Rumah Ginjal

Blog

menunda-minum-bisa-fatal-rumah-ginjal.jpg
Terbaru

Menunda Minum Bisa Fatal

Coba pikirkan, di belahan dunia manakah ada makhluk hidup yang tidak membutuhkan air? Kalau toh ada, sesungguhnya makhluk tersebut sudah menyiapkan sebelumnya di tempat khusus di tubuhnya agar tidak dehidrasi. Begitu pula dengan makhluk ciptaan Allah yang paling mulia, yaitu manusia. Berdasarkan literatur, tubuh kita mengandung sekitar 60-70% air dan setiap bagian dari tubuh ini tidak akan bisa di lepaskan dari zat yang disebut air. Dengan demikian tubuh membutuhkannya agar bisa berfungsi dengan baik. Mana kala volume air tubuh menurun, maka tubuh menderita dehidrasi hingga sirkulasi darah terganggu, sistem pengiriman inipun lebih sulit untuk bekerja. Dehidrasi ringan dapat membuat tubuh merasa lelah, dan dapat merusak fungsi tubuh normal. Jika ini berlanjut menjadi dehidrasi parah maka dapat menyebabkan kerusakan sel tubuh terutama organ ginjal. 

tetap-saja-mari-menghindari-sakit-ginjal-sekalipun-di-era-pandemi.jpg

Tetap saja, mari Menghindari Sakit Ginjal Sekalipun di era pandemi

Pernahkah terbersit dalam pikiran kita semua tentang seberapa berbahaya sakit ginjal, apalagi di era pandemi yang belum ada titik terang kapan berakhirnya?  Juga, bagaimanakah hal tersebut dikaitkan dengan kemampuan suatu negara dalam melindungi kesehatan warga negaranya? Sesungguhnya penyakit gagal ginjal kronis (GGK) menjadi momok tidak hanya bagi pasien dan keluarga, namun lebih dari itu, intinya bagi kita semua, termasuk petugas medis, pemerintah. Bisa bayangkan kalau melihat hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan, bahwa persentase penyakit ginjal kronik di Indonesia sebesar 3,8 persen dengan kenaikan sebesar 1,8 persen dari 2013. Data BPJS Kesehatan pada tahun 2017 mencatat total biaya Rp3,1 triliun dikerahkan untuk membiayai penyakit gagal ginjal kronis. Pembiayaan tersebut adalah peringkat keempat pengeluaran terbesar lembaga asuransi kesehatan negara tersebut.

evaluasi-donor-tranplantasi-ginjal.jpg

Ginjal Ajaib: Merawat Jauh Lebih Baik dari Memperbaiki Ketika Terganggu

Mencegah tetap lebih baik dari pada memperbaiki, suatu kata bijak yang sejak dulu senantiasa dipesankan dalam pitutur untuk melangkah pada aktivitas kehidupan, tak terkecuali juga dalam merawat fungsi organ ginjal. Ginjal yang berfungsi sangat baik dalam menopang kehidupan metabolisme tubuh sudah semestinya dijaga dan dirawat dengan baik. Dokter siapapun di mana saja tidak akan bisa mengembalikan fungsi ginjal ke aslinya ketika sudah mengalami kerusakan. Dalam kondisi ini, di antaranya telah muncul hipertensi, malnutrisi, anemia, penyakit gangguan tulang terkait gangguan ginjal kronis, gangguan mineral dan elektrolit, potensi penyakit jantung pembuluh darah, potensi penyakit stroke, kondisi inflamasi kronis dan masih banyak gangguan lainnya.

invasi-voc-delta-ke-kudus-dan-bangkalan-prof-djoko-santoso-media-indonesia.jpg
Terbaru

Invasi VoC Delta ke Kudus dan Bangkalan

VARIAN covid-19 dari India itu menginvasi dengan menunggangi kesembronoan kita. Akibatnya, pasien positif covid-19 Indonesia tiba-tiba melonjak drastis, berawal dari Kudus. Seperti diberitakan, penyebabnya ialah warga santai saja menjalani tradisi bakdo kupat (Lebaran ketupat), tujuh hari setelah Idul Fitri. Mereka berkerumun, bergerombol, dan saling mengunjungi. Di situlah varian delta covid-19 ikut ‘menari-nari’ di antara warga.  Maka, meledaklah kasus penularan di kota pusat rokok kretek itu. Rumah sakit menjadi penuh pasien, dan angka kematian melonjak. Lonjakan ini diperkuat hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diumumkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. Ia mengatakan dari 34 spesimen dari Kudus yang di periksa, 28 di antaranya positif varian delta. 

