#new normal


Peran dan Pendidikan Mahasiswa Kedokteran di Masa Pandemi

PANDEMI covid-19 telah berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan. Sektor pendidikan pun mau tak mau harus menyesuaikan diri. Jadwal tahun ajaran dan penerimaan siswa baru menjadi bergeser. Proses penerimaan mahasiswa baru jadi terganggu. Perkuliahan tatap muka untuk sementara diubah menjadi perkuliahan daring, sembari menunggu redanya pandemi.  Demikian juga yang dialami oleh mahasiswa kedokteran. Saat merebaknya pandemi dan meningkatnya kecemasan, mayoritas perkuliahan diliburkan dan sebagian diubah menjadi kuliah daring. Akan tetapi, seperti halnya perkuliahan di fakultas eksakta lainnya, ada aktivitas perkuliahan yang tidak mungkin diganti menjadi daring seluruhnya, seperti praktikum di laboratorium. Untuk mahasiswa kedokteran, ada bentuk pembelajaran lainnya yang juga sulit diubah menjadi metode daring.  Misalnya proses co as atau internship, ikut dokter senior dalam mengobservasi pasien, menyusun diagnosis, berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya, membuat laporan medis, dan sejumlah tindakan medis lainnya. 

Unair Luncurkan Buku Tentang Solusi Menyambut New Normal

Surabaya, InfoPublik - Menyambut new normal, Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan buku berjudul “Menjaga Nalar, Mencari Solusi Menyambut New Normal”. Buku tersebut sebagai bentuk kontribusi akademisi Unair dalam uapaya mengedukasi masyarakat untuk tetap berfikir dengan nalar bagaimana memutus rantai Covid-19. Para pakar Unair yang menulis buku tersebut diantaranya adalah Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA., Prof. dr., Djoko Santoso, Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM., Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D., dan Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si., Rektor Unair, Prof. Nasih mengatakan, new normal sulit dinalar jika perilaku manusia yang masih menganggap remeh dampak penyebaran Covid-19. “Terbitnya buku ini dapat menjadi awal edukasi kepada masyarakat tentang penyelesaian Covid-19 secara rasional,” ujarnya, di Surabaya, Senin (29/6/2020) Guru Besar Fakultas Kedokteran (FK) Unair Prof. Djoko Santoso. Ia mengungkapkan penyebaran Covid-19 sangat berbahaya karena dapat menyerang dua hingga tiga orang sekaligus.

Key to being at Peace with Coronavirus

For more than three months, we have been struggling with the COVID-19 pandemic. The peak of the infection and death curves have not yet been visible. The broader sector of our lives is affected badly. We are increasingly forced to survive until one day a vaccine and medicine are found. We are forced to increasingly accept the presence of this virus as a reality, although it is very dangerous. This is the “order” of the new world because of COVID-19. The fields of health, the economy, social relations, political processes and work culture all change and reformat the rules of the game. The new format can be long-term, even permanent. Because, it is estimated, this coronavirus will not be destroyed at all. Its ability to spread, mutate, and adapt to it new host is very quick. The coronavirus continues to mutate to maintain its life, while humans must also survive with their immune system, which is basically very sophisticated. Therefore, a kind of invitation arises that we begin to get used to living with the coronavirus, the invisible “cunning and cruel parasite”.

Indahnya Halal Bihalal Keluarga Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga dengan Tausiyah Ketua Senat Akademik UNAIR

Humas(28/05) | Kamis (28/5/2020), telah dilaksanakan halal bihalal keluarga besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Halal bihalal ini dihadiri oleh Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Airlangga meliputi dekan, para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Temu kangen dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dengan zoom sebagai wadah halal bihalal tersebut. Halal bihalal yang terbuka untuk civitas akademika Fakultas Hukum Universitas Airlangga itupun menjadi momen bagi para civitas academika untuk saling menyapa dan mengucap kata maaf satu sama lain yang tentu nuansa yang terbentuk diharapkan mampu membentuk ikatan yang lebih kuat di dalam Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Djoko Santoso, dr., SpPD., KGH., FINASIM, Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga