Info Terbaru

tertimbunnya-perhatian-penyakit-ginjal-kronis-selama-pandemi-prof-djoko-santoso.png
Terbaru

|

Lewatnya Perhatian Penyakit Ginjal Kronis selama Pandemi

Hingga kini kita semua masih terus melalui hari-hari penuh keprihatinan dari pandemi covid. Sudah masuk bulan ke 19 pandemi berjalan, namun masih saja belum jelas kapan pandemi berakhir meski para ahli telah meramal situasi sedang menuju endemi. Kita pun menyadari dengan rasa prihatin bahwa begitu banyaknya saudara kita yang sudah mendahului kita, di sisi lain ada juga yang pernah terkena covid tapi tidak bergejala.  Apapun dampak pandemi ini, itu harus diakui kalau pandemi ini telah mendominasi corak kehidupan manusia hingga bisa membenamkan berbagai permasalahan besar lainnya, seakan hilang dari perhatian utama. Salah satu contohnya, pandemi telah menjadikan penyakit ginjal kronis lepas dari perhatian utama. Untuk itu perlu kita sadari bersama bahwa penyakit ginjal kronis ini pun juga sebagai problem utama.

bersiap-dari-pandemi-menuju-endemi-prof-djoko-santoso-ahli-ginjal-di-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

|

Bersiap dari Pandemi Menuju Endemi

Para ahli memproyeksikan bahwa nanti akan berangsur menjadi endemi. Maka sejak dini kita siapkan peta jalannya agar nanti bisa kita hadapi endemi dengan lebih mulus tanpa gejolak. Langkah berikutnya setelah Covid-19 gelombang kedua mereda adalah tetap wajib mengutamakan kesehatan (healthy oriented). Pelajaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) layak menjadi batu pijak peta jalan menuju endemi. Bahwa ternyata “pembatasan kegiatan” yang ketat terukur bisa meredakan amuk korona, dan dengan ini membuka peluang, utamanya membangkitkan ekonomi. Ini tak lepas dari sikap pemerintah yang lebih terbuka menerima saran dan kritik. PPKM jelas merupakan kebijakan yang lebih healthy oriented. Berbeda ketimbang kebijakan salah kaprah economic oriented yang diterapkan di awal pandemi. Saat itu pemerintah tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri, nekat mengundang wisatawan asing, membiayai buzzer, respon tak acuh dan lamban otoritas kesehatan, minimnya tracing dan testing, serta kurang peduli pada beban berat nakes/faskes.

21-penulisan-artikel-ilmiah-populer-mudah-dan-menyenangkan-prof-djoko-santoso.jpeg
Terbaru

|

Simak Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer dari Para Ahli

UNAIR NEWS – Salah satu kunci keberhasilan menulis artikel ilmiah populer yaitu bagus untuk dibaca masyarakat umum. Namun dalam praktiknya, penulis terkadang masih menemukan kesulitan merangkai kata-kata yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Untuk itu, Universitas Airlangga mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah populer pada Selasa (14/09/2021). Secara virtual, kegiatan tersebut menghadirkan Markus Sumartomdjon yang merupakan jurnalis surat kabar Kontan. Pada pemaparannya, ia menjelaskan tentang kiat-kiat menulis artikel ilmiah populer atau opini yang mampu menarik perhatian media massa. Markus menjelaskan, artikel yang menarik memiliki sifat argumentatif dan mengemukakan pendapat atau kritik. “Jenis artikel yang menarik yakni memberi pandangan, pendapat, tanggapan, atau kritik terhadap suatu kondisi realitas sosial,“ tuturnya.

tertimbunnya-perhatian-penyakit-ginjal-kronis-selama-pandemi-prof-djoko-santoso.png
Terbaru

Lewatnya Perhatian Penyakit Ginjal Kronis selama Pandemi

Hingga kini kita semua masih terus melalui hari-hari penuh keprihatinan dari pandemi covid. Sudah masuk bulan ke 19 pandemi berjalan, namun masih saja belum jelas kapan pandemi berakhir meski para ahli telah meramal situasi sedang menuju endemi. Kita pun menyadari dengan rasa prihatin bahwa begitu banyaknya saudara kita yang sudah mendahului kita, di sisi lain ada juga yang pernah terkena covid tapi tidak bergejala.  Apapun dampak pandemi ini, itu harus diakui kalau pandemi ini telah mendominasi corak kehidupan manusia hingga bisa membenamkan berbagai permasalahan besar lainnya, seakan hilang dari perhatian utama. Salah satu contohnya, pandemi telah menjadikan penyakit ginjal kronis lepas dari perhatian utama. Untuk itu perlu kita sadari bersama bahwa penyakit ginjal kronis ini pun juga sebagai problem utama.

