Etik Bukan Hanya Atur Dokter


Etik di dunia medis cenderung dikaitkan dengan profesi dokter. Padahal, sebenarnya etik bukan hanya mengatur profesi dokter, melainkan juga berkaitan erat dengan kewajiban pasien.

“Dari sisi dokter, etik berhubungan dengan apakah dokter sudah melaksanakan tindakan medis dengan semestinya. Etik terkait erat dengan hati nurani,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (24/1). Sebaliknya dari sisi pasien, pasien wajib memberikan informasi yang sebenarnya agar tidak terjadi kesalahan diagnosa.

Merujuk pada pengalamannya, kesalahan atau ketidaklengkapan informasi yang disampaikan pasien dapat menyebabkan kesalahan penanganan. Hasil pengobatan pun tidak maksimal.

Ia mengungkapkan, ada kalanya dokter dihadapkan pada masalah dilematis. Di satu sisi dokter ingin menolong pasien dengan maksimal. Namun, di sisi lain, ada berbagai keterbatasan. Hal yang sering terjadi, kemampuan ekonomi pasien terbatas. Padahal, biaya yang diperlukan untuk melakukan tindakan medis tergolong besar. Kondisi itu membuat tindakan medis tak dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Cuci darah yang idealnya seminggu dua kali, contohnya, hanya bisa dilakukan seminggu sekali bahkan kurang. Belum lagi menyangkut obat-obatan.

“Negara belum bisa berperan seperti yang kita harapkan. Jadi, pasien yang kemampuan finansialnya belum tentu mendukung itu harus mengusahakan sendiri biaya pengobatan,” ungkap dr Djoko.

Dalam menghadapi situasi semacam itu, menurutnya, dokter wajib menjelaskan kepada pasien mengenai tindakan medis yang seharusnya ditempuh, lengkap dengan tujuan dan risikonya. Sementara pasien berhak menentukan apakah ia akan menjalani atau mengabaikan tindakan medis yang disarankan itu.  

Apa pun keputusan pasien, bersedia menjalani atau sebaliknya menolak tindakan medis, dokter akan meminta pasien menandatangani surat pernyataan. Hal itu merupakan tindakan antisipastif untuk menghindarkan dokter dari tuntutan hukum di kelak kemudian hari. (lee).

 

Sumber : https://jjfm.wordpress.com/2008/02/04/etik-bukan-hanya-atur-dokter/

Source:
Keywords:

rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; harga ginjal di rumah sakit; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit ginjal di penang malaysia; mencari pembeli ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; dokter ginjal terbaik di penang; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; calon pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2017; orang yang membutuhkan donor ginjal; lowongan donor ginjal; harga ginjal di rumah sakit; rumah sakit yang membutuhkan ginjal; cara menjual ginjal di rumah sakit; harga ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; komunitas jual beli ginjal; jual beli ginjal online 2018; harga ginjal 2017 di indonesia; calo jual beli ginjal; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; dibutuhkan donor ginjal 2018; mencari pembeli ginjal 2018; orang yang membutuhkan donor ginjal; calon pembeli ginjal 2018; pencari donor ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan donor ginjal; biaya operasi batu ginjal di penang; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter ginjal terbaik di malaka; rumah sakit di malaysia; rumah sakit terbaik di malaysia; calon pembeli ginjal 2018; iklan butuh donor ginjal 2018; cara menjual ginjal dengan cepat 2018; mencari pembeli ginjal 2018; rumah sakit pembeli ginjal; orang kaya yang butuh ginjal 2018; rumah sakit yang membutuhkan ginjal 2018; butuh ginjal cepat; dokter urologi terbaik di penang; dokter ginjal terbaik di indonesia; dokter spesialis ginjal di singapura; biaya transplantasi ginjal di penang; biaya laser batu ginjal di penang; dokter urologi di island hospital penang; pengalaman berobat ginjal di penang; dokter lambung terbaik di penang