#Hari Ginjal


Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

MENYAMBUT Hari Ginjal Sedunia yang tahun ini jatuh pada 12 Maret, ada baiknya kita mengakrabkan diri dengan kata 'sakit ginjal'. Sampai hari ini, kata sakit ginjal bisa mengundang rasa takut. Seorang pasien yang didiagnosis menderita sakit ginjal bisa langsung syok. Bayangannya ialah harus cuci darah seminggu dua kali atau bahkan tiga kali yang menyedot biaya sangat besar dan keterbatasan gerak fisik tubuhnya, bahkan mungkin lebih dari itu. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar penderita sakit ginjal sangat syok ketika dokter memvonis gagal ginjal tahap akhir dan memberinya dua pilihan: harus cuci darah atau cangkok ginjal. Andaikan waktu bisa putar, semua pasien penyakit ginjal kronis pasti berjanji mengikuti semua saran dokter tanpa membantah. Namun, apa hendak dikata, sudah terlambat. Pasien gagal ginjal kronis harus memilih salah satu opsi, cuci darah atau cangkok ginjal. Apakah penyakit ginjal sedemikian menakutkan?

Menapis Massal, Mencegah Gagal Ginjal

Ketidaktahuan bisa membawa bahaya (dan biaya) berganda. Banyak kalangan di masyarakat tidak mengenal apa itu penyakit gagal ginjal kronis (GGK). Tidak hanya di Indonesia, tetapi di banyak negara maju sekalipun. Kita baru mengetahui GGK setelah ada orang di dekat kita harus cuci darah rutin. Untuk memperpanjang "nyawa", GGK jelas menghabiskan biaya tinggi, kerap menguras harta hasil jerih payah. Ini memang penyakit berbahaya dan mahal. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian itu meningkatkan secara eksponensial risiko kematian pada GGK itu. Penurunan fungsi ginjal bisa berlanjut dengan kelipatan hingga 100 kali lebih tinggi ketika berada tahap gagal ginjal terminal dibandingkan yang tahap awal yang hanya dua hingga empat kali.

Memperingati Hari Ginjal Sedunia 14 Maret: Melawan Momok Fatal pada Ginjal

Rumah Ginjal - Masyarakat dunia kembali memperingati Hari Ginjal Sedunia yang tahun ini jatuh pada Kamis, 14 Maret. Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini bertujuan untuk membangun kesadaran setiap orang mengenai pentingnya kesehatan ginjal. Peringatan tahun ini mengangkat tema Kidney Health for Everyone. Ini merupakan bagian dari tema besar tujuan pembangunan kesehatan health for everyone, kesehatan untuk semua. Penyakit ginjal kronis mungkin bukanlah penyakit yang paling "tenar".

Bahaya Penyakit Kronis Tanpa Gejala

Rumah Ginjal- SETIAP Maret selalu diperingati hari ginjal sedunia. Tahun ini jatuh pada Kamis, 8 Maret. Umat manusia diharapkan berefleksi diri terhadap penyakit ginjal yang menakutkan dampaknya. Tak hanya melibatkan penderita gagal ginjal kronis (GGK), tetapi juga saudara, kerabat, masyarakatnya, dan pemerintah. Terutama memberi perhatian kepada kaum perempuan, sesuai tema Hari Ginjal Sedunia tahun ini, yakni Kidneys and women’s health (Ginjal dan kesehatan perempuan).

Refleksi Hari Perempuan dan Hari Ginjal Sedunia

Rumah Ginjal - Sungguh istimewa Kamis (8/3) ini. Hari itu di­per­ingati sebagai Hari Pe­rem­pu­an Internasional sekaligus Ha­ri Ginjal Sedunia. Karena k­e­ber­samaan itulah, tema Hari Gin­jal Sedunia kali ini adalah Kid­ney and Women's Health: In­clude, Value, and Empower (Gi­n­jal dan Kesehatan Perempuan: Me­libatkan, Menghargai, dan Mem­berdayakan). Inilah m­omen­t­um penting peduli kaum perempuan sekaligus peduli ke­se­hatan ginjal mereka.Khalayak diharapkan ber­usa­ha untuk lebih memahami as­­pek khas penyakit ginjal pada pe­rempuan sehingga bisa diha­rap­kan untuk memperkuat pe­n­­e­rapan pembelajaran ini se­ca­ra lebih luas. Bagaimanapun, kaum perempuan adalah ibu ge­ne­rasi. Kesehatan mereka sa­ngat berpengaruh pada ke­se­hat­an umat manusia.