Rumah Ginjal

Blog

infografik-tips-isolasi-mandiri-prof-djoko-santoso.jpg
Terbaru

Infografik: Tips Isolasi di Rumah oleh Gubes Kedokteran

UNAIR NEWS – Penting bagi kita untuk mengetahui cara yang tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) menganjurkan, isolasi mandiri secara benar dan dengan pengawasan dokter merupakan saat melakukan penanganan dini. Namun jika salah menanganinya, isolasi mandiri justru akan memunculkan klaster keluarga. Ia memberikan beberapa tips dalam melakukan isolasi mandiri, yakni memperhatikan lama atau durasi isolasi, tidak melakukan kontak erat baru, memaksimalkan aktivitas di dalam kamar atau ruang isolasi, cek saturasi oksigen secara berkala, serta menerapkan hidup sehat.

natacara-penanganan-dini-bila-terpapar-covid-19-saling-menjaga-prof-djoko-santoso.jpeg

Penanganan Dini Bila Terpapar Covid-19 - Saling Menjaga

Dalam kondisi pandemi yang semakin tidak menentu seperti sekarang ini, semakin banyak saudara dan teman dekat kita terpapar COVID-19 sehingga kita merasa virus ini semakin dekat dengan kita, terlebih banyak informasi beredar tentang obat dan cara penanganan yang membuat kita bingung. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui informasi dari ahli terkait bagaimana mendeteksi dan melakukan penanganan dini jika kita terpapar COVID-19 agar kita dapat lebih tenang dan dapat memilih keputusan yang tepat. Pada acara #SalingMenjaga Webinar yang dilakukan pada 5 Juli 2021, Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM akan menjelaskan apa yang perlu kita lakukan di tahap awal deteksi dan penanganan COVID-19. Penyakit ini disebabkan oleh Virus SARS Cov-2 dengan ciri-ciri di antaranya:

7-langkah-untuk-menjaga-agar-ginjal-tetap-sehat.jpg

7 Langkah untuk Menjaga Agar Ginjal Tetap Sehat

Ginjal adalah organ yang sangat penting, namun seringkali banyak disepelekan. Ginjal yang sehat adalah bagian dari tubuh yang sehat. Seseorang yang mengalami gangguan pada ginjal akan mengganggu kualitas hidupnya, sehingga penting untuk diketahui bagaimana cara menjaga agar ginjal tetap sehat. Berikut 7 langkah untuk menjaga agar ginjal tetap sehat.   1. Menjaga kebutuhan cairan Umumnya orang dewasa membutuhkan sebanyak 2 liter per hari. Kebutuhan cairan berbeda tiap individu bergantung pada usia, jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas. Kebutuhan cairan harus terpenuhi agar dapat menjalankan fungsi tubuh. Bila tubuh kekurangan cairan (dehidrasi) maka gejala yang tampak adalah bibir tampak kering, urine berwarna pekat, dan merasa haus. Asupan cairan harus ditingkatkan bila sedang berolahraga, berada pada lingkungan yang panas, atau sedang mengalami diare atau muntah. 

belajar-dari-bobolnya-varian-baru-di-pintu-negara.jpg
Terbaru

Belajar dari Bobolnya Varian Baru di Pintu Negara

Jika pemerintah serius memperketat mobilitas warganya, seharusnya juga ketat menjaga pintu gerbang masuknya warga negara asing. Sebab, inilah pintu utama masuknya virus varian baru yang datang dari luar negeri. Kebijakan ”lockdown setengah hati” itu harus menghadapi kenyataan pilu. Saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat hampir usai, amukan Covid-19 justru kian menjadi-jadi. Optimisme Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai komandan untuk memimpin misi khusus menghadapi gelombang kedua Covid-19 ini meleset. Kurva bukannya manis melandai menuju target di bawah 10.000 kasus penularan per hari, melainkan malah meroket melampaui 50.000.

setop-accidental-herd-immunity-prof-djoko-santoso.jpg
Terbaru

Setop Accidental Herd Immunity

‘SELEKSI Allah. Gusti Allah sedang memilih. Siapa lanjut hidup dan siapa yang dianggap cukup’. Ini posting-an terakhir Bambang Purwoko, dosen Fisipol dan Ketua Satgas Papua UGM di laman Facebook, Minggu (4/7), yang saat itu sedang sakit. Sepuluh hari kemudian, Mas Bambang meninggal. Semoga husnulkhatimah. Sebelumnya, almarhum sempat mem-posting kegundahannya. ‘Anomali? Wabah makin parah, tetapi jalanan dan tempat-tempat umum makin meriah’. Itulah renungan almarhum sebelum meninggal yang sangat tepat dalam menggambarkan kondisi saat ini.  Posting-an husnulkhatimah itu tepat mencerminkan kegentingan saat ini. Gelombang kedua covid-19 yang merundung negeri kita belum juga bisa dikendalikan. Presiden Jokowi sudah memberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3-20 Juli dan memperpanjangnya hingga 25 Juli, dan kini diperpanjang lagi hingga 2 Agustus.

menertibkan-nalar-penanganan-pandemi.jpg

Menertibkan Nalar Penanganan Pandemi

BANGSA kita termasuk yang mudah sensitif, bahasa gaulnya baperan. Termasuk terkait dengan pandemi covid-19. Karena baperan dilarang mudik, banyak yang menerobos larangan mudik itu. Hasilnya, ledakan luar biasa kasus covid-19 saat ini. Pemerintah pun menarik ‘rem tangan’ dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat saat ini. Ledakan itu diperparah dengan ‘faktor asing’, yakni varian delta dari India. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat, lewat Waketum Slamet Budiarto, menyebut varian ini jadi pencetus utama situasi buruk saat ini. Varian ini dibawa orang asing atau WNI yang pulang karena pintu negara tak ditutup saat masyarakat dilarang mudik antardaerah. Kombinasi faktor pembobolan mudik dan varian asing ini terbukti mematikan. Lebaran kemarin ialah momen puncak untuk menunjukkan kuatnya pengabaian warga pada virus. Sekitar 1,2 juta mudik, dengan segala cara, termasuk menerobos penjagaan petugas penegak larangan mudik.

unairmedicalprofessorgivestipsonself-isolationathome.jpg
Terbaru

UNAIR Medical Professor gives tips on Self-Isolation at home

UNAIR NEWS – The second wave of the Covid-19 pandemic has hit Indonesia. The peak of increasing confirmed cases of this second wave will be higher than what happened at the end of January 2021. Therefore, it is important to know information about the right early treatments when infected with Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Professor of Faculty of Medicine, Universitas Airlangga (FK UNAIR) said that doing self-isolation properly accompanied by doctor supervision is something that should be done as early treatments. If it is handled incorrectly, self-isolation will lead to family clusters. “Self-isolation at home must be carried out properly to break the chain of transmission. Then it must also be carried out under the supervision of a doctor who plays a role in determining recovery,” said the professor known well as Prof Djoko.

bmw-astra-gelar-webinar-sosialisasi-tips-hadapi-covid-19-kepada-konsumen-prof-djoko-santoso.jpg
Terbaru

BMW Astra Gelar Webinar Sosialisasi Tips Hadapi COVID-19 kepada Konsumen

JAKARTA, Carvaganza – Menghadapi masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diterapkan di wilayah Jawa dan Bali, BMW Astra membekali para konsumennya untuk situasi pandemi saat ini. Pada hari Senin (5/7/2021) lalu, BMW Astra menggelar webinar yang memberi edukasi tentang apa saja yang perlu dilakukan jika terpapar COVID-19. Dalam webinar ini, BMW Astra menghadirkan Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD, K-GH, Ph.D., FINASIM sebagai narasumbernya.

prof-djoko-guru-besar-unair-berbagi-tips-isoman-dengan-pengawasan-dokter.jpg

Prof Djoko Guru Besar Unair Berbagi Tips Isoman Dengan Pengawasan Dokter

Beritainspiratif.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki gelombang dua. Kenaikan kasus konfirmasi positif pada puncak gelombang kedua ini akan lebih tinggi daripada yang terjadi saat akhir Januari 2021. Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui informasi tentang cara tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyebutkan bahwa melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang patut dilakukan saat melakukan penanganan dini.