Rumah Ginjal

Blog

cara-mudah-mengobati-asam-urat.jpg
Terbaru

Saya Nyeri Sendi, Apakah Asam Urat Saya Tinggi?

"Saya nyeri sendi. Apakah asam urat saya tinggi?" Rumah Ginjal - Pertanyaan ini sering terlintas oleh setiap individu di Indonesia, khususnya kelompok usia 30 tahun ke atas. Nampaknya, hal ini merupakan problematika yang sudah turun-temurun. Jika nyeri sendi pasti asam urat yang tinggi. Apakah dengan keadaan ini lantas membuat sebagian orang untuk pergi ke dokter? Jawabnya, "tidak semua", mereka lebih memilih pergi ke apotek untuk membeli obat penurun asam urat, tanpa mengetahui apakah benar nyeri sendinya terkait asam urat. Selain itu tidak sedikit teman, keluarga, atau tetangga yang menyarankan untuk membeli obat tertentu atau obat asam urat tanpa konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Hal ini bisa fatal! Sebelum jauh membahas kesitu kita perlu tahu apakah asam urat itu.   Apa itu asam urat? Asam urat adalah senyawa biokimia hasil pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sendiri secara normal memang diproduksi tubuh dan ada sumber purin lainnya berasal dari makanan. Makanan yang mengandung purin dengan jumlah yang tinggi adalah hati, makarel, makanan kaleng, bir, dan daging merah.

bagaimana-mengukur-tekanan-darah-sendiri.jpg

Apa yang Harus Dilakukan jika Terkena Darah Tinggi?

Rumah Ginjal - Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal dengan darah tinggi adalah “pembunuh yang senyap atau the silent killer” alias tidak bergejala yang diam diam merusak pembuluh darah dan bisa mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius. Pada dasarnya jika sudah terkena darah tinggi akan terus melekat pada pasien tersebut dan tidak ada obat yang bisa menghilangkannya. Namun anda bisa mengkontrol tekanan darah anda menjadi normal dengan cara yang tepat. Hal ini dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi darah tinggi seperti penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal, dan lainnya. Berikut adalah langkah langkah jika anda terkena darah tinggi.   1. Mengubah perilaku gaya hidup menjadi gaya hidup yang sehat, seperti: Diet makanan yang rendah garam Membatasi minum alkohol Melakukan aktifitas fisik dengan enjoy atau berolahraga Mengurangi stres Pertahankan berat badan Berhenti merokok Minum obat dari dokter secara teratur Rutin kontrol ke dokter  

batu-ginjal-rumah-ginjal.jpg

Ketahui Jenis Batu Ginjal Anda!

Rumah Ginjal - Batu ginjal dan saluran kemih adalah masalah yang sering terjadi pada pasien tertentu yang mempunyai faktor risiko. Pasien biasanya mempunyai keluhan nyeri yang hilang timbul pada pinggang atau perut bagian bawah yang biasa menembus ke belakang yang juga sering disertai dengan kencing bewarna merah. Batu ginjal biasanya timbul berulang kali meski sudah dilakukan operasi atau perawatan medis, jadi sebaiknya mengetahui jenis batu ginjal Anda bisa mencegah kekambuhan berulang ini.   Apa saja jenis jenis batu ginjal? Jenis batu ginjal yang sering terjadi sekitar 80% adalah batu kalsium, kemudian batu oksalat, batu asam urat, batu struvit dan batu cystine. Batu kalsium adalah batu tersering yang menyebabkan batu ginjal, biasanya juga bergabung dengan molekul lain seperti batu kalsium oksalat, kalsium fosfat. Batu asam urat juga sering menjadi penyebab terutama pasien yang sering dan dalam jumlah besar mengkonsumsi daging merah. Setiap batu mempunyai pencetus dan faktor risiko masing masing.

