Artikel

Blog


Tetap Semangat Menghadapi Pandemi Covid 19

Rumah Ginjal - Sudah bulan ke-4 pandemi belum kunjung usai juga, sementara belum ada berita munculnya obat spesifik dan vaksinnya. Ini dialami oleh hampir semua negara di dunia dengan berbagai level pertumbuhan kasus baru. Untuk indonesia, menurut Sumber Newyork Times masih dimasukan dalam kategori negara dengan jumlah kasus tertinggi, dengan background kurangnya pengujian yang meluas. Artinya, bahwa sangat mungkin kasus-kasus nya masih banyak yang tidak tercatat (data yang resmi masih belum memasukan kasus yang sebenarnya positif covid, namun tidak sempat dilakukan uji pemeriksaan covid). Namun, Indonesia tidak sendirian, masih banyak yang lainnya di antaranya Amerika, Inggris, Kanada, Rumania, dan Iran. Maka untuk itu, mari kita terus saling menyemangati dalam menghadapi pandemi ini agar bisa kita terhindar dari ancaman virus covid ini. Jangan menyerah karena ini perjuangan hidup bersama melawan musuh virus covid yang tidak terlihat. Dan tetap jangan panik karena hidup harus senantiasa berjalan sesuai kaidah-kaidah alam. Atas berkat rahmat Allah dan didorong keinginan luhur melalui kebersamaan berjuang bahu-membahu maka kita yakin akan menang, Amien 3x. 

Flu yang Bukan Covid-19 pun, Bisa Fatal bagi Penderita dengan Cuci Darah Regular

 Rumah Ginjal - Bagi orang sehat, datangnya musim flu tidaklah menjadi hal utama dibandingkan dengan kelompok rentan. Namun bukan berarti hal itu tidak berisiko fatal. Coba jika kondisi tubuh mengalami kelelahan hebat, kan bisa berakibat fatal.  Maka dari itu memperhatikan disiplin pola hidup sehat secara umum tetap berlaku pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja, apalagi kondisi pandemik saat ini. Namun dalam kesempatan ini, bahasan berikut ini ditekankan pada kelompok rentan dengan penyakit gagal ginjal yang menjalani dialisis regular.  Studi baru yang disitir oleh Ankur Banerjee 22 februari 2019 di harian Reuters, dikatakan bahwa angka kematian meningkat untuk pasien yang menjalani dialisis ketika musim influenza menyebar di masyarakat. Di AS, peningkatan angka tersebut tidak tanggung-tanggung dalam satu tahun rata-rata, infeksi saluran nafas akut yang parah ditaksir berkontribusi lebih dari seribu kematian di antara orang-orang dengan gagal ginjal stadium akhir. Dave Gilbertson dari Minneapolis Medical Research Foundation di Minnesota menaksir bahwa hal tersebut sangat terkait erat dengan musim sebangsa flu. Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit A.S.

Bagaimana Penerima Cangkok Ginjal Menghadapi Pandemi Covid-19?

Rumah Ginjal - Dikala pandemik covid-19 ini semua umat manusia di dunia pada waspada termasuk Saudara-saudara kita penerima cangkok ginjal. Namun ketika kita sudah menjalankan kehidupan dengan penuh kehati-hatian tanpa lupa sang Pencipta alam semesta, tidak ada kata pantang menyerah dalam menghadapi pandemi. Khususnya Saudara kita penerima cangkok ginjal, tetap semangat dan semangat menjalani kehidupan ini apapun bentuknya. Terkait covid-19, Saudara kita yang di seberang jauh di sana, melalui dokter pribadinya bersedia untuk dievaluasi dan selanjutnya dianalisa dalam satu program penelitian ketika dirawat. Hasilnya dilaporkan dan dipublikasikan ke Jurnal (The New England Journal of Medicine). Sebagian ini kami cuplik lalu dikembangkan dengan versi populer agar mudah untuk diketahui dan dipahami. Dengan demikian, diharapkan lagi agar menjadi semakin waspada. Di jurnal tersebut disebutkan bahwa Penerima cangkok ginjal umumnya rentan, termasuk beresiko sangat tinggi untuk terkena penyakit Covid19. Jika terkena, pada fase awal serangan orang cangkok ginjal dengan Covid-19 ini lebih jarang demam. Begitu yang dikatakan dari penelitian di Amerika. Cuplikan sebagian data nya sebagai berikut: Penelitian di Montefiore Medical Center, 36 penerima transplantasi ginjal orang dewasa berturut-turut yang dites positif Covid-19 antara 16 Maret dan 1 April 2020. Sebanyak 26 penerima (72%) adalah laki-laki, dan usia rata-rata 60 tahun. 

Akrabilah Info Ginjal ini

Rumah Ginjal - Tahukah Anda bahwa penyakit ginjal yang ditakutkan banyak orang sesungguhnya mudah dicegah dan dikendalikan. Penyakit yang dikelompokkan sebagai penyakit tidak menular ini hingga sekarang telah mempengaruhi sekitar 850 juta orang di seluruh dunia. Angka ini masih mungkin jauh lebih tinggi lagi. Hal ini karena penyakit ini tergolong tidak bergejala pada awal serangan sehingga wajar kalau tidak terlaporkan.  Secara proporsional dilaporkan ada satu dari sepuluh orang dewasa mengalami penyakit ginjal kronis. Dengan proporsi sebesar ini, penyakit ginjal dapat diproyeksikan akan menjadi penyakit ginjal kronis sebagai penyakit paling umum ke-5 secara global pada tahun 2040. Dari sisi beban kehidupan global, penyakit ginjal sangat membutuhkan perawatan yang tidak ringan. Semakin berat penyakit ini, maka akan semakin memperbesar bebannya, baik beban dari sisi ekonomi namun juga non material. Sehingga wajar semakin berat, maka akan semakin membebani keluarga dan negara. Apalagi penyakit ginjal kronis semakin hari semakin meningkat dengan demikian bebannya linier dengan peningkatan kejadian dari penyakit itu sendiri.

Asupan Sehat untuk Ginjal

Rumah Ginjal - Asupan dengan tinggi serat misal, sayur dan buah merupakan salah satu kunci untuk  menjaga fungsi ginjal. Jika Hal tersebut tidak dibiasakan maka akan berpeluang terkena risiko gagal ginjal. Kebiasan Yang tidak sehat demikian bersama dengan kebiasan tidak sehat lainnya seperti pola hidup tidak sehat misal merokok dan makan tinggi kalori hingga kegemukan atau juga tinggi protein atau juga suka makan yang sangat asin akan dapat menyebabkan penyakit ginjal pada orang sehat. Peneliti yang dipimpin oleh Alexander Chang, MD dari Loyola University Medical Center menemukan bahwa orang dengan fungsi ginjal normal dan tidak ada hipertensi atau diabetes yang diet tinggi daging merah, minuman yang dimaniskan gula (tinggi gula) dan natrium (rasa asin di makanan) serta mereka tidak suka buah, biji-bijian lebih mungkin terserang penyakit ginjal. Selain itu, orang gemuk atau mereka yang memiliki BMI lebih dari 30 hampir tiga kali lebih mungkin berpeluang sakit  ginjal. Mereka yang merokok memiliki kemungkinan 53% untuk menderita penyakit ginjal.