Perpustakaan Pustakawan Inovatif Kreatif di Era Digital


Pada tanggal 3  s.d. 4 Mei 2017, Perpustakaan Universitas Airlangga menyelenggarakan seminar dan workshop dengan tajuk "Perpustakaan & Pustakawan Inovatif Kreatif di Era Digital". Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, terdapat 3 macam kegiatan yaitu seminar, presentasi call for paper, dan workshop literasi. Acara ini dilaksanakan di Hotel Swissbellin Manyar Surabaya dan merupakan hasil kerja sama antara Perpustakaan Universitas Airlangga dengan FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi) Jawa Timur dan IPI (Ikatan Pustakawn Indonesia) Kota Surabaya.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Airlangga, yaitu Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Dalam pidatonya Prof. Djoko menyampaikan bahwa di era serba digital ini, semua profesi dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan. Begitu juga bagi para pustakawan juga harus mengerahkan kemampuan memberi yang terbaik bagi penggunanya.

Seminar ini dipandu oleh Suhernik, S.Sos., M.Si. menampilkan tiga pemateri. Pemateri pertama dalam seminar ini adalah  Drs. Ida Fajar Priyanto, MA., PhD Beliau adalah Dosen S2 Manajemen Informasi Perpustakaan, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada sekaligus juga Kepala Perpustakaan UGM tahun 2002-2012. Topik yang diusung adalah  Membongkar mindset pustakawan.

Di era digital saat ini, pustakawan telah mengalami berbagai macam perubahan yang dinamakan sebagai revolusi pustakawan di Indonesia. Empat revolusi tersebut adalah revolusi pertama collection centric. Perpustakaan menekankan kekuatannya pada koleksi. Koleksi cetak mendominasi perpustakaan dan tugas utama perpustakaan adalah mengelola koleksi. Revolusi kedua adalah user centric. Perpustakaan tidak lagi fokus menangani user tetapi fokus menangani user/pemustaka dengan melakukan otomasi perpustakaan. Dalam revolusi kedua ini, perpustakaan telah melakukan jemput bola terhadap kebutuhan pemustaka. Ciri revolusi ketiga adalah perpustakaan telah melakukan promosi perpustakaan; mengadakan pelatihan perpustakaan ditambah dengan promosi perpustakaan; perhatian pada spaceuntuk pemustaka; perpustakaan memiliki corner sebagai fasilitas baru perpustakaan.

Revolusi ketiga adalah digital shift.  Pada revolusi ketiga ini perpustakaan telah memberi perhatian pada TI terkait dengan OPAC dan website, perubahan fasilitas bagi pemustaka, peningkatan jumlah informasi dalam berbagai format, perangkat manual ke digital, perubahan koleksi cetak ke digital: Hybrid, Repository Digital. Revolusi keempat adalah extended roles. Revolusi keempat ini merupakan peran yang paling baru. Revolusi keempat ini, perpustakaan tidak saja berkutat dengan kegiatan intinya menyediakan sumber informasi namun perpustakaan telah masuk menjadi bagian dari scholarly and scientific lifecycle. Perpustakaan sebagai Pengelola komunikasi ilmiah e-journal. Komunikasi analog ke digital

Pemateri kedua Faizuddin Harliansyah, MIMBeliau adalah Kepala Perpustakaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Materi yang disampaikan berjudul Titik-titik perjumpaan scholarly communication & information literacy. Faizuddin mengawali penjelasan dengan memberikan penjelasan mengenai scholarly communicationyang dikutip dari  American Library Association (ALA). Perpustakaan dapat melakukan beberapa hal dalam rangka mendukung scholarly communication, yaitu pertama mengembangkan collection development policy yang secara strategis mendukung open scholarship dan merespon secara positif business model penerbit ilmiah tradisional. Kedua, mengembangkan skema dan kriteria evaluasi penerbitan ilmiah baik yang open access maupun subscription-based. Ketiga, mendorong dan mengkampanyekan inisiatif open access dengan beragam jenis dan formatnya. Keempat, membantu peneliti untuk meningkatkan visibility dengan menggunakanresearcher ID dan research impact mereka dengan menggunakan berbagai macam sarana, baik yang tradisional (seperti impact factor) maupun alternatif (seperti altmetrics). Kelima, mengembangkan institutional repository yang open access untuk memaksimalnya tata-kelola dan diseminasi research output.

