Pameran Edukasi 13 Universitas Taiwan di Universitas Airlangga, Peluang Cari Informasi Beasiswa


TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Taiwan Higher Education Fair kembali digelar di Universitas Airlangga. Kali ini pameran pendidikan Taiwan itu menghadirkan 13 universitas terkemuka asal Taiwan.

Ketua Delegasi Universitas Taiwan, Prof Yinghuei Chen mengungkapkan banyaknya peminat pemuda Indonesia untuk melanjutkan studi di Taiwan membuat pemeran pendidikan ini kembali terselenggara.

"Kali ini ada 13 universitas yang datang menawarkan pendidikan yang bisa ditempuh oleh pelajar asal Indonesia. Pastinya akan ada banyak informasi termasuk beasiswa yang bisa didapat dalam pameran ini,"ungkapnya usai pembukaan pameran di lantai 1 gedung rektorat Unair, Kamis (25/4/2019).


Prof Djoko Santoso, Wakil Rektor 1 Unair menambahkan melalui pameran pendidikan ini akan mampu menambah jejaring kerja sama Unair dengan universitas di Taiwan. Pasalnya saat ini Unair juga telah memiliki program double degree dengan universitas di Taiwan.

"Peminat studi ke Taiwan di luar permasalahan bahasa, banyak sekali antusiasnya mahasiswa, karena banyak beasiswa yang ditawarkan. Tetapi kompetensi mahasiswa di Unair beragam, tidak semua memiliki kemampuan bahasa mandarin makanya tidak semua melanjutkan studi ke Taiwan,"urainya.

Selain pertukaran pelajar dna program double degree, Unair kini juga menjadlin kolaborasi riset dengan peneliti di Taiwan.

Direktur Jenderal The Taipei Economic and Trade Office ( TETO) Surabaya, Benson Lin mengungkapkan beasiswa dari pemerintah Taiwan biasanya disalurkan melalui kementrian pendidikan dan ditawarkan melalui TETO Jakarta. Selain itu setiap universitas juga memiliki beragam beasiswa yang ditawarkan.

"Saat ini sekitar 6.500 pelajar asal Indonesia menempuh pendidikan dari kelas bahasa, S1, S2 di Taiwan dan meningkat setiap tahunnya. Peningkatan signifikan 3 tahun terakhir karena taiwan memiliki kebijakan promosi ke negara di wilayah selatan seperti Indonesia,"urainya.

Banyaknya pelajar Indonesia di Taiwan juga tak lepas dari banyaknya pelajar S2 yang mendapat beasiswa untuk studi di Taiwan.

"Tiga faktor utama menariknya Taiwan, yaitu lingkungan pendidikan yang baik, bahkan banyak universitas masuk 100 besar peringkat dunia. Kemudian Profesor di Taiwan banyak dapat gelarnya di negara maju,"urainya.

Dan faktor pembiayaan di Taiwan yang lebih rendah dibandingkan negara lain. Seperti biaya hidup setahun di Singapura sama dengan lima tahun di Taiwan. Bahkan biaya hidup setahun di Australia sama dengan 11 tahun di Taiwan.

"Dengan biaya yang murah, bukan berarti kualitasnya rendah. Karena setelah lulus lebih mudah akses ke pendidikan bergengsi lainnya,"pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana 
Editor: Melia Luthfi Husnika



Comments