stunting-kompas-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.
Terbaru

Mengatasi Persoalan Serius Terkait Tengkes

Rumah Ginjal - Setahun belakangan ini kita disuguhi berbagai berita tentang kemajuan Indonesia di bidang teknologi. Akhir tahun lalu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersemangat mengajak menyambut datangnya era Revolusi 4.0.  Inilah era industri yang didukung berbagai teknologi canggih. Februari, dari Cape Canaveral Florida, AS, diberitakan roket Falcon 9 SpaceX meluncur ke angkasa luar membawa satelit Nusantara Satu.  Inilah satelit komunikasi broadband canggih seharga Rp 35 triliun milik Indonesia. April lalu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meluncurkan Alugoro 405, kapal selam pertama buatan PT PAL.  Betapa bangganya, kita sudah menjadi bagian dari bangsa- bangsa yang menguasai teknologi canggih, tonggak kemajuan masa depan. Namun, membawa kita tersentak, Kompas, edisi 28 Mei menulis Tajuk Rencana dengan judul "Gizi untuk Generasi Unggul". Judulnya biasa saja, tetapi isinya membuat kening berkerut dan menggedor kesadaran kita.  Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2018 yang dikutip pada tulisan itu, prevalensi tengkes (stunting) Indonesia mencapai 30,8 persen, jauh di atas prevalensi (jumlah yang terpapar) stunting global yang 21 persen. Angka 30,8 persen berarti hampir sepertiga dari anak-anak Indonesia (anak balita dan remaja) menderita stunting.

anak-penyandang-obesitas-rumah-ginjal.jpg

Mewaspadai Bahaya Obesitas

Rumah Ginjal - Di grup Whatsapp kesehatan beredar anekdot, "Pengendara sepeda ialah bencana bagi perekonomian negara. Mereka tak beli mobil, bensin, tak bayar parkir, dan tak pernah ke dokter. Sebaliknya, restoran cepat saji ialah berkah perekonomian, termasuk bagi klinik, apotik, dan pusat kebugaran, karena meningkatkan jumlah pasien penderita obesitas." Anekdot ini membuat kita tersenyum getir. Obesitas atau kegemukan dianggap menjadi problem negara. Apakah obesitas sudah menjadi ancaman? Respons menghadapi kegemukan ini beragam. Ada yang cukup dengan berolah raga di rumah atau sekadar jalan kaki tiap pagi, ikut senam kebugaran, atau diet. Yang malas olahraga, tapi pengin cepat turun bobot, bisa datang ke klinik liposuction (sedot lemak), asal mampu bayar. Dari sisi medis, penting untuk menangani obesitas. Kegemukan atau kelebihan berat badan ialah pintu masuk bagi sederetan penyakit berat, seperti gangguan jantung dan ginjal. Makin gemuk (obese) seseorang, makin besar risiko tubuhnya kena gangguan penyakit, seperti hipertensi. Jika tekanan darah seseorang melebih batas normal 140/90 mm Hg, aliran darah ke ginjal akan terhambat tidak lancar. Jika tak segera ditangani, bisa mengarah ke gagal ginjal. Jadi, kegemukan bisa menjadi pintu gerbang masuknya hipertensi, dan potensial mengarah ke gagal ginjal.

prof-djoko-santoso.jpg

Jangan Remehkan Gatal Pada Gagal Ginjal Kronis

Rumah Ginjal - Tutwuri.id – Sebagaimana diketahui bahwa kasus gagal ginjal kronis hingga saat ini sangat tinggi baik itu di level nasional maupun global; bahkan trennya pun cenderung meningkat terus. Ngerinya lagi, hal ini juga diikuti oleh berbagai penyulit penyerta yang salah satu di antaranya berupa kasus gatal yang sering membandel.   Secara epidimiologi angka kasus gatal ini bervariasi, setidaknya 40% pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir mengalami gatal dengan derajat sedang-berat. Berdasar negara prevalensi gatal (pruritus) yang berderajad sedang-berat ditemukan 36% di Prancis, 50% di Inggris, Jepang dari 20% hingga 70%. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yamada et al., kasus gatal dilaporkan sebesar 66,9% pasien cuci darah, dan di antaranya tersebut ada 41,2% yang memiliki gangguan tidur terkait gatal.   Umumnya bentuk keluhan gatal (yang dari penderita gagal ginjal) sangat mendorong kebutuhan kuat untuk menggaruknya. Padahal kejadiannya begitu sangat sering sehingga bisa dibayangkan bagaimana kompleksnya problem tersebut. Faktor yang menerangkan gatal yang membandel, selain faktor keringnya kulit dan abnormalnya saraf, juga dari timbunan garam calsium phosphat yang mendasari gambaran dalam bentuk jerawat pada kulitnya yang gatal.

