Statin Pada Penyakit Ginjal Kronik


PENDAHULUAN

Penyakit Ginjal Kronik (PGK), yang ditandai dengan kelainan fungsi ginjal atau albuminuria selama setidaknya 3 bulan, berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (PKV). PGK seringkali merupakan komplikasi dari hipertensi dan diabetes, dimana keduanya merupakan faktor risiko PKV.
Kelainan fungsi ginjal dan albuminuria sendiri merupakan faktor risiko PKV, walaupun pada kondisi tidak ada hipertensi dan diabetes (Harper & Jacobson, 2008; Gansevoort et al., 2013).

Pasien PGK memiliki risiko tinggi untuk mengalami PKV. Peningkatan prevalensi morbiditas dan motalitas PKV dapat dijumpai pada semua umur pada pasien PGK. Terdapat peningkatan linear dari laju kematian terkait PKV yang berhubungan dengan penurunan glomerular filtration rate (GFR; laju filtrasi glomerulus) di bawah 75 mL/min/1,73 m2. Laju kematian semakin meningkat dengan semakin turunnya GFR. Laju kematian akibat PGK juga tampak setara dengan infark myokard atau penyakit jantung koroner (PJK) dan diabetes, sehingga PGK dianggap sebagai penyakit yang setara dengan PJK (chronic kidney disease equivalent) (Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) Lipid Work Group, 2013).

Dislipidemia merupakan hal yang umum dijumpai pada PGK. Dislipidemia yang terjadi berkaitan dengan faktor multipel, termasuk GFR, diabetes, albuminuria, status nutrisi, obat-obatan, dan faktor komorbid yang lainnya. Walaupun PGK merupakan penyakit yang dianggap setara dengan PKV, pasien PGK seringkali tidak mendapat diagnosis dan terapi yang adekuat dengan obat penurun lipid. HMG CoA reduktase inhibitor (statin) merupakan obat yang memiliki potensi untuk memperbaiki profil lipid, dan untuk pencegahan PKV. Efek penggunaan statin terhadap outcome pada ginjal, termasuk terhadap penurunan GFR dan albuminuria, masih menunjukkan hasil yang kontroversial. Hal ini juga ditambah dengan kurangnya panduan tata laksana praktis klinis untuk hal tersebut (Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) Lipid Work Group, 2013; Colantonio et al., 2015).Untuk itu perlu kajian tentang penggunaan statin pada PGK.

Sumber: Pendidikan Dokter Berkelanjutan XXXII 2017 - Ilmu Penyakit Dalam

Source:
Keywords:

rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; harga ginjal di rumah sakit; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit ginjal di penang malaysia; mencari pembeli ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; dokter ginjal terbaik di penang; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2017; orang yang membutuhkan donor ginjal; lowongan donor ginjal; harga ginjal di rumah sakit; rumah sakit yang membutuhkan ginjal; cara menjual ginjal di rumah sakit; harga ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; komunitas jual beli ginjal; jual beli ginjal online 2018; harga ginjal 2017 di indonesia; calo jual beli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; dibutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; orang yang membutuhkan donor ginjal; calon pembeli ginjal 2018; pencari donor ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal; biaya operasi batu ginjal di penang; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter ginjal terbaik di malaka; rumah sakit di malaysia; rumah sakit terbaik di malaysia; calon pembeli ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; cara menjual ginjal dengan cepat 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; butuh ginjal cepat; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter spesialis ginjal di singapura; biaya transplantasi ginjal di penang; biaya laser batu ginjal di penang; dokter urologi di island hospital penang; pengalaman berobat ginjal di penang; dokter lambung terbaik di penang