#INSBIOMM


INSBIOMM, Improving World Health Safety Through Collaborative Research between Researchers

UNAIR NEWS – The threat of infectious diseases has the potential to kill thousands and even millions of people every year. The threat appears as an outbreak that can damage public health, national security, and integrity. The disease consists of influenza, tuberculosis, malaria, infections that are resistant to antibiotics, HIV/AIDS. Responding to this problem, Institute of Tropical Desease (ITD) Universitas Airlangga (UNAIR) in collaboration with Indonesian National Army Health Center (PUSKES TNI) held an international conference titled Infectious Disease, Biothreats and Military Medicine (INSBIOMM) on Tuesday, August 27.

Kemenkes Cegah Penyebaran Penyakit Kesehatan dengan Libatkan Semua Sektor

UNAIR NEWS – Pada tahun 2017, terdapat kejadian luar biasa di beberapa provinsi yaitu difteri (infeksi bakteri pada hidung dan tenggorokan). Pesatnya perkembangan teknologi penggunaan biopathogen dalam upaya terorisme merupakan ancaman baru yang bersifat zoonosis. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam kegiatan Infectious Diseases, Bio-threads, and Military Medicine (INSBIOMM) yang berlangsung di Garuda Mukti Gedung Manajemen lantai 5 Kampus C UNAIR memaparkan beberapa bahaya serta usaha yang dapat dilakukan guna mengurangi atau bahkan menghambat penyebaran penyakit.

INSBIOMM, Tingkatkan Keamanan Kesehatan Dunia Melalui Riset Kolaboratif Antar Peneliti

UNAIR NEWS – Ancaman penyakit menular berpotensi membunuh ribuan bahkan jutaan orang setiap tahunnya. Ancaman itu muncul sebagai wabah yang dapat merusak kesehatan masyarakat, keamanan dan integritas nasional. Penyakit itu terdiri dari influenza, TBC, malaria, infeksi yang kebal akan antibiotik, HIV/AIDS. Menyikapi persoalan tersebut, Institut Tropical desease (ITD) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Tentara Nasional Indonesia (PUSKES TNI) menggelar konferensi internasional bertajuk Infectious Disease, Biothreats and Military Medicine (INSBIOMM) pada Selasa (27/8/2019). Konferensi itu dirancang untuk menfasilitasi dan menyebarluaskan penelitian para ilmuwan dan profesional dalam menangani penyakit menular yang ada di Indonesia, utamanya tentang berkaitan dengan kesehatan militer. Makalah terpilih rencananya akan diterbitkan dalam jurnal terindeks scopus.