menjaga-air-dan-mineral-pada-penyakit-ginjal-kronis-prof-djoko-santoso.jpg

Menjaga Air dan Mineral pada Penyakit Ginjal Kronis

  Artikel ini merupakan lanjutan pembahasan dari tiga topik sebelumnya yaitu Peran Asam Keto dan Asam Amino Esensial pada Penyakit Ginjal Kronis; Mengenal asupan protein Pada Penyakit Ginjal Kronis; dan Pentingnya Mengetahui Peran Nutrisi Pada Penyakit Ginjal Kronis. Inti bahasan ini berfokus tentang peran menjaga keseimbangan air dan elektrolit dalam tubuh yang perlu diperhatikan pada mereka dengan penyakit ginjal kronis dan keluarga yang merawatnya.  Kerusakan ginjal yang terjadi menyebabkan ketidakmampuan organ tersebut untuk meregulasi air dan elektrolit seperti garam natrium dan kalium. Hal tersebut yang sering kali mengkhawatirkan para praktisi karena timbunan air dan mineral tersebut dalam tubuh dapat mengakibatkan kondisi gawat darurat. Pasien dengan gagal ginjal kronis rawan mengalami kondisi kelebihan cairan atau yang dikenal dengan istilah overload syndrome.

peran-asam-keto-dan-asam-amino-esensial-pada-penyakit-ginjal-kronis-2.jpg

Peran Asam Keto dan Asam Amino Esensial pada Penyakit Ginjal Kronis

Setelah mengetahui bagaimana menjaga asupan protein pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) di artikel sebelumnya, berikut ini akan dibahas lebih lanjut mengenai asupan tambahan terkait protein dalam tubuh. Dengan memahami manfaat kandungan nutrisi pada suplementasi protein, maka pasien dan keluarga akan semakin disiplin dalam menjaga konsumsinya sehari-hari. Protein sungguh sangat penting untuk kelangsungan hidup dari sel suatu tubuh kita, tidak terkecuali pada mereka dengan PGK. Untuk PGK, ada kekhususan perhatian yang tidak boleh dilupakan, mengingat konsumsi  yang berlebihan akan membebani ginjal dan menambah kerusakannya. Maka dari itu, konsumsi protein perharinya pada mereka tersebut, harus tetap dikontrol agar tetap rendah. Protein di tubuh akan menjalani proses metabolisme dan dipecah menjadi asam amino yang diperlukan tubuh untuk berbagai fungsi biologis.

bersiap-dari-pandemi-menuju-endemi-prof-djoko-santoso-ahli-ginjal-di-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

Bersiap dari Pandemi Menuju Endemi

Para ahli memproyeksikan bahwa nanti akan berangsur menjadi endemi. Maka sejak dini kita siapkan peta jalannya agar nanti bisa kita hadapi endemi dengan lebih mulus tanpa gejolak. Langkah berikutnya setelah Covid-19 gelombang kedua mereda adalah tetap wajib mengutamakan kesehatan (healthy oriented). Pelajaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) layak menjadi batu pijak peta jalan menuju endemi. Bahwa ternyata “pembatasan kegiatan” yang ketat terukur bisa meredakan amuk korona, dan dengan ini membuka peluang, utamanya membangkitkan ekonomi. Ini tak lepas dari sikap pemerintah yang lebih terbuka menerima saran dan kritik. PPKM jelas merupakan kebijakan yang lebih healthy oriented. Berbeda ketimbang kebijakan salah kaprah economic oriented yang diterapkan di awal pandemi. Saat itu pemerintah tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri, nekat mengundang wisatawan asing, membiayai buzzer, respon tak acuh dan lamban otoritas kesehatan, minimnya tracing dan testing, serta kurang peduli pada beban berat nakes/faskes.

setting-pandemic-road-map-priorities-prof-djoko-santoso-ahli-ginjal-surabaya.jpg

Setting Pandemic Road Map Priorities

Cowd-based economic priority should be avoided as it has the risk of worsening the pandemic — unless we are increasingly insensitive to the COVID-19 incidence and the mortality rate still showing high figures. Controlling the wild COVID-19 pandemic is admittedly not as easy as claimed — the coronavirus is even controlling us. Our entire society, nation and state inevitably have to be further restricted. Households and state budgets also have to be drained in order to survive the invasion of SARS-CoV-2. The aggression of the fiercest Delta variant continues to spread doom. For over a month, since 11 July 2021 the daily death toll has exceeded a 1,000 people a day. Also for a month, our mortality rate has become a world record. Even though — on this year’s 76th National Independence anniversary — new daily case increases declined to 20,741, the death tally remained high, reaching 1,180.

