2.500 Dokter Muda Terancam Menganggur


Rumah Ginjal - PERKEMBANGAN pendidikan kedokteran, khususnya di beberapa perguruan tinggi yang relatif belum lama membuka prodi kedokteran menarik diamati. Ada kejadian kurang mengenakkan saat rombongan mahasiswa FK berdialog dengan anggota Badan Legislasi DPR di kompleks Parlemen, Jakarta, beberapa waktu lalu. M Ichsan Fathillah, mahasiswa kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, menyesalkan kejadian tiga rekannya yang depresi akibat tak kunjung lulus uji kompetensi. "Banyak dampak kami rasakan, ditambah lagi meninggalnya tiga rekan sejawat kita," katanya, seperti diberitakan situs tribuntimur.com, (3/4/2018). 

Katanya, pada ujian Maret dan September 2017, rekannya meninggal akibat depresi dan sesak napas saat mengikuti ujian, tetapi tidak boleh keluar ruangan sebelum waktu ujian selesai. Ichsan dan teman-temannya mempertanyakan, apakah pantas untuk menjadi seorang dokter harus diuji dengan 200 soal dalam 200 menit? Dan hanya dengan itu kita bisa mengabdi kepada negara ini?," katanya.

Dia juga menyayangkan, ada sekitar 2.500 dokter muda masih menganggur karena belum lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang diselenggarakan Kemenristek-Dikti. Angka ini didapat dari keterangan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Bambang Supriyatno, pada diskusi 'Menata Cetak Biru Sumber Daya Iptek Dikti Menuju Indonesia Emas' di Jakarta, 11 Desember tahun lalu.

Begitulah curhat mahasiswa calon dokter kepada wakil rakyat. Mewakili rekan-rekannya, ia berharap bisa segera diakui secara legal sebagai dokter agar bisa secepatnya mengabdi pada masyarakat.

Mari kita bahas persoalan ini. Memang, uji kompetensi bagi calon dokter ialah momok menakutkan, setidaknya dari sisi yang berkepentingan. Tak heran banyak peserta tidak lolos. Para dokter muda yang tak lolos UKMPPD, tidak akan diizinkan praktik kedokteran dalam program internship. Bisa jadi yang tak lolos menganggap inilah bukti pemerintah tak serius berupaya menambah kekurangan jumlah dokter.

Di RI, seorang dokter melayani 2.500 warga. Sebagai perbandingan, di Malaysia seorang dokter untuk 800 orang. Meski rasionya sangat jomplang, tapi untuk meningkatkan jumlah dokter di sini sangat sulit. Tidak semua lulusan FK bisa otomatis jadi dokter. Barangkali begitulah yang dirasakan oleh mahasiswa yang curhat tadi.

Tersirat, para mahasiswa yang kesulitan lolos uji itu berharap pihak konsil meninjau level kesulitan ujian agar lebih mudah lulus. Bisa dipahami jika para calon dokter ini berharap demikian. Sebab, mereka merasa telah ikut terlibat dalam proses merawat pasien (meski dalam bimbingan dokter senior) di RS, sejak masuk program profesinya.

Namun perlu dipahami, dengan pertimbangan utama keselamatan pasien, maka memang perlu kriteria kompetensi minimal cukup tinggi bagi seorang calon dokter, sebelum diizinkan terjun praktik melayani pasien. Sudah tepat jika para lulusan dokter harus memiliki kompetensi cukup, sesuai standar Konsil Kedokteran RI. Para calon dokter harus sebagian besar menguasai enam area kompetensi dokter.

Kedalaman substansif

Dalam curhat di atas mereka mengeluhkan, hanya dalam 200 menit harus menyelesaikan 200 soal ujian. Sebenarnya ini menyangkut kedalaman substansif, bahwa itulah proses untuk mencetak dokter dengan kualitas minimal yang harus dipenuhi.

Komponen penilaian ini mewakili berbagai aspek yang dimiliki mahasiswa selama 7 semester yang sebagian besar dihabiskan di bangku kuliah dan 4 semester praktik penuh di RS Pendidikan (RSP). Selama praktik di RSP, materinya yakni penguasaan teori ilmu kedokteran dengan paket praktikum, kemampuan sosialisasi, dan komunikasi.

Targetnya, membangun karakter dokter sebagai ilmuwan, praktisi klinik, periset, manajer, komunikator, dan edukator. Jelas sangat berat untuk melompati saringan UKMPPD jika parameter di atas tidak dikuasai calon dokter selama mengikuti proses pendidikan.

UKMPPD selama ini materinya pengetahuan medis dan keterampilan klinis, meliputi tes pengetahuan terapan (pertanyaan pilihan ganda), tes keterampilan klinis dan profesional (ujian klinis terstruktur objektif, yang dikenal istilah OSCE-objective structure clinical examination), serta pertanyaan perawatan kesehatan dan hukum kedokteran yang diperlukan untuk kemampuan minimal seorang dokter.

Penulis: Djoko Santoso Guru Besar Fakultas Kedokteran UnairPada: Sabtu, 07 Jul 2018, 08:30 WIB
Media Indonesia

Source: http://mediaindonesia.com/read/detail/170698-2500-dokter-muda-terancam-menganggur
Keywords:

rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; harga ginjal di rumah sakit; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit ginjal di penang malaysia; mencari pembeli ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; dokter ginjal terbaik di penang; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2017; orang yang membutuhkan donor ginjal; lowongan donor ginjal; harga ginjal di rumah sakit; rumah sakit yang membutuhkan ginjal; cara menjual ginjal di rumah sakit; harga ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; komunitas jual beli ginjal; jual beli ginjal online 2018; harga ginjal 2017 di indonesia; calo jual beli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; dibutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; orang yang membutuhkan donor ginjal; calon pembeli ginjal 2018; pencari donor ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal; biaya operasi batu ginjal di penang; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter ginjal terbaik di malaka; rumah sakit di malaysia; rumah sakit terbaik di malaysia; calon pembeli ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; cara menjual ginjal dengan cepat 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; butuh ginjal cepat; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter spesialis ginjal di singapura; biaya transplantasi ginjal di penang; biaya laser batu ginjal di penang; dokter urologi di island hospital penang; pengalaman berobat ginjal di penang; dokter lambung terbaik di penang