namun dalam kesempatan ini, bahasan berikut ini ditekankan pada kelompok rentan dengan penyakit gagal ginjal yang menjalani dialisis regular.  Studi baru yang disitir oleh Ankur Banerjee 22 februari 2019 di harian Reuters, dikatakan bahwa angka kematian meningkat untuk pasien yang menjalani dialisis ketika musim influenza menyebar di masyarakat. Di AS, peningkatan angka tersebut tidak tanggung-tanggung dalam satu tahun rata-rata, infeksi saluran nafas akut yang parah ditaksir berkontribusi lebih dari seribu kematian di antara orang-orang dengan gagal ginjal stadium akhir. Dave Gilbertson dari Minneapolis Medical Research Foundation di Minnesota menaksir bahwa hal tersebut sangat terkait erat dengan musim sebangsa flu. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S.