#Kesehatan


Cuci Darah Bisa Dilakukan Sendiri

Cuci darah yang harus dijalani oleh penderita penyakit ginjal kronis tak hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Penderita yang memenuhi persyaratan tertentu dimungkinkan menjalani cuci darah secara mandiri. Dalam istilah medis, cuci darah seperti ini disebut continuious ambulatory peritoneal dialysis atau lazim disingkat CAPD.     

Kulit Kusam Akibat Ginjal Kronik

Kecantikan seseorang yang terkena penyakit ginjal kronik bakal surut. Warna kulit menjadi lebih gelap. Kulit juga kehilangan elastisitas dan tak jarang terasa gatal. Kuku terlihat kotor, sedangkan mulut berbau dan mudah terkena sariawan.          

Batasi Kalium, Natrium, dan Fosfat

Agar kerusakan ginjal tidak semakin parah, makanan yang dikonsumsi penderita penyakit ginjal kronik harus benar-benar diperhatikan. Apalagi, ada beberapa zat makanan yang justru membahayakan penderita.             “Yaitu, kalium, natrium, dan fosfat. Kalium biasanya terdapat di daging, kaldu, dan buah-buahan, terutama anggur, mangga, pisang raja,” kata dr Djoko Santoso SpPD K-GH PhD dalam talkshow Hidup Produktif dengan Ginjal Sehat di radio JJFM, Kamis (1/11).             

Gemuk? Awas Kena Ginjal Kronik!

Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit ginjal kronik. Timbunan lemak karena kegemukan dapat mengganggu lapisan pembuluh darah. Berarti pula, berpotensi mengganggu ginjal yang notabene merupakan gelung darah.

Mayoritas Gagal Ginjal Tak Tertangani

Sekitar 90 persen penderita gagal ginjal di Indonesia belum tertangani dengan baik. Budaya asuransi di negara ini masih rendah. Padahal, biaya pengobatan gagal ginjal sangat besar dan harus dilakukan seumur hidup. Akibatnya, karena alasan biaya, banyak penderita gagal ginjal tidak menjalani pengobatan sebagaimana mestinya. Faktor lain, tidak banyak perusahaan asuransi yang bersedia menanggung pengobatan penderita gagal ginjal.