Pembicara ketiga adalah Prof H. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D. Beliau adalah guru besar  Fakultas Sains dan Teknologi sekaligus Ketua Lembaga Penelitian dan Inovasi Universitas Airlangga. Beliau membawakan materi dengan judul Peran Pustakawan Dalam Menumbuhkan Publikasi Ilmiah. Penjelasan dimulai dari pemarapan tugas perguruan tinggi dalam 3 aspek yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Salah satu perangkingan universitas adalah melalui kualitas publikasi karya ilmiah yang dihasilkan. Sasaran dan manfaat dari publikasi karya ilmiah tidak saja dinikmati oleh penulis namun juga  dapat dirasakan mahasiswa, kalangan pembaca, universitas dan juga negara.  Dalam konteks melahirkan karya ilmiah perpustakaan dapat berperan aktif mendukung menyediakan data untuk mendukung research. Pustakawan adalah tenaga yang bergelut di bidang teknis yang sangat dekat dengan informasi. Namun beliau member masukan peran dan posisi pustakawan saat ini belum banyak dirasakan oleh para peneliti. Peneliti masih mampu mencari sumber informasi tanpa bantuan dari para pustakawan. Semoga melalui forum ini, pustakawan tergugah untuk mampu mengambil peran dalam proses publikasi karya ilmiah.

Acara kedua adalah presentasi call for paper yang diikuti lebih kurang 50 pemateri. Paper yang berhasil lolos dalam call for paper ini sejumlah 46. Pemateri call for paper berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Dalam call for paper ini diikuti oleh praktisi pustakawan, dosen, mahasiswa, dan pemerhati dalam bidang perpustakaan.

Presentasi call for paper diadakan dalam tiga sesi. Setiap sesi menampilkan empat sampai 5 pemateri. Topik-topik call for paper antara lain: literasi informasi, kompetensi pustakawan, digital native, budaya organisasi, marketing komunikasi, manajemen bahan pustaka, dan inovasi perpustakaan. Pemateri call for papermemaparkan materi dengan alokasi waktu 10 menit secara panel. Kemudian diikuti dengan tanya jawab dengan para peserta.

Di hari kedua, sekaligus menjadi acara ketiga adalah workshop literasi. Workshop literasi menampilkan empat pembicara yaitu Novita Dwi Anawati, S.Sos., M.Sc. membawakan materi pengantar literasi informasi, Candra Pratama, S.Sos., MSc. menampilkan materi bolean operator. Pembicara ketiga Prasetyo Adi, S.Sos berbicara mengenai syntax. Pembicara terakhir dalam Vincentius Widya Iswara, S.Sos. membawakan materi mendeley sebagai salah satu reference manager

IMG 0300 2

Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia yang ditetapkan setiap tanggal 22 April, Perpustakaan Universitas Airlangga menyelenggarakan Acara “Urban Green Day”. Acara tersebut juga merupakan salah satu rangkaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Perpustakaan Universitas Airlangga ke-62 tahun.

“Acara Urban Green Day  ini ditujukan kepada kaum muda khususnya Mahasiswa Universitas Airlangga agar dapat lebih mencintai lingkungan. Acara ini juga diadakan sebagai bentuk akademisi dalam menerapkan ilmu pengetahuan untuk menyayangi bumi dan nantinya bisa diimplementasikan kepada masyarakat,” demikian kata Agung B Kristiawan, salah satu Pustakawan Perpustakaan Universitas Airlangga.

Sabtu (6/5) lalu, Perpustakaan UNAIR mengajak lebih Lebih dari 30 mahasiswa aktif UNAIR yang telah mendaftar untuk melakukan kunjungan ke salah satu kampung bersejarah di Surabaya yaitu Kampung Lawas Maspati, bertempat di Jalan Maspati, Surabaya. Sekitar Pukul 08.30, rombongan berangkat dari UNAIR menggunakan Bus Flash milik UNAIR. Sesampainya di Kampung Lawas Maspati, rombongan disambut oleh warga setempat dengan antusias.

