Dokter, Sosok yang Dianggap Kaku-Dingin


Rumah Ginjal - DUNIA entertainment baru saja dikejutkan oleh meninggalnya dr Ryan Thamrin yang lebih dikenal sebagai dr Oz. Popularitas dokter rupawan itu melejit setelah menjadi host program Dr. OZ Indonesia yang ditayangkan stasiun televisi swasta.

Dalam tayangan tersebut, Ryan tampil memesona: wajah ganteng, potongan rambut trendi, energik, terampil menjelaskan tip menjaga kesehatan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami, murah senyum, dan humoris. Tak ayal, tayangan itu selalu ditunggu. Ryan yang masih bujang pun menjadi favorit pemirsa perempuan, mulai gadis sampai emak-emak.

Penampilan Ryan tersebut bisa dibilang meruntuhkan stereotip tentang sosok dokter selama ini: selalu serius, wajah berkerut dan antisenyum, irit bicara, tidak komunikatif dengan pasien, dan kurang gaul. Ada tambahan jika dokternya sudah sepuh: kepala botak, rambut ubanan, dan kacamata tebal.

Stereotip itu sudah melekat di benak masyarakat selama bertahun-tahun, tapi para dokter tidak terganggu. Bisa jadi mereka bahkan menikmatinya. Karena itu, banyak yang tak percaya kalau Ryan adalah seorang dokter. Apalagi jika disebutkan semasa kuliah pernah menjadi model dan cover boy.

Mengapa profesi dokter selama ini menyandang stereotip seperti itu? Entahlah, sulit untuk mengurainya. Namun, proses panjang dan sulit selama menempuh pendidikan kedokteran mungkin punya andil dalam membentuk stereotip sosok dokter.

Pendidikan kedokteran bisa dibilang bagaikan kawah candradimuka bagi calon dokter. Kedokteran merupakan disiplin ilmu yang berhubungan dengan kesehatan dan nyawa manusia dengan segala risikonya. Untuk menghasilkan dokter yang berkualitas, dibutuhkan sumber daya yang bagus dengan proses pendidikan yang bagus serta kontrol yang ketat.

Mahasiswa kedokteran biasanya merupakan hasil seleksi penerimaan dengan nilai paling bagus. Lulusan SMA dengan nilai pas-pasan pasti enggan memilih fakultas kedokteran sebagai pilihan masuk karena takut gagal.

Selanjutnya, selama bertahuntahun, setiap hari mahasiswa menghabiskan waktunya untuk menimba ilmu dan mengasah keterampilan. Di ruang kuliah menyerap ilmu dari dosen, di ruang laboratorium belajar praktik, di RS belajar menangani pasien. Masih ditambah diskusi kelompok. Pulang ke kos masih mengerjakan tugas kuliah dan mempersiapkan bahan untuk esoknya.

Setelah lulus sarjana pun, mereka ma sih harus menjalani pro gram intern ship atau proses magang di RS dengan pengawasan dokter se ni or. Dalam proses internship itu pun, hampir tak ada waktu luang. Hampir tiap hari disibukkan dengan penanganan pasien, konsultasi dengan dosen senior, serta penyusunan laporan. Begitu mereka lulus dokter, pasien sudah antre panjang menunggunya di pus kes mas. Hampir tak ada waktu luang.

Sejak awal kuliah hingga lulus, bahkan setelah ditugaskan di puskesmas pun, dokter hampir tidak punya waktu luang. Bertahuntahun yang dilihat tiap hari adalah wajah-wajah pucat pasien sakit, darah muncrat, nanah, koreng, sel kanker, tubuh remuk, hingga tubuh yang tak bernyawa.

Suara yang tiap hari didengar adalah keluhan, erangan, dan jerit kesakitan. Orang biasa mungkin mblenger. Tapi, dokter lama-kelamaan kebal menghadapi situasi itu. Dengan latar belakang itulah, mungkin kebanyakan dokter lantas menjadi sosok yang dingin, kaku, antisenyum, dan kurang komunikatif. Inilah stereotip yang selama puluhan tahun melekat pada profesi dokter, yang mungkin terbentuk karena pengaruh proses pendidikannya.

Meski menyandang stereotip, dokter masih ditempatkan masyarakat sebagai profesi terhormat. Di kalangan masyarakat bawah, dokter masih dianggap dewa penolong. Keahlian dokter menangani dan merawat orang sakit seakan membuat masyarakat melupakan karakternya yang dingin dan kaku itu.

Namun, di sisi lain, ketatnya proses pengajaran itu juga memungkinkan munculnya potensi terpendam mahasiswa. Jika lingkungan dan suasana belajar di kampus, di kos, maupun di pergaulan terasa menyenangkan, mahasiswa akan terdorong untuk bisa mengeksplorasi bakat dan potensi terpendamnya. Mahasiswa dengan bakat bicara yang komunikatif dan senang tampil di panggung akan makin terasah dalam proses pembelajaran panjang itu. Bisa saja kemampuan medisnya standar, tapi bakat bicaranya di depan publik terasah dengan sangat bagus.

Barangkali dalam situasi seperti itulah mahasiswa Ryan menggodok diri sampai kemudian muncul di layar televisi dan mendobrak stereotip itu. Kok ada dokter yang tampil trendi dan gaul?

Tentu saja. Sebab, dr Ryan sebelumnya menggeluti dunia entertain ment, sebagai model dan cover boy. Maka jadilah profesi kedokteran masuk lingkaran selebriti. Dunia medis ternyata bisa ditampilkan dengan wajah ceria dan menyenangkan.

Oleh Djoko Santoso
Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya
Opini JawaPos, 23/1/2018 15.45 wib.

Source: http://library.uinsby.ac.id/?p=2805
Keywords:

rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; harga ginjal di rumah sakit; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit ginjal di penang malaysia; mencari pembeli ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; dokter ginjal terbaik di penang; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2017; orang yang membutuhkan donor ginjal; lowongan donor ginjal; harga ginjal di rumah sakit; rumah sakit yang membutuhkan ginjal; cara menjual ginjal di rumah sakit; harga ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; komunitas jual beli ginjal; jual beli ginjal online 2018; harga ginjal 2017 di indonesia; calo jual beli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; dibutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; orang yang membutuhkan donor ginjal; calon pembeli ginjal 2018; pencari donor ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal; biaya operasi batu ginjal di penang; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter ginjal terbaik di malaka; rumah sakit di malaysia; rumah sakit terbaik di malaysia; calon pembeli ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; cara menjual ginjal dengan cepat 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; butuh ginjal cepat; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter spesialis ginjal di singapura; biaya transplantasi ginjal di penang; biaya laser batu ginjal di penang; dokter urologi di island hospital penang; pengalaman berobat ginjal di penang; dokter lambung terbaik di penang