Rumah Ginjal

Blog

anemia-pada-gagal-ginjal-rumah-ginjal.jpg

Akrabilah Info Ginjal ini

Rumah Ginjal - Tahukah Anda bahwa penyakit ginjal yang ditakutkan banyak orang sesungguhnya mudah dicegah dan dikendalikan. Penyakit yang dikelompokkan sebagai penyakit tidak menular ini hingga sekarang telah mempengaruhi sekitar 850 juta orang di seluruh dunia. Angka ini masih mungkin jauh lebih tinggi lagi. Hal ini karena penyakit ini tergolong tidak bergejala pada awal serangan sehingga wajar kalau tidak terlaporkan.  Secara proporsional dilaporkan ada satu dari sepuluh orang dewasa mengalami penyakit ginjal kronis. Dengan proporsi sebesar ini, penyakit ginjal dapat diproyeksikan akan menjadi penyakit ginjal kronis sebagai penyakit paling umum ke-5 secara global pada tahun 2040. Dari sisi beban kehidupan global, penyakit ginjal sangat membutuhkan perawatan yang tidak ringan. Semakin berat penyakit ini, maka akan semakin memperbesar bebannya, baik beban dari sisi ekonomi namun juga non material. Sehingga wajar semakin berat, maka akan semakin membebani keluarga dan negara. Apalagi penyakit ginjal kronis semakin hari semakin meningkat dengan demikian bebannya linier dengan peningkatan kejadian dari penyakit itu sendiri.

diet-sehat-bagi-gagal-ginjal-kronis.jpg

Asupan Sehat untuk Ginjal

Rumah Ginjal - Asupan dengan tinggi serat misal, sayur dan buah merupakan salah satu kunci untuk  menjaga fungsi ginjal. Jika Hal tersebut tidak dibiasakan maka akan berpeluang terkena risiko gagal ginjal. Kebiasan Yang tidak sehat demikian bersama dengan kebiasan tidak sehat lainnya seperti pola hidup tidak sehat misal merokok dan makan tinggi kalori hingga kegemukan atau juga tinggi protein atau juga suka makan yang sangat asin akan dapat menyebabkan penyakit ginjal pada orang sehat. Peneliti yang dipimpin oleh Alexander Chang, MD dari Loyola University Medical Center menemukan bahwa orang dengan fungsi ginjal normal dan tidak ada hipertensi atau diabetes yang diet tinggi daging merah, minuman yang dimaniskan gula (tinggi gula) dan natrium (rasa asin di makanan) serta mereka tidak suka buah, biji-bijian lebih mungkin terserang penyakit ginjal. Selain itu, orang gemuk atau mereka yang memiliki BMI lebih dari 30 hampir tiga kali lebih mungkin berpeluang sakit  ginjal. Mereka yang merokok memiliki kemungkinan 53% untuk menderita penyakit ginjal.

diet-untuk-gagal-ginjal-kronis.jpg

Sulitnya Mengendalikan Tekanan Darah Tinggi pada Gagal Ginjal

Rumah Ginjal - Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal dengan gagal ginjal kronis masih menjadi suatu problem serius. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sulitnya menurunkan tekanan darah pada penyakit ginjal ini. Seperti diketahui saat seseorang menderita darah tinggi, yang tidak teratasi dengan baik adalah timbulnya komplikasi berbahaya seperti stroke, serangan jantung, atau perburukan fungsi ginjal yang berujung pada cuci darah. Oleh karena itu, menjaga atau menurukan tekanan darah adalah suatu keharusan.   Tapi, mengapa pada beberapa orang tekanan darah sulit turun? Sesuai dengan salah satu teori yang ada, pada penyakit ginjal akan terjadi peningkatan hormon paratiroid. Hal ini disebabkan terganggunya regulasi hormon ini terkait ketidakseimbangan ion kalsium dan fosfat. Sehingga ion kalsium yang beredar di jaringan menjadi menurun. Hormon ini lalu aktif dan berdampak pada aktifitas sel penghancur tulang yang dinamakan osteoclast.

saat-korona-belokkan-imunitas-jadi-senjata-makan-tuan-pandemi-covid19.jpg
Terbaru

Saat Korona Belokkan Imunitas Jadi Senjata Makan Tuan

Untuk menghindari kefatalan, selain mengandalkan vaksin yang sampai sekarang masih dalam proses percepatan riset, sangat penting upaya untuk menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Mengapa virus korona jenis baru (novel coronavirus) ini bisa sangat mematikan? Bagaimana virus bernama resmi Covid-19 ini menyerang tubuh dan mengapa bisa menyebabkan korban meninggal dalam waktu sangat cepat, 4-7 hari? Padahal, pada pasien HIV/AIDS umumnya perlu waktu bertahun-tahun menuju kefatalan. Kalau HIV/AIDS ibarat perang gerilya, Covid-19 menghancurkan dalam perang kilat (blitzkrieg). Gambaran kerusakan itu bisa dilihat dari sebuah video yang disebar di medsos. Dokter Keith Mortman, Kepala Bedah Toraks RS Universitas George, Washington, menunjukkan permodelan 3D untuk memperlihatkan betapa cepatnya Covid-19 menyerang paru-paru.