book4.jpg

Buku: Siapkan diri Anda untuk Cangkok Ginjal

Rumah Ginjal - Buku berjudul  “Siapkan Diri Anda Untuk Cangkok Ginjal” ini menjelaskan bagaimana persiapan yang perlu dilakukan, dan kriteria bagi calon pendonor ginjal. Buku ini disusun menjadi 12 bab, mulai dari mengenal transplantasi ginjal, mempersiapkan logistik proses cangkok ginjal, mencari dan memahami proses evaluasi donor hidup, persiapan resipian selama pracangkok, perawatan pra operasi, prosedur pembedahan transplantasi ginjal, manajemen pascaoperasi resipien transplantasi ginjal, rehabilitasi pola hidup, hingga pembahasan tentang penanganan pasien pasca cangkok ginjal.

rumah-ginjal-buku-ginjal-60-menit-menuju-ginjal-sehat.jpg

Buku: 60 Menit Menuju Ginjal Sehat

Jika Anda penderita penyakit ginjal, atau sedang terkena masalah ginjal, diabetes, stroke, tekanan darah, maupun orang sehat yang ingin menjaga kesehatan ginjal, inilah buku yang mestinya Anda baca! Buku yang ditulis dokter ahli ginjal, Prof. Dr. Djoko Santoso, Ph. D., yang pernah mengenyam pendidikan di Graduate School of Medicinedi Juntendi Jepang dengan menyabet gelar Ph. D. ini membahas dengan ringan masalah-masalah ginjal, mulai dari mengetahui apa itu ginjal hingga masalah gagal ginjal termasuk gagal ginjal kronik.

rumah-ginjal-buku-hipertensi-membonsai-hipertensi.jpg

Buku: Membonsai Hipertensi

Rumah Ginjal - SETELAH sukses dengan buku 60 Menit Menuju Ginjal Sehat (Jaring Pena, 2009), Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D menyajikan kembali karyanya kepada pembaca dengan hadirnya buku Membonsai Hipertensi ini. Tidak kalah dari buku sebelumnya itu, buku kedua ini sangat bagus dan pasti bermanfaat bagi masyarakat luas. Dikemas dengan gaya lugas dan ringkas, buku Membonsai Hipertensi mudah dipahami. Tidak hanya sebatas dipahami, buku ini oleh penulisnya diharapkan bisa menjadi bahan pengetahuan bagi orang yang tidak atau belum terkena hipertensi, dan pedoman pemeliharaan dan pengobatan hipertensi bagi yang telah terkena penyakit tersebut.

Publikasi Ilmiah

material-sciences-and-engineering.jpg

Preparation and characterization of imprinted zeolite-Y for p-cresol removal in haemodialysis



Rumah Ginjal - In this work, the novel imprinted zeolite (IZ) was synthesized, and its properties and performance in terms of adsorption of p-Cresol, which represent the protein-bounded uremic toxins in aqueous phase under phosphate buffer saline, were studied and compared with the synthesized zeolite-Y (ZeoY-S) and commercial CBV 100 zeolite-Y (ZeoY-C).The ZeoY-S was synthesized from sodium aluminate, NaOH, H2O and SiO2 under aging for 24 h at room temperature and hydrothermal condition for 24 h at 100 °C, with an initial composition of 10SiO2:Al2O3:4Na2O:180H2O.

the-indonesian-biomedical-journal.jpg

Determiner of Poor Sleep Quality in Chronic Kidney Disease Patients Links to Elevated Diastolic Blood Pressure, hs-CRP, and Blood-count-based Inflammatory Predictors



Rumah Ginjal - BACKGROUND: Sleep deprivation is strongly associated with cardiovascular disease (CVD) via sympathetic overstimulation and systemic inflammation in general population. However, the significance of poor sleep quality in chronic kidney disease (CKD) is still underexplored. METHODS: This study assessed the sleep quality of 39 with non-dialysis CKD (ND CKD) patients and 25 hemodialysis CKD (HD CKD) patients using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Poor sleeper was defined as individual with PSQI > 5.

jurnal-teknologi-utm.jpg

Incorporation Of Imprinted-Zeolite To Polyethersulfone/Cellulose Acetate Membrane For Creatinine Removal In Hemodialysis Treatment



Abstract Polyethersulfon (PES) membrane has been widely used in the biomedical field especially in hemodialysis application. Many modifications of membranes have been applied into hemodialysis such as diffusion, adsorption, and mixed-matrix membrane. The main problem of those membranes is less selectivity to attract the uremic toxins. In this study, we report the modification of PES mixed with cellulose acetate (PES/CA) membrane as mixed-matrix membrane (MMM) using imprinted-zeolite (PES/CA/IZC) in order to increase the selectivity for targeted analyte. The hollow fibre membranes (HFM) were fabricated by dry-wet spinning technique.

kebidanan-fk-unair-ditunjuk-jadi-center-of-excellence.jpeg
Terbaru

Kebidanan FK UNAIR Ditunjuk Jadi Center of Excellence

UNAIR NEWS – Tahun 2019 ini Program Studi Pendidikan Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terpilih sebagai salah satu Centre of Excellence (CoE) Pendidikan Kebidanan (midwifery) oleh United Nation Population Fund  (UNFPA) dan Pemerintah Kanada. Pengakuan tersebut disampaikan Perwakilan UNFPA, Risnawati, dalam pembukaan Kick Off Meeting and Workshop  Center of Exchellence in Midwifery Study Programme Universitas Airlangga, di Hotel Novotel Samator, 26-28 Agustus 2019.

prof-djoko-santoso-insbiomm.jpg

INSBIOMM, Improving World Health Safety Through Collaborative Research between Researchers

UNAIR NEWS – The threat of infectious diseases has the potential to kill thousands and even millions of people every year. The threat appears as an outbreak that can damage public health, national security, and integrity. The disease consists of influenza, tuberculosis, malaria, infections that are resistant to antibiotics, HIV/AIDS. Responding to this problem, Institute of Tropical Desease (ITD) Universitas Airlangga (UNAIR) in collaboration with Indonesian National Army Health Center (PUSKES TNI) held an international conference titled Infectious Disease, Biothreats and Military Medicine (INSBIOMM) on Tuesday, August 27.

unair-itb-rembuk-virtual-reality.jpg

UNAIR-ITB Rembukkan Virtual Reality untuk Pembelajaran Kedokteran

UNAIR NEWS – Teknologi Virtual Reality (VR) semakin marak digunakan dalam berbagai bidang termasuk militer, aviasi, hiburan, dan kedokteran. Penggunaan VR dalam bidang kedokteran sudah berlangsung di Amerika dan Eropa selama 25-30 tahun. Tak ingin ketinggalan, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Airlangga (UNAIR) bersinergi menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pembuatan produk teknologi VR sebagai alat pengajaran di bidang kedokteran. FGD tersebut dihadiri oleh Prof. dr. Djoko Santoso, Ph.D, K-GH, FINASIM selaku Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Jaka Sembiring, M.Eng dari ITB, tim VR ITB, tim VR UNAIR, dokter spesialis-akademisi UNAIR, dan Pusat Inovasi Pembelajaran & Sertifikasi (PIPS) UNAIR sebagai penyelenggara acara. Prof. Djoko sebagai wakil rektor bidang akademik dan kemahasiswaan membuka acara pada Rabu (4/9/2019). FGD yang akan berlangsung hingga Jumat (6/9/2019) itu dilaksanakan di Ruang Kahuripan 305, Kantor Manajemen UNAIR.