Info Terbaru

transisi-ke-endemi-yang-tertunda-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

|

Transisi ke Endemi yang Tertunda

Pemerintah memperkirakan puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia mungkin akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli 2022. Saatnya mengetatkan protokol kesehatan mencegah penyebaran varian baru.   Sekitar satu bulan lalu pemerintah menyatakan bahwa kita sedang memasuki masa transisi dari akhir pandemi menuju ke endemi. Ini pernyataan menggembirakan, apalagi didukung oleh fakta bahwa satu bulan setelah pemerintah mengizinkan liburan panjang mudik Lebaran, tak muncul gejolak yang mengkhawatirkan. Namun sayang, di tengah optimisme ini, tiba-tiba kasus harian secara perlahan naik. Sebenarnya sejak Mei penambahan kasus harian rata-rata di bawah 500 kasus, bahkan pada 16 Mei penambahan kasus harian hanya 182 kasus. Ini yang membuat banyak pihak optimistis pandemi segera berganti menjadi endemi.

jangan-pernah-bercanda-dengan-hipertensi-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

|

Jangan Pernah Bercanda dengan Hipertensi

Hipertensi merupakan faktor risiko independen utama untuk penyakit arteri koroner, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Jumlahnya pun sangat besar sekali di berbagai belahan dunia. Untuk AS saja setiap 3 orang dewasanya ada satu yang menderita hipertensi. Jika angka ini dipersentasekan ada kisaran 30% prevalensi hipertensi di AS. Tidak berhenti pada angka yang besar tersebut, namun lebih dari itu, dampak darinya sangat menakutkan. Baik dari sisi morbiditas maupun mortalitas. Untuk negara barat saja dilaporkan bahwa hipertensi menyumbang 18% dari kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Dampak dari sisi kerugian keuangan negara pun juga tidak tanggung-tanggung, dilaporkan ada sebesar 47,5 milar dollar untuk kerugian negara setiap tahunnya. Dengan demikian maka menjadi masuk akal jadinya untuk mewaspadai hipertensi sejak awal.

unair-sebut-usu-terdepan-di-pulau-sumatera-prof-djoko-santoso.jpg

|

UNAIR Sebut USU Terdepan di Pulau Sumatera

HUMAS USU – Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan kerja Senat Akademik dari Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 10 peserta dari UNAIR dan berlangsung di Ruang Senat Gedung Biro Pusat Administrasi USU pada Kamis, (09/06/2022) Kunjungan kerja ini diajukan oleh UNAIR dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkhusus hal-hal yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D.,Sp.PD.,K-GH.FINASIM mengatakan bahwa harus ada sesuatu yang didapatkan dari kunjungan kerja di USU, terutama dengan hal yang berkaitan dengan muatan lokal. 

sepintas-tentang-insulin-pada-penyakit-ginjal-diabetik-prof-djoko-santoso.jpg

A Glance at Insulin in Diabetic Kidney Disease

Patients with chronic Diabetes Mellitus (DM) who have uncontrolled blood sugar and those with blood sugar difficult to control with diabetes pills are certainly familiar with the term insulin injection. Insulin is a normal hormone in human body, which is produced and released by pancreatic cells in sufficient quantities to help the cells in our bodies absorb sugar in the blood. With insulin, our body is able convert sugar into energy with minimal metabolic waste. In a person with DM, due to several reasons, the amount of insulin the body produces is inadequate to carry out its functions, both in quantity and/or quality. Some of the possible causes are damage to pancreatic beta cells (insulin-producing cells) as in type I diabetes and the inability of the body cells to recognize the hormone insulin as in type II diabetes.

kurang-tidur-merusak-ginjal-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

Less Sleep, Less Healthy Kidney

Sleep is often underestimated by most people. Some people prefer to reduce hours of sleep, rather than having to skip a good movie, play social media, and other unfinished work. Although it is often taken for granted, it is undeniable that sleep has a very vital function for all organ systems in the body, including the kidneys. Research shows that sleep disorders influence the development of kidney disease. The suspected cause is an inflammatory process and sympathetic nerve activation that damages the glomerular basement membrane and the renal tubular apparatus. Several sleep disorders, such as obstructive sleep apnea, circadian rhythm disorders, hypersomnia, and insomnia have been associated with metabolic disorders which ultimately lead to kidney involvement, either because of decreased kidney function in dealing with increased metabolic waste or because the shorter duration of rest causes susceptibility to decreased quality of life of renal cells themselves.

sakit-ginjal-karena-meremehkan-batuk-pada-anak-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg

Sakit Ginjal Karena Meremehkan Batuk pada Anak

Pernahkan si kecil tercinta mengalami batuk dan sakit tenggorokan yang berulang? Jika pernah maka sebagai orang tua Anda harus lebih berhati-hati. Batuk memang sering dialami si kecil tiap harinya dan terkadang orang tua menganggapnya sepele dan hanya mengabaikannya. Sering kali batuk tersebut dikira hanya disebabkan karena terlalu banyak jajan es, minuman dingin  maupun gorengan di sekolah. Namun sepertinya orang tua harus mulai lebih berhati-hati, karena jika abai dalam menangani batuk pada anak, maka suatu saat akan berpotensi sakit ginjal di kemudian hari. Batuk dan nyeri tenggorokan adalah salah satu gejala khas dari infeksi saluran pernafasan akut atau yang dikenal dengan istilah ISPA

transisi-ke-endemi-yang-tertunda-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