corona-virus-covid-19.jpg

Bermitra Adang Pandemi

Penanggulangan pandemi Covid-19 memunculkan tanda perubahan tatanan geopolitik global. Wabah ini awalnya menghantam Cina, tetapi dalam waktu empat bulan mereka mempropagandakan sudah memenangkan perang melawan Covid-19. Angka penambahan pasien harian sudah di bawah 100 sejak dua pekan lalu dengan posisi total 81 ribuan kasus positif Covid-19. Lalu secara simbolis Chia mengirim dokter dan peranti pengobatan ke Italia yang sedang tersuruk “dimangsa”Covid-19. Saat Cina merasa terbebas dari Covid-19, mayoritas negara dunia dan lebih khusus negara Barat, justru sedang parah-parahnya. Di sekujur Eroba Barat dan Timur plus AS dan Kanada, virus dari Wuhan ini sedang mengamuk hebat. Cina dengan sangat kentara memanfaatkan posisinya yang sudah merasa tinggal finishing dalam mengatasi Covid-19, yakni menantang keadidayaan AS. Seakan ini sekuel baru dari perang dagang.

prof-djoko-santoso-rumah-ginjal.jpg

Tinggal Pilih Jaga Jarak atau Ambyar

SEKARANG beredar istilah baru covidiot, yang lahir dari pandemi covid-19. Karena istilah ini tidak mengenakkan, maka cocoknya hanya ditahbiskan kepada mereka yang super egois. Istilah ini merupakan bentuk kejengkelan pada orang-orang yang tak peduli penyebaran penyakit coronavirus disease 2019 (covid-19). Mereka yang tetap beraktivitas biasa secara sosial, tak mau diam di rumah, tetap tak menjaga jarak dengan orang-orang lain (social distancing). Akibatnya, mereka dapat menjadi kapal induk pembawa virus dan menyebarkannya ke banyak orang. Pantaslah mereka disebut para super egois yang ngawur di saat pandemi covid-19. Harus sepenuhnya diinsafi bahwa aktivitas berkumpul yang melibatkan banyak orang saat ini ialah berbahaya, membahayakan diri sendiri dan nyawa orang lain. Covid-19 ini menyebar luar biasa cepat, jauh lebih cepat daripada yang bisa kita lacak lewat uji tes yang alatnya baru mau diimpor itu.

bergegas-tanggap-bencana-menghadapi-fenomena-black-swan-berupa-pandemi-corona-apa-kuncinya.jpg

Bergegas Tanggap Bencana, Menghadapi Fenomena Black Swan berupa Pandemi Corona, Apa Kuncinya?

Semarang, Idola 92.6 FM – Dalam hidup ini akan ada peristiwa-peristiwa tak terduga yang disebut sebagai black swan atau angsa hitam. Seperti pandemi corona yang saat ini tengah melanda dunia. Berbagai peristiwa langka yang terjadi di dunia dengan ciri berdampak besar, sulit diprediksi, dan di luar perkiraan biasa, telah dielaborasi ke dalam suatu teori yang disebut Angsa Hitam (Black Swan Theory). Selama berabad-abad, black swan tidak pernah dipercayai ada. Melalui karya penyair Romawi, 2000 tahun yang lalu, Juvenal menegaskan bahwa angsa selalu berwarna putih. Seperti sapi ungu dan babi terbang, angsa hitam adalah simbol dari sesuatu yang tidak mungkin, the impossible. Bahkan, di Eropa abad pertengahan, unicorn, sebagai mitos, memiliki kredibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan angsa hitam, sebagai hewan yang mungkin nyata ada.

terpilih-secara-aklamasi-prof-nasih-kembali-nahkodai-unair-2020-2025.jpg

Terpilih secara Aklamasi, Prof Nasih Kembali Nahkodai UNAIR 2020-2025

UNAIR NEWS – Rektor Periode 2020-2025 Universitas Airlangga telah terpilih. Berdasar Rapat Pleno MWA (Majelis Wali Amanat) UNAIR pada Selasa (30/3/2020) secara daring atau online, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., kembali terpilih menjadi rektor UNAIR untuk Periode Tahun 2020-2025. Pemilihan rektor periode 2020-2025 UNAIR kali ini untuk kali pertama dilakukan secara online. Dimulai pukul 9.45 dan berakhir pukul 11.25. Rapat Pleno dipimpin langsung di Jakarta oleh Ketua MWA UNAIR, yaitu M. Hatta Ali yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung. Perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah Dra. Dyah Ismayanti, M.Ed., selaku Kepala Biro Sumber Daya Manusia. Selain itu, turut hadir dalam rapat pleno pemilihan tersebut adalah ketua dan anggota Senat Akademik UNAIR.

prof-nasih-kembali-terpilih-jadi-rektor-unair-melalui-teleconference.jpeg

Prof Nasih Kembali Terpilih Jadi Rektor Unair Melalui Teleconference

Surabaya - Berdasar Rapat Pleno MWA (Majelis Wali Amanat) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rektor Periode 2020-2025 telah terpilih. Melalui teleconference, Prof Mohammad Nasih kembali terpilih menjadi rektor Unair. Pemilihan rektor periode 2020-2025 Unair kali ini pertama kalinya dilakukan secara online sejak pukul 09.45 WIB hingga pukul 11.25 WIB. Rapat Pleno MWA dipimpin langsung Ketua MWA Unair M. Hatta Ali yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA).   Ada pula perwakilan dari Kemendikbud, Dyah Ismayanti, Kepala Biro Sumber Daya Manusia. Selain itu ada anggota Senat Akademik Unair.