Disana, rombongan UNAIR diajak berkeliling kampung guna melihat dari dekat apa saja yang dimiliki oleh Kampung Lawas Maspati. Rombongan berjalan mulai dari ujung kampung yang berada di jalan Bubutan hingga ujung kampung yang lain yang ada di jalan Semarang. Selama dalam perjalanan itu, terdapat beberapa warga yang bertugas sebagai pemandu tour dan menjelaskan secara lengkap kepada peserta. Salah satunya adalah cara membuat Cincau dari daun hingga siap disajikan dan pada fase sebelumnya, peserta diperlihatkan sebuah kebun Cincau yang berada di sebuah rumah kosong. Setelah lelah berkeliling, peserta diajak untuk mengenal beberapa program yang diterapkan di  dalam mini seminar dan juga sharing dari peserta.

Tidak seperti kampung-kampung biasanya, kampung ini memiliki keunikan tersendiri. Bangunan-bangunan rumahnya yang masih tetap “lawas” membuat pengunjung merasa tidak sedang berada di Kota Surabaya. Tidak sedikit bangunan lawas yang masih kokoh berdiri, seoerti: Sekolah Ongko Loro, Losmen, rumah lawas milik H. Soemargono, Markas Tentara, rumah milik Raden Sumomiharjo, dan pesarean Mbah Buyut setempat. Bukan hanya bangunan rumahnya saja, warganya pun tidak hanya berasal dari satu suku saja.

“Warga yang tinggal disini juga dari berbagai suku, yaitu Jawa, Madura, Batak, dan juga Tionghoa,” Jelas Pak RW setempat saat memberikan sambutan.

Selain menjadi tepat wisata, warga di Kampung Lawas Maspati juga banyak yang memiliki usaha perorangan, seperti: berjualan dawet, jajanan stick yang berasal dari lidah buaya dan sayur pare, minuman-minuman alami yang berkhasiat dan masih banyak lagi. Selain itu, kampung ini juga memiliki spot-spot foto sangat menarik, perkebunan cincau, Rumah Daur Ulang, Bank Sampah, dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah).

Data Penulis Berita :

Nama: Mawaddah Anindya Estiningtyas

NIM: 151511313058

Jurusan: D3 Teknisi Perpustakaan

Motivasi mengikuti UGD: Saya ingin mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan oleh universitas maupun lembaga2 yang ada dibawahnya, karena saya sadar bahwa belajar bukan hanya di dalam kelas saja. Namun, di luar kelas juga merupakan sarana pembelajaran. Melalui kegiatan Urban Green Day ini saya sangat berharap dapat lebih dekat dengan lingkungan dan mendapatkan wawasan lebih tentang lingkungan.

 

 
Source: http://www.lib.unair.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1193:perpustakaan-pustakawan-inovatif-kreatif-di-era-digital&catid=8&Itemid=549&lang=en
Keywords:

rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; harga ginjal di rumah sakit; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit ginjal di penang malaysia; mencari pembeli ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; dokter ginjal terbaik di penang; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2017; orang yang membutuhkan donor ginjal; lowongan donor ginjal; harga ginjal di rumah sakit; rumah sakit yang membutuhkan ginjal; cara menjual ginjal di rumah sakit; harga ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; komunitas jual beli ginjal; jual beli ginjal online 2018; harga ginjal 2017 di indonesia; calo jual beli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; dibutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; orang yang membutuhkan donor ginjal; calon pembeli ginjal 2018; pencari donor ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal; biaya operasi batu ginjal di penang; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter ginjal terbaik di malaka; rumah sakit di malaysia; rumah sakit terbaik di malaysia; calon pembeli ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; cara menjual ginjal dengan cepat 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; butuh ginjal cepat; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter spesialis ginjal di singapura; biaya transplantasi ginjal di penang; biaya laser batu ginjal di penang; dokter urologi di island hospital penang; pengalaman berobat ginjal di penang; dokter lambung terbaik di penang