Transisi ke Endemi yang Tertunda

Pemerintah memperkirakan puncak kasus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia mungkin akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli 2022. Saatnya mengetatkan protokol kesehatan mencegah penyebaran varian baru.   Sekitar satu bulan lalu pemerintah menyatakan bahwa kita sedang memasuki masa transisi dari akhir pandemi menuju ke endemi. Ini pernyataan menggembirakan, apalagi didukung oleh fakta bahwa satu bulan setelah pemerintah mengizinkan liburan panjang mudik Lebaran, tak muncul gejolak yang mengkhawatirkan. Namun sayang, di tengah optimisme ini, tiba-tiba kasus harian secara perlahan naik. Sebenarnya sejak Mei penambahan kasus harian rata-rata di bawah 500 kasus, bahkan pada 16 Mei penambahan kasus harian hanya 182 kasus. Ini yang membuat banyak pihak optimistis pandemi segera berganti menjadi endemi.

jangan-pernah-bercanda-dengan-hipertensi-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

Jangan Pernah Bercanda dengan Hipertensi

Hipertensi merupakan faktor risiko independen utama untuk penyakit arteri koroner, stroke, gagal jantung dan gagal ginjal kronis. Jumlahnya pun sangat besar sekali di berbagai belahan dunia. Untuk AS saja setiap 3 orang dewasanya ada satu yang menderita hipertensi. Jika angka ini dipersentasekan ada kisaran 30% prevalensi hipertensi di AS. Tidak berhenti pada angka yang besar tersebut, namun lebih dari itu, dampak darinya sangat menakutkan. Baik dari sisi morbiditas maupun mortalitas. Untuk negara barat saja dilaporkan bahwa hipertensi menyumbang 18% dari kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Dampak dari sisi kerugian keuangan negara pun juga tidak tanggung-tanggung, dilaporkan ada sebesar 47,5 milar dollar untuk kerugian negara setiap tahunnya. Dengan demikian maka menjadi masuk akal jadinya untuk mewaspadai hipertensi sejak awal.

mewaspadai-bahaya-obesitas-di-saat-transisi-menuju-endemi-prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg

Beware of Obesity during Transition to Endemic

Nearly two months have been over since Lebaran's long holiday passed without any significant upheaval. This makes many parties optimistic that the Covid-19 pandemic is transitioning to endemic. The wheels of the economy are shifting rapidly again: stations, airports, terminals, ports, hotels, shopping centers, restaurants, cafes, markets and stalls are back to full capacity. After two years of being confined at home due to the pandemic, the long Eid holiday also means it's time to travel with family and enjoy a range of culinary delights, as if exacting revenge. It is safe to say that the prospect of a third Covid explosion has passed. There are, however, other potential dangers. Overindulgence in dining out without restraint can result in overweight or obesity, which can be fatal.

unair-sebut-usu-terdepan-di-pulau-sumatera-prof-djoko-santoso.jpg

UNAIR Sebut USU Terdepan di Pulau Sumatera

HUMAS USU – Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan kerja Senat Akademik dari Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 10 peserta dari UNAIR dan berlangsung di Ruang Senat Gedung Biro Pusat Administrasi USU pada Kamis, (09/06/2022) Kunjungan kerja ini diajukan oleh UNAIR dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkhusus hal-hal yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D.,Sp.PD.,K-GH.FINASIM mengatakan bahwa harus ada sesuatu yang didapatkan dari kunjungan kerja di USU, terutama dengan hal yang berkaitan dengan muatan lokal. 

unimed-terima-kunjungan-senat-unair-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

UNIMED Terima Kunjungan Senat UNAIR

Senat Universitas Negeri Medan (UNIMED) menerima kunjungan Senat Akademik Universitas Airlangga (UNAIR) pada hari Jumat (10/06) di Ruang Sidang A Lt. III Biro Rektor Unimed. Kunjungan ini bertujuaan untuk penyusunan, peraturan dan kebijakan dibidang akademik di Unimed. Kunjungan ini disambut langsung Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. dan dihadiri Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes., Besrta para Wakil Rektor, Sekretaris Senat dan Para Sekretaris disetiap Komisi. Tim Senat dari Unair yakni Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp. PD., K-GH., FINASIM. (Ketua Senat Akademik), Prof. Dr. Mustain, M.Si., (Seketaris Senat Akademik)., Prof. Dr. Nursalam, M. M.Nurs (Katua Komisi I SA), Prof. Dr. Dewi Melani Hariyadi, S,Si., M.Phil., Ph.D. Apt. (Sekretaris Komisi I SA), Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U (Ketua Komisi II SA),

sepintas-tentang-insulin-pada-penyakit-ginjal-diabetik-prof-djoko-santoso.jpg

Sepintas Tentang Insulin pada Penyakit Ginjal Diabetik

Pasien dengan penyakit Diabetes Mellitus (DM) menahun yang memiliki gula darah tidak terkontrol dan sulit dikendalikan dengan obat pil diabetes tentu sudah tidak asing dengan istilah suntikan (injeksi) insulin. Insulin merupakan suatu hormon yang normal ada di tubuh manusia, yang dihasilkan dan dikeluarkan oleh sel pankreas dalam jumlah yang cukup untuk membantu sel-sel di tubuh menyerap gula yang ada di darah. Dengan adanya insulin, tubuh kita dapat mengubah gula menjadi energi dengan minimal zat sisa/sampah metabolisme. Pada seseorang dengan DM, oleh karena beberapa sebab, jumlah hormon insulin yang diproduksi tubuh tidak memadai untuk menjalankan fungsinya (baik dalam kuantitas dan atau kualitas). Beberapa sebab yang mungkin terjadi adalah kerusakan sel beta pankreas (sel penghasil hormon insulin) seperti pada DM tipe I dan ketidakmampuan sel tubuh untuk mengenali hormon insulin seperti pada DM tipe II.