Info Terbaru

mengenal-secara-dekat-garam-dan-hipertensi-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg
Terbaru

|

More about Salt and Hypertension

The discussion about hypertension or high blood pressure cannot be separated from salt (sodium). In a broader context, it does not mean that salt is not useful. However, when the intake exceeds what the body tolerates, excess salt intake will have counterproductive effects, such as high blood pressure, the heart is working too hard, the blood vessels become inelastic, even stiffer, stroke, chronic kidney failure and many others. In short, salt is a double-edged sword. On the one hand it is beneficial, on the other hand it is harmful. Studies reported that there is a close relationship between hypertension and dietary salt intake. A meta-analysis showed that a continuous modest reduction in salt intake induces a relevant reduction in blood pressure in hypertensive individuals as well as in those who are normotensive (having normal blood pressure 120/80 mmHg).

mengintip-makanan-yang-dapat-meningkatkan-tekanan-darah-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

|

Mengintip Makanan yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Berbicara hipertensi, sungguh ini bukan sekadar naiknya tekanan darah saja tetapi lebih daripada itu. Hal ini juga melibatkan berbagai faktor, baik dari internal tubuh maupun dari faktor externalnya. Untuk faktor external dari tubuh, pada kesempatan ini sangat ditekankan pada faktor diet. Diet yang tidak sehat hanya akan menjadikan terganggunya tubuh termasuk munculnya hipertensi. Maka dari itu peranan diet ini sungguh sangat strategis untuk diketahui dan dikuasai dalam  rangka mengelola hipertensi.Sebisa mungkin untuk mendapatkan diet sehat saja oleh karena ini merupakan salah satu cara paling efektif agar berhasil menurunkan prevalensi hipertensi. 

pelatihan-pemkot-surabaya-unair-pascasarjana-mewujudkan-kota-surabaya-naik-kelas.jpg

|

Pelatihan Pemkot Surabaya & UNAIR Pascasarjana: Mewujudkan Kota Surabaya Naik Kelas

Pada hari terakhir pelatihan batch 3, pelatihan Transformational Leadership mendapat kehormatan karena diisi langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Yang membawakan materi MOBILIZE CHANGE THROUGH EXECUTIVE LEADERSHIP dan cerita perjalanan dirinya menghadapi perubahan-perubahan yang merupakan keniscayaan ketika membawa organisasi bergerak dimasa depan. Kamis 21 Juli 2022, digedung Airlangga Tower. Bagaimana seorang pemimpin mampu merubah pribadinya, untuk menjawab tantangan masa depan, digambarkan pada abad 20 pemimpin cenderung bersifat hanya memberikan perintah dengan sedikit campur tangan dan pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, khususnya anak buah, akan tetapi menginjak abad 21 pemimpin lebih dituntut

mengenal-secara-dekat-garam-dan-hipertensi-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg
Terbaru

More about Salt and Hypertension

The discussion about hypertension or high blood pressure cannot be separated from salt (sodium). In a broader context, it does not mean that salt is not useful. However, when the intake exceeds what the body tolerates, excess salt intake will have counterproductive effects, such as high blood pressure, the heart is working too hard, the blood vessels become inelastic, even stiffer, stroke, chronic kidney failure and many others. In short, salt is a double-edged sword. On the one hand it is beneficial, on the other hand it is harmful. Studies reported that there is a close relationship between hypertension and dietary salt intake. A meta-analysis showed that a continuous modest reduction in salt intake induces a relevant reduction in blood pressure in hypertensive individuals as well as in those who are normotensive (having normal blood pressure 120/80 mmHg).

mengintip-makanan-yang-dapat-meningkatkan-tekanan-darah-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

Mengintip Makanan yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah

Berbicara hipertensi, sungguh ini bukan sekadar naiknya tekanan darah saja tetapi lebih daripada itu. Hal ini juga melibatkan berbagai faktor, baik dari internal tubuh maupun dari faktor externalnya. Untuk faktor external dari tubuh, pada kesempatan ini sangat ditekankan pada faktor diet. Diet yang tidak sehat hanya akan menjadikan terganggunya tubuh termasuk munculnya hipertensi. Maka dari itu peranan diet ini sungguh sangat strategis untuk diketahui dan dikuasai dalam  rangka mengelola hipertensi.Sebisa mungkin untuk mendapatkan diet sehat saja oleh karena ini merupakan salah satu cara paling efektif agar berhasil menurunkan prevalensi hipertensi. 

bahaya-asam-urat-merusak-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

Bahaya Asam Urat Merusak Ginjal

Salah satu permasalahan kesehatan yang sering kali dihadapi pada usia 30 tahun ke atas adalah kadar asam urat yang tinggi. Permasalahan ini sering kali baru diketahui ketika kontrol kesehatan di klinik atau fasilitas kesehatan terdekat. Kadar asam urat yang tinggi juga kerap menimbulkan gejala seperti nyeri bengkak pada persendian atau perasaan kaku. Selain keluhan tersebut, ternyata asam urat ini dapat pula menyebabkan kerusakan ginjal. Bagaikan siklus yang tidak bisa diputus, kerusakan ginjal juga menyebabkan pembuangan asam urat ditubuh terganggu dan berakibat terjadi timbunan. Oleh karena itu,  menjadi hal yang penting untuk mengetahui keterkaitan antara kadar asam urat darah dan kesehatan ginjal kita. Asam urat sejatinya merupakan zat sisa buangan yang dikeluarkan oleh tubuh.

