FISIP Berlebaran Melalui Ngaji Kesehatan


Setelah liburan lebaran Idul Fitri 1442 H, FISIP mengawali hari efektif kerja dengan melalukan webinar yang mengambil tema “Pasca Vaknisasi Harus Apa? Tetap Sehat, Kinerja Meningkat”. Alasan utama tema ini dipilih karena momentum lebaran kerap menjadi wahana penyebaran efektif dari Covid 19 sebagaimana momentum setelah pilkada beberapa waktu yang lalu. Webinar tersebut dilakukan melalui zoomeeting sekaligus ditayangkan live di YouTube pada Selasa (18/05).

Hadir dalam webinar tersebut narasumber yang sangat kompeten, yaitu Prof. Djoko Santoso, dr., SpPD., FINASIM, Ph.D, Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR dan sehari-hari juga menjadi Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim. Pada paparan pengantarnya, Prof. Akh. Muzakki sebagai Dekan FISIP menyampaikan bahwa pada kesempatan kali ini FISIP mengajak civitas akademika dan masyarakat pada umumnya untuk ngaji kesehatan tentang perkembangan dan penanganan Covid 19 pasca vaksinasi dan lebaran ini. “Siang ini kita ngaji bareng pada Prof. Djoko tentang apa yang harus kita lakukan setelah vaksinasi dan lebaran ini.”

Prof. Djoko sendiri pada awal paparannya menyampaikan apresiasi mendalam pada FISIP yang telah berinisiatif untuk mengadakan webinar seperti ini, oleh sebab tentunya edukasi kesehatan sosial seperti ini tidak hanya bermanfaat pada civitas akademika di FISIP, akan tetapi juga berguna pada masyarakat luas. Lebih lanjut Prof. Djoko menegaskan bahwa sampai hari ini sudah ada banyak mutasi lanjutan dari virus tersebut sehingga menyebabkan kemunculan mutant baru cari virus Covid 19. Di saat yang sama, ada perbedaan daya tahan tubuh manusia baik yang sudah mendapatkan vaksinasi maupun yang belum mendapatkan vaksinasi.

 

ngajikesehatan-fisip-berlebaran-melalui-ngaji-kesehatan.jpg

 

“Sampai saat ini sudah ada beberapa mutasi virus ini menjadi mutant baru. Nah, di saat yang sama daya tahan atau kekebalan tubuh manusia itu tidak sama. Sehingga kita tetap perlu waspada terhadap penyebaran virus ini,” terangnya.

Selanjutnya, Prof. Djoko menyampaikan bahwa pada situasi seperti ini bila kita mampu mengawinkan beberapa hal yaitu ketaatan menjalankan protokol kesehatan sesuai SOP, vaksinasi, dan menjaga kebugaran, maka upaya menghadapi wabah ini. Termasuk dalam upaya menjaga kesehatan itu adalah dengan istirahat yang cukup, konsumsi makanan yang halal dan sehat, dan pengelolaan kondisi kejiwaan sehingga tidak stress dalam menghadapi berbagai hal.

Pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan sederhana dari Prof. Muzakki terkait kesiapan menyongsong pelaksanaan tahun ajaran baru, khususnya tentang rutinitas manajerial yang biasanya terjadi. Atas itu, Prof. Djoko menyampaikan bahwa boleh beraktifitas akan tetapi harus tetap mentaati protokol Kesehatan. Seperti halnya pada saat makan siang, maka masih harus tetap menjaga penerapan protokol Kesehatan, seperti halnya menjaga jarak paling tidak setengah meter.

Selain itu, ada berbagai pertanyaan terkait bagaimana merawat dan menjaga wanita hamil, manula, anak kecil, orang dengan penyakit kronis tertentu pada masa kondisi seperti ini. Dari berbagai pertanyaan tersebut, Prof. Djoko memberikan penjelasan yang detail dan jelas. Terutama tentang kebiasaan bersalaman atau berpelukan dengan orang lain termasuk orang tua saat berlebaran. Maka dalam pandangan Prof. Djoko, hal ini perlu dihindari dulu karena menjaga kemaslahatan itu lebih penting daripada menuruti kebiasaan hidup yang berpotensi mengancam keselamatan tubuh.

Akhirnya, tetap sehat dan berprestasi.(c)