prioritas-dalam-peta-jalan-pandemi-prof-djoko-santoso-ahli-ginjal.jpg

Prioritas dalam Peta Jalan Pandemi

Untuk saat ini, jangan langsung mempanglimakan ekonomi berbasis kerumunan yang berisiko memperparah pandemi. Susun dulu langkah-langkah penguatan penanganan pandemi dengan tetap mengutamakan kesehatan sesuai panduan WHO. Mengendalikan liarnya pandemi Covid-19, harus diakui tidaklah semudah mengucapkannya. Bahkan sebaliknya, virus korona-lah yang masih "mengendalikan" kita. Seluruh gerak kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita mau tak mau terus dibatasi. Anggaran rumah tangga individu hingga anggaran negara juga ditumpahkan, agar kita bisa bertahan dari serbuan virus SARS-Cov2. Agresi brigade varian Delta yang paling ganas saat ini, masih terus menebar maut. Sudah lebih dari sebulan, sejak 11 Juli 2021, angka kematian harian lebih dari seribu orang. Sudah sebulan pula angka kematian kita menjadi juara dunia.

21-penulisan-artikel-ilmiah-populer-mudah-dan-menyenangkan-prof-djoko-santoso.jpeg
Terbaru

Simak Tips Menulis Artikel Ilmiah Populer dari Para Ahli

UNAIR NEWS – Salah satu kunci keberhasilan menulis artikel ilmiah populer yaitu bagus untuk dibaca masyarakat umum. Namun dalam praktiknya, penulis terkadang masih menemukan kesulitan merangkai kata-kata yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Untuk itu, Universitas Airlangga mengadakan pelatihan penulisan artikel ilmiah populer pada Selasa (14/09/2021). Secara virtual, kegiatan tersebut menghadirkan Markus Sumartomdjon yang merupakan jurnalis surat kabar Kontan. Pada pemaparannya, ia menjelaskan tentang kiat-kiat menulis artikel ilmiah populer atau opini yang mampu menarik perhatian media massa. Markus menjelaskan, artikel yang menarik memiliki sifat argumentatif dan mengemukakan pendapat atau kritik. “Jenis artikel yang menarik yakni memberi pandangan, pendapat, tanggapan, atau kritik terhadap suatu kondisi realitas sosial,“ tuturnya.

21-penulisan-artikel-ilmiah-populer-mudah-dan-menyenangkan-prof-djoko-santoso.jpeg

Tips for writing popular scientific articles from experts

UNAIR NEWS – One of the keys to the successful publication of popular scientific articles is that they are understandable for the general public. However, in practice, writers sometimes still find it difficult to assemble words that the wider community can accept. In this regard, Universitas Airlangga held a training on how to write popular scientific articles on Tuesday, September 14, 2021. Being held virtually, the event presented Markus Sumartomdjon, a journalist of Kontan newspaper. In his presentation, he explained tips for writing popular scientific articles or opinions that could attract the attention of the mass media. Markus explained that an interesting article has an argumentative nature and expresses an opinion or criticism. “An interesting article is to give views, opinions, responses, or criticisms of a real social condition,” he said.

webinar-menuju-endemi-covid-19-menggerakkan-ekonomi-pasca-pandemi.jpeg

Webinar: Menuju Endemi Covid-19: Menggerakkan Ekonomi Pasca Pandemi

WEBINAR SERI LITARESI PANDEMI KE-12 MUI JATIM “Menuju Endemi Covid-19: Menggerakkan Ekonomi Pasca Pandemi” Hari, Tanggal : Jum'at, 17 September 2021 Jam : 19.00 WIB – Selesai Sambutan PengarahanProf. H. M. Mas'ud Said, M.M., Ph.D Ketua MUI Jatim Pengangtar ZoominarProf. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIMKetua Badan Kesehatan MUI Jatim Pemateri :1. dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid (Jubir Satgas Covid-19 Kemenkes RI)2. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE (Pengamat Ekonomi) 3. Dr. KH. Noor Shodiq Askandar, S.E., M.M (Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jatim)  Moderator: Fatin Fadhilah Hasib, S.E, M.Si Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jatim Link Zoom: https://us02web.zoom.us/j/87812764039?pwd=RmIrMUhzd3B1bDJzL2Z3UkxHNXRwdz09Meeting ID: 878 1276 4039Passcode: MUIJTM  Live Streaming: https://youtube.com/c/MUIJATIMTV  Form pendaftaran peserta:  https://bit.ly/DaftarWSLP12