#Gagal Ginjal


Penanganan Gagal Ginjal Kronis pada Transisi Menuju ke Endemi

PEMERINTAH semakin percaya diri dalam merespons tren menurunnya kasus harian covid-19. Sejak 4 Februari lalu pemerintah memutuskan membuka Bali bagi kedatangan turis asing dengan prosedur karantina. Mulai 7 Maret turis asing boleh masuk ke Bali tanpa karantina. Itulah kebijakan untuk membuka keran ekonomi pariwisata Bali dengan keyakinan bahwa situasinya semakin membaik. Memang kurvanya semakin melandai meskipun belum mencapai level yang aman secara nasional. Pada 14 Maret 2020, kasus harian hanya bertambah 14.900, sudah jauh menurun daripada saat puncak gelombang ketiga pada 16 Februari lalu yang mencapai 64.718 orang.  Penurunan ini dicapai karena gabungan berbagai hal, seperti protokol kesehatan, pembatasan mobilitas sosial, dan tentu saja pencapaian vaksinasi massal. Untuk vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 193.014.314 orang (92,68% dari total target).

Apakah Ada Hubungan antara Hipertensi dan Penyakit Ginjal?

Apakah ada hubungan antara hipertensi dan penyakit ginjal? Jawabnya: betul-betul sangat berhubungan. Lebih jelasnya, jika tubuh mengidap penyakit ginjal. Tentu Dokter akan memberikan tes-tes laboratorium tertentu, misalnya serum creatinine dan blood urea nitrogen (BUN), urinalisis yang mengindikasikan apakah ginjal Anda bisa membuang produk-produk sisa metabolisme dengan baik atau tidak. Salah satunya Proteinuria, yaitu kondisi kelebihan protein pada urin, dimana hal tersebut juga merupakan tanda dari penyakit ginjal. Selanjutnya, hubungan hipertensi dan penyakit ginjal dapat Anda ketahui dari jenis hipertensi. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi dibagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer (esensial) dan hipertensi sekunder.   a. Hipertensi primer atau esensial  merupakan jenis hipertensi yang tidak atau belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90% dari seluruh kejadian hipertensi). Hipertensi primer memiliki banyak pengaruh; beberapa perubahan pada jantung dan pembuluh darah, kemungkinan bersama-sama menyebabkan meningkatnya tekanan darah.

Flu yang Bukan Covid-19 pun, Bisa Fatal bagi Penderita dengan Cuci Darah Regular

 Rumah Ginjal - Bagi orang sehat, datangnya musim flu tidaklah menjadi hal utama dibandingkan dengan kelompok rentan. Namun bukan berarti hal itu tidak berisiko fatal. Coba jika kondisi tubuh mengalami kelelahan hebat, kan bisa berakibat fatal.  Maka dari itu memperhatikan disiplin pola hidup sehat secara umum tetap berlaku pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, apalagi kondisi pandemik saat ini. Namun dalam kesempatan ini, bahasan berikut ini ditekankan pada kelompok rentan dengan penyakit gagal ginjal yang menjalani dialisis regular.  Studi baru yang disitir oleh Ankur Banerjee 22 februari 2019 di harian Reuters, dikatakan bahwa angka kematian meningkat untuk pasien yang menjalani dialisis ketika musim influenza menyebar di masyarakat. Di AS, peningkatan angka tersebut tidak tanggung-tanggung dalam satu tahun rata-rata, infeksi saluran nafas akut yang parah ditaksir berkontribusi lebih dari seribu kematian di antara orang-orang dengan gagal ginjal stadium akhir. Dave Gilbertson dari Minneapolis Medical Research Foundation di Minnesota menaksir bahwa hal tersebut sangat terkait erat dengan musim sebangsa flu. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S.

Akrabilah Info Ginjal ini

Rumah Ginjal - Tahukah Anda bahwa penyakit ginjal yang ditakutkan banyak orang sesungguhnya mudah dicegah dan dikendalikan. Penyakit yang dikelompokkan sebagai penyakit tidak menular ini hingga sekarang telah mempengaruhi sekitar 850 juta orang di seluruh dunia. Angka ini masih mungkin jauh lebih tinggi lagi. Hal ini karena penyakit ini tergolong tidak bergejala pada awal serangan sehingga wajar kalau tidak terlaporkan.  Secara proporsional dilaporkan ada satu dari sepuluh orang dewasa mengalami penyakit ginjal kronis. Dengan proporsi sebesar ini, penyakit ginjal dapat diproyeksikan akan menjadi penyakit ginjal kronis sebagai penyakit paling umum ke-5 secara global pada tahun 2040. Dari sisi beban kehidupan global, penyakit ginjal sangat membutuhkan perawatan yang tidak ringan. Semakin berat penyakit ini, maka akan semakin memperbesar bebannya, baik beban dari sisi ekonomi namun juga non material. Sehingga wajar semakin berat, maka akan semakin membebani keluarga dan negara. Apalagi penyakit ginjal kronis semakin hari semakin meningkat dengan demikian bebannya linier dengan peningkatan kejadian dari penyakit itu sendiri.

Sulitnya Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi pada Gagal Ginjal

Rumah Ginjal - Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal dengan gagal ginjal kronis masih menjadi suatu problem serius. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sulitnya menurunkan tekanan darah pada penyakit ginjal ini. Seperti diketahui saat seseorang menderita darah tinggi, yang tidak teratasi dengan baik adalah timbulnya komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, atau perburukan fungsi ginjal yang berujung pada cuci darah. Oleh karena itu, menjaga atau menurukan tekanan darah adalah suatu keharusan.   Tapi, mengapa pada beberapa orang tekanan darah sulit turun? Sesuai dengan salah satu teori yang ada, pada penyakit ginjal akan terjadi peningkatan hormon paratiroid. Hal ini disebabkan terganggunya regulasi hormon ini terkait ketidakseimbangan ion kalsium dan fosfat. Sehingga ion kalsium yang beredar di jaringan menjadi menurun. Hormon ini lalu aktif dan berdampak pada aktifitas sel penghancur tulang yang dinamakan osteoclast.