melecut-kibar-vaksin-merah-putih-kompas-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso-kompasid.jpg

Promoting Indonesia’s ‘Red and White’ Vaccine

The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries. Research for the production of a domestic vaccine, namely the Red and White vaccine, continues to progress. In a bid to smoothly get international recognition, efforts to develop a Red and White vaccine need to be immediately included in the World Health Organization website. Currently our vaccine candidate is not included in the list of 284 vaccine candidates there. The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries.

melecut-kibar-vaksin-merah-putih-kompas-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

Melecut Kibar Vaksin Merah Putih

Tentu mengherankan, enam lembaga dan universitas papan atas kita yang sedang meriset calon vaksin dengan platform yang berbeda tadi sama sekali tak tercatat di laman WHO ini. Mengapa ini bisa terjadi? Riset menuju vaksin nasional, yakni vaksin Merah Putih, terus mengalami kemajuan. Agar nanti mulus dalam pengakuan internasional, upaya membangun vaksin Merah Putih ini perlu segera dimasukkan ke dalam laman WHO. Saat ini calon vaksin kita belum termasuk 284 calon vaksin di sana. Isu kemandirian vaksin mencuat seiring tragedi India. Gelombang kedua Covid-19 yang melanda India tak hanya melumpuhkan sistem kesehatan di sana, tapi juga membuat banyak negara lain ketakutan. Tragedi India ini langsung menebarkan dua ancaman, yaitu mengekspor varian mutan ganas ke banyak negara lewat perjalanan warga negaranya; dan tak kalah penting, membatalkan rencana ekspor vaksin ke negara-negara yang membutuhkannya.

ngajikesehatan-fisip-berlebaran-melalui-ngaji-kesehatan.jpg

FISIP Berlebaran Melalui Ngaji Kesehatan

Setelah liburan lebaran Idul Fitri 1442 H, FISIP mengawali hari efektif kerja dengan melalukan webinar yang mengambil tema “Pasca Vaknisasi Harus Apa? Tetap Sehat, Kinerja Meningkat”. Alasan utama tema ini dipilih karena momentum lebaran kerap menjadi wahana penyebaran efektif dari Covid 19 sebagaimana momentum setelah pilkada beberapa waktu yang lalu. Webinar tersebut dilakukan melalui zoomeeting sekaligus ditayangkan live di YouTube pada Selasa (18/05). Hadir dalam webinar tersebut narasumber yang sangat kompeten, yaitu Prof. Djoko Santoso, dr., SpPD., FINASIM, Ph.D, Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR dan sehari-hari juga menjadi Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim.

ketua-senat-akademik-unair-prof-djoko-santoso-dr-sppd-kgh-phd-finasim-saat-membagikan-paket-sembako-secara-simbolis.jpg

UNAIR Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Masyarakat

UNAIR NEWS – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Universitas Airlangga kembali menggelar bakti sosial dan berbagi keberkahan Ramadan kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Sebanyak 2.000 paket sembako disediakan serta disalurkan UNAIR kepada masyarakat kelompok sasaran. Meliputi, tukang becak, driver ojek online, lansia, karyawan terkena PHK, serta masyarakat terdampak pandemi Covid-19 lainnya. Dengan didampingi jajaran pimpinan, Rektor UNAIR Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., melepas langsung distribusi paket sembako itu di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus C pada Sabtu (8/5/2021). Seluruh paket didistribusikan dengan 27 unit mobil. Total terdapat 24 titik yang menjadi wilayah sasaran pembagian paket sembako.

agar-terhindar-dehidrasi-saat-puasa.jpg

Agar Terhindar Dehidrasi Saat Puasa

UNAIR NEWS – Berpuasa berarti menahan haus dan lapar dengan resiko dehidrasi sangat besar. Sebagian orang berpotensi mengalami dehidrasi saat berpuasa. Hal itu wajar saja, pasalnya orang yang berpuasa tidak mendapat asupan cairan selama sekitar 13 jam. Mengingat kebutuhan air yang dibutuhkan oleh tubuh per hari rata-rata enam hingga delapan gelas air. Selama puasa, pemenuhan kebutuhan cairan ini harus dioptimalkan pada saat sahur dan berbuka. Menurut  Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM.,  minuman yang paling tepat untuk merehidrasi tubuh adalah air putih. Hanya saja, tidak sedikit orang yang lebih memilih berbuka dengan minuman dengan rasa, seperti teh atau kopi.