bahaya-asam-urat-merusak-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

Uric Acid, a Threat to Kidney

One of health problems often faced at the age of 30 years and over is high uric acid levels. This problem is often discovered only when conducting a health examination at a clinic or health facility. High uric acid level also often causes symptoms such as pain, swelling in the joints or a feeling of stiffness. In addition to these complaints, uric acid can also lead to kidney damage. Like an unbroken cycle, kidney damage also causes problems in uric acid discharge from the body and causes build-up. Therefore, it is important to know the relationship between blood uric acid levels and kidneys' health. Uric acid is actually a waste product excreted by the body. In good body condition, this substance will normally be excreted by the kidneys and its levels in blood will be maintained in normal conditions of 3.5-7.0 mg/dL in males and 2.5-6.0 mg/dL

mengenal-sekelumit-batu-ginjal-prof-djoko-santoso-spesialis-ginjal.png

A Glimpse on Kidney Stones

Almost all of us are familiar with the term kidney stones. The term is very popular and it indicates that the incidence of kidney stones in the community is so high. Several studies report that every year up to half a million people come to the emergency room because of kidney stones. In the United States, it is estimated that one in ten people will have a kidney stone at some point in their life and kidney stones are more common in males. In India, about 12% of people with kidney stones in total population are susceptible to urinary tract stones. Of this 12%, 50% of the population are severely affected by kidney injury, which can even lead to kidney loss. On average, the chances of any of us having at least one kidney stone in our lifetime is about 10%. In developing countries, including Indonesia, the occurrence of stones is increasingly frequent. It is apparent that the incidence of kidney stones is very common.

mengenal-sekelumit-batu-ginjal-prof-djoko-santoso-spesialis-ginjal.png

Mengenal Sekelumit Batu Ginjal

Hampir semua dari kita mengenal istilah batu ginjal. Istilah tersebut sangat populer dan itu menandakan bahwa kejadian batu ginjal di tengah masyarakat demikian tingginya. Ada studi yang melaporkan bahwa setiap tahun didapatkan hingga lebih dari setengah juta orang pergi ke ruang gawat darurat karena masalah batu ginjal. Di Amerika, diperkirakan satu dari sepuluh orang akan memiliki batu ginjal pada suatu saat dalam kehidupan mereka dan batu ginjal lebih sering ditemukan pada pria. Sedangkan di India, ditemukan sekitar 12 persen orang dengan batu ginjal pada total populasi yang rentan terhadap batu saluran kemih. Dari 12 persen ini, 50 persen populasi sangat terpengaruh oleh kerusakan ginjal, yang bahkan sampai menyebabkan hilangnya ginjal. Rata-rata, kemungkinan di antara kita setidaknya memiliki satu batu ginjal dalam kehidupan kita adalah sekitar 10 persen. Di negara berkembang termasuk Indonesia, kejadian batu semakin sering. Dari gambaran tersebut, maka jelas nampak bahwa kejadian batu ginjal sangat umum.

pelatihan-pemkot-surabaya-unair-pascasarjana-mewujudkan-kota-surabaya-naik-kelas.jpg

Pelatihan Pemkot Surabaya & UNAIR Pascasarjana: Mewujudkan Kota Surabaya Naik Kelas

Pada hari terakhir pelatihan batch 3, pelatihan Transformational Leadership mendapat kehormatan karena diisi langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Yang membawakan materi MOBILIZE CHANGE THROUGH EXECUTIVE LEADERSHIP dan cerita perjalanan dirinya menghadapi perubahan-perubahan yang merupakan keniscayaan ketika membawa organisasi bergerak dimasa depan. Kamis 21 Juli 2022, digedung Airlangga Tower. Bagaimana seorang pemimpin mampu merubah pribadinya, untuk menjawab tantangan masa depan, digambarkan pada abad 20 pemimpin cenderung bersifat hanya memberikan perintah dengan sedikit campur tangan dan pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, khususnya anak buah, akan tetapi menginjak abad 21 pemimpin lebih dituntut

unair-sebut-usu-terdepan-di-pulau-sumatera-prof-djoko-santoso.jpg

UNAIR Sebut USU Terdepan di Pulau Sumatera

HUMAS USU – Universitas Sumatera Utara (USU) menerima kunjungan kerja Senat Akademik dari Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 10 peserta dari UNAIR dan berlangsung di Ruang Senat Gedung Biro Pusat Administrasi USU pada Kamis, (09/06/2022) Kunjungan kerja ini diajukan oleh UNAIR dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkhusus hal-hal yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua Senat Akademik UNAIR, Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D.,Sp.PD.,K-GH.FINASIM mengatakan bahwa harus ada sesuatu yang didapatkan dari kunjungan kerja di USU, terutama dengan hal yang berkaitan dengan muatan lokal. 

unimed-terima-kunjungan-senat-unair-rumah-ginjal-prof-djoko-santoso.jpg

UNIMED Terima Kunjungan Senat UNAIR

Senat Universitas Negeri Medan (UNIMED) menerima kunjungan Senat Akademik Universitas Airlangga (UNAIR) pada hari Jumat (10/06) di Ruang Sidang A Lt. III Biro Rektor Unimed. Kunjungan ini bertujuaan untuk penyusunan, peraturan dan kebijakan dibidang akademik di Unimed. Kunjungan ini disambut langsung Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd. dan dihadiri Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes., Besrta para Wakil Rektor, Sekretaris Senat dan Para Sekretaris disetiap Komisi. Tim Senat dari Unair yakni Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp. PD., K-GH., FINASIM. (Ketua Senat Akademik), Prof. Dr. Mustain, M.Si., (Seketaris Senat Akademik)., Prof. Dr. Nursalam, M. M.Nurs (Katua Komisi I SA), Prof. Dr. Dewi Melani Hariyadi, S,Si., M.Phil., Ph.D. Apt. (Sekretaris Komisi I SA), Prof. Dr. Soetojo, dr., Sp.U (Ketua Komisi II SA),