#isolasi mandiri
Cara Menjalani Isolasi Mandiri yang Benar Menurut Guru Besar FK Unair
- Berita
- /
- 12/08/2021
TEMPO.CO, Jakarta - Isolasi mandiri merupakan penanganan dini saat seseorang dinyatakan positif Covid-19 atau mulai merasakan gejala Covid-19. Isolasi mandiri atau kini biasa disingkat isoman merupakan cara pencegahan dini agar viru tersebut tidak menyebar ke orang lain. Sepertinya terdengar tidak mudah, karena orang yang lagi sakit harus menyingkir atau mengasingkan diri dari lingkungan barang sebentar. Namun karena karakteristik virus corona, maka kita wajib melakukan isolasi, bisa secara mandiri atau di suatu tempat terpusat. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlanga, Djoko Santoso
Infografik: Tips Isolasi di Rumah oleh Gubes Kedokteran
- Blog
- /
- 29/07/2021
UNAIR NEWS – Penting bagi kita untuk mengetahui cara yang tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) menganjurkan, isolasi mandiri secara benar dan dengan pengawasan dokter merupakan saat melakukan penanganan dini. Namun jika salah menanganinya, isolasi mandiri justru akan memunculkan klaster keluarga. Ia memberikan beberapa tips dalam melakukan isolasi mandiri, yakni memperhatikan lama atau durasi isolasi, tidak melakukan kontak erat baru, memaksimalkan aktivitas di dalam kamar atau ruang isolasi, cek saturasi oksigen secara berkala, serta menerapkan hidup sehat.
Prof Djoko Guru Besar Unair Berbagi Tips Isoman Dengan Pengawasan Dokter
- Berita
- /
- 24/07/2021
Beritainspiratif.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia telah memasuki gelombang dua. Kenaikan kasus konfirmasi positif pada puncak gelombang kedua ini akan lebih tinggi daripada yang terjadi saat akhir Januari 2021. Maka dari itu penting bagi kita untuk mengetahui informasi tentang cara tepat dalam melakukan penanganan dini apabila terinfeksi Covid-19. Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menyebutkan bahwa melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang patut dilakukan saat melakukan penanganan dini.
Kapan Isolasi Mandiri Dinyatakan Selesai? Ini Kata Guru Besar FK Unair
- Berita
- /
- 17/07/2021
TEMPO.CO, Jakarta - Isolasi mandiri dapat menjadi salah satu solusi di tengah tingginya kasus Covid-19. Dengan isolasi mandiri, penyebaran virus corona dapat ditekan. Namun, ternyata lama waktu isolasi mandiri tidak sama untuk semua orang. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Djoko Santoso, mengatakan lama waktu isolasi mandiri mengacu pada dua hal, yaitu kelompok orang tanpa gejala (OTG) dan orang dengan gejala (ODG). “OTG dapat dikatakan bebas isolasi jika telah melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Namun jika ODG, maka 10 hari tersebut ditambah 3 hari bebas gejala,” kata dia seperti dikutip dari Unair News, Selasa 13 Juli 2021.
Catat! Ini 5 Tips Isolasi Mandiri di Rumah dari Pakar UNAIR
- Berita
- /
- 16/07/2021
Jakarta - Kenaikan kasus COVID-19 bertambah, padatnya rumah sakit membuat seseorang yang positif COVID-19 dengan gejala ringan harus isolasi mandiri di rumah. Menurut Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair Prof. Djoko Santoso, melakukan isolasi mandiri dengan benar dan disertai pengawasan dokter adalah hal yang wajib dilakukan saat melakukan penanganan dini. Karena jika salah dalam penanganan, maka isolasi mandiri justru akan memunculkan COVID-19 bagi klaster keluarga. "Isolasi mandiri di rumah harus dilakukan dengan benar guna memutus mata rantai penularan. Kemudian juga harus dilakukan dengan pengawasan dokter yang berperan dalam penentu kesembuhan," ujar Djoko melansir laman Unair, Selasa (13/7/2021).