Organ-organ yang Menjadi Sasaran Hipertensi


Rumah Ginjal - Sebagian besar efek buruk hipertensi dapat dicegah jika tekanan darah dipertahankan ke tingkat normal dengan pendekatan farmako terapi (terapi obat-obatan) dan life style, termasuk pengendalian kebiasaan merokok, hiperkolesterolemia, dan diabetes. Sebenarnya organ-organ apa saja yang menjadi sasaran hipertensi? Berikut ini akan dijelaskan organ-organ yang menjadi sasaran hipertensi.


Organ-organ berikut ini yang sering jadi sasaran hipertensi:

  1. Otot jantung
  2. Pembuluh darah koroner
  3. Pembuluh arteri tubuh lainnya
  4. Otak
  5. Ginjal
  6. Mata


1. Gangguan Jantung

Seperti otot yang dipaksa untuk bekerja ekstra, jantung akan membesar ketika ia harus memompa melawan tekanan lebih tinggi dari standar normalnya. Meskipun jantung dapat mengatasi problem ini sekalipun untuk jangka waktu lama, namun pada akhirnya ia akan gagal bekerja.

Ketika hal ini terjadi, maka ada kecenderungan akumulasi cairan, yang bisa dibuktikan adanya bengkak di kaki maupun paru menjadi ”penuh berisi air”.


Bengkak di kaki karena payah jantung. Gambarannya khas, yaitu semakin sore bengkaknya semakin kelihatan jelas dan ketika yang bersangkutan masuk fase tidur maka beberapa jam kemudian dia akan terbangun beberapa kali karena harus kencing. Paginya bengkak menghilang, namun siangnya kelihatan bengkak kembali. Kondisi ini kalau tidak diobati akan semakin parah. Yang tadinya saat tidur malam terbangun karena kencing, menjadi terbangun karena sesak, dan dia tidak berani tidur lagi. Kalaupun tidur, posisinya duduk hingga terbangun pagi harinya dengan kaki semakin bengkak. Kondisi ini mencerminkan jantung betul-betul sulit menjalankan fungsinya sebagai organ pemompa darah. Mulanya sesak ketika sedang beraktivitas dan pada akhirnya saat istirahat pun susah bernapas. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung kongestif.

 

2. Gangguan Arteri Koroner (Pembuluh koroner mengeras)

Hipertensi mempercepat penumpukan lemak (plak) dalam arteri sehingga timbul penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis). Jika arteri pemasok darah ke otot jantung tersumbat otot jantung akan kekurangan oksigen sehingga dapat terjadi serangan jantung dan sering menyebabkan kematian.

Ketika tekanan darah meningkat, jantung dipaksa bekerja lebih keras untuk mempertahankan aliran darah ke jaringan. Karena harus terus memompa darah dengan hambatan yang makin besar, lambat laun otot jantung akan menjadi gemuk (membengkak).

Ketika arteri koronaria menjadi sempit, oksigen yang terbawa oleh darah ke jantung awalnya hanya cukup untuk bekerja. Pada suatu saat kondisi tersebut menurun hingga yang bersangkutan merasakan sensasi mendapat beban tekanan, sesak atau berat di dada, lengan atau rahang selama 5 menit dan menghilang dengan istirahat. Nyeri semacam ini dinamakan angina pectoris atau angina. Awalnya, sensasi ini terjadi hanya saat latihan atau kerja berat. Lambat laun, ia akan terjadi dengan sedikit aktivitas atau dengan emosi yang terlalu gembira atau marah.

Kondisi angina menggambarkan aliran darah ke jantung mulai menurun. Sering dengan hanya menurunkan tekanan darah ke level normal, hal tersebut dapat menghilangkan angina karena kerja jantung berkurang. Namun jika aliran darah ke bagian jantung terhalang lebih berat akan terjadi kerusakan permanen dari otot jantung. Hal ini dikenal sebagai serangan jantung atau infark miokard atau thrombosis koroner.

Tanda klinis berupa nyeri dada dengan durasi waktu lebih lama daripada yang disebabkan angina (biasanya, sekurang-kurangnya 15 menit dan sering lebih lama) dan juga diikuti mual dan muntah.
Serangan jantung dapat fatal, namun jika seseorang dapat datang ke rumah sakit tepat waktu, maka peluang sembuh akan lebih besar.

 

bersambung....

Artikel selanjutnya: Organ-organ yang Menjadi Sasaran Hipertensi (2)  

Sumber:  [Buku Hipertensi] Membonsai Hipertensi 

Source: http://rumahginjal.id/rumah-ginjal-membonsai-hipertensi
Keywords:

rumah ginjal surabaya, rumah sakit ginjal di penang malaysia, pengobatan gagal ginjal, dokter ginjal terbaik di penang, gejala gagal ginjal kronis, dokter ginjal terbaik di indonesia, dokter ginjal terbaik di malaysia, pengalaman berobat ginjal di penang, buku hipertensi pdf, buku hipertensi terbaru, ebook hipertensi, hipertensi menurut who 2017, jurnal hipertensi, hipertensi pdf 2017, daftar pustaka hipertensi terbaru, google book, hipertensi pdf 2017, penatalaksanaan hipertensi pdf, hipertensi pdf 2016, hipertensi pdf jurnal, makalah hipertensi pdf, hipertensi menurut who 2017 pdf, patofisiologi hipertensi pdf, hipertensi menurut who terbaru, jurnal hipertensi terbaru pdf, hipertensi menurut depkes, hipertensi menurut who 2017 pdf, hipertensi menurut who pdf, buku hipertensi pdf, referensi buku tentang hipertensi, hipertensi adalah pdf, hipertensi menurut who 2015, hipertensi menurut who 2017 pdf, prevalensi hipertensi menurut who 2017, definisi hipertensi menurut who 2017, prevalensi hipertensi di dunia menurut who 2017, prevalensi hipertensi di indonesia tahun 2017, hipertensi menurut who terbaru, prevalensi hipertensi di dunia menurut who 2017 pdf, hipertensi menurut depkes, jurnal hipertensi terbaru, jurnal hipertensi 2017, jurnal hipertensi terbaru pdf, jurnal hipertensi 2016 pdf, skripsi jurnal hipertensi, jurnal hipertensi 2014 pdf, jurnal hipertensi pada lansia, jurnal hipertensi terbaru 2017, hipertensi menurut who 2017 pdf, jurnal hipertensi terbaru pdf, hipertensi menurut who pdf, jurnal hipertensi 2016 pdf, jurnal hipertensi 2017 pdf, prevalensi hipertensi di dunia menurut who 2017, daftar pustaka hipertensi 2017, daftar pustaka hipertensi menurut who, daftar pustaka hipertensi pdf, daftar pustaka makalah hipertensi, daftar pustaka hipertensi pada lansia, lp hipertensi, daftar pustaka who 2013 hipertensi, daftar pustaka who 2015 hipertensi, google book download, google book indonesia, google book downloader apk, google book downloader online, google book downloader free download, google bookstore, google play book, cara download buku di google book di android