Prof Nasih Kembali Terpilih Jadi Rektor Unair Melalui Teleconference


Surabaya - Berdasar Rapat Pleno MWA (Majelis Wali Amanat) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rektor Periode 2020-2025 telah terpilih. Melalui teleconference, Prof Mohammad Nasih kembali terpilih menjadi rektor Unair.

Pemilihan rektor periode 2020-2025 Unair kali ini pertama kalinya dilakukan secara online sejak pukul 09.45 WIB hingga pukul 11.25 WIB. Rapat Pleno MWA dipