Artikel

Blog


Penyebab Hipertensi pada Orang Tua

Di usia tua, variasi mesin biologi tubuhnya begitu beragam. Hal ini di antaranya tergantung dari warisan genetik, lingkungan sosial, ekonomi, budaya, dan demografi. Selain itu, pola hidup juga sangat menentukan mesin biologi tubuh dalam penyesuaian lingkungannya. Intinya, ada kombinasi di antara hal tersebut. Ketika tubuh gagal menyesuaikan dengan lingkungan kehidupannya maka berpotensi sakit, salah satunya menderita sakit hipertensi. Dalam hal penyebab Hipertensi pada usia tersebut sungguh menarik untuk dibahas supaya bisa mendirijen kesehatan diri sendiri.

Kenali Hipertensi Pada Orang Tua

Orang tua adalah orang dengan usia di atas 60 tahun. Untuk Indonesia, penduduk jumlah usia kelompok ini menurut data statistik 2019 mencapai sekitar 25 juta jiwa. Pada usia ini lebih separuh dari populasinya mempunyai tekanan darah yang lebih dari normal. Hal ini yang mempermudah terjadinya risiko penyakit jantung pembuluh darah, termasuk utamanya otak dan ginjal. Kenaikan tekanan darah pada orang tua dipandang sebagai konsekuensi dari proses penuaan. Sementara itu, yang dimaksud dengan hipertensi pada orang tua adalah: seseorang dengan usia lebih dari 60 tahun yang mempunyai tekanan darah sistolik konsisten tinggi (140 mmHg atau lebih) dengan tekanan diastolik dalam batas normal (lebih rendah dari 85 mmHg). Kondisi ini umum disebut isolated systolik hypertension (ISH).

Kolesterol dan Hipertensi

Meskipun keberadaannya tidak berefek langsung pada tekanan darah Anda, tingginya kolesterol darah meningkatkan terjadinya kemungkinan penyakit jantung dengan melalui suatu proses biokimis tertentu.  Berbagai laporan telah menyebutkan bahwa ada Lebih dari 50% masyarakat dengan hipertensi juga mempunyai peningkatan kolesterol darah. Kombinasi keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung lima kali lipat. Maka dari itu, Mengendalikan kadar kolesterol adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan Anda. Adapun  langkah-langkah dalam  mengatur kadar kolesterol adalah sebagai berikut:

Mengenal kaitan Diabetes dan ginjal: Penanganan Dampak awal Komplikasi Diabetes pada Organ Ginjal

Sebagaimana artikel sebelumnya, diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah (gula darah puasa 126 mm/dl, gula darah 2 jam pasca puasa 200 mg/dl). Menurut WHO, tahun 1957 terdapat 120 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Tahun 2005 diperkirakan 300 juta penderita diabetes dengan tipe 2 sebesar 90 persen. Jika pankreas tidak menghasilkan insulin cukup, gula darah meningkat (dikenal sebagai diabetes Tipe 1 atau diabetes bergantung insulin). Jika pankreas menghasilkan insulin tetapi insulin tidak bekerja dengan tepat, maka gula darah juga meningkat (dikenal sebagai diabetes Tipe 2 atau diabetes tak bergantung insulin), namun apapun bila kedua bentuk tersebut tidak terkelola dengan baik maka keduanya tetap mengancam organ organ tubuh termasuk ginjal.

Hipertensi pada Orang Diabetes

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah (gula darah puasa 126 mm/dl, gula darah 2 jam pasca puasa 200 mg/dl). Menurut WHO, tahun 1957 terdapat 120 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Tahun 2005 diperkirakan 300 juta penderita diabetes dengan tipe 2 sebesar 90 persen. Sebagai akibat ditandai berkurangnya insulin atau penolakan tubuh terhadap hormon ini, sehingga tubuh tidak dapat memproses gula yang berasal dari makanan. Walaupun penyakit ini dapat dikontrol dengan insulin dan obat-obatan, namun diabetes tetap merupakan faktor risiko yang bersar terhadap penyakit jantung-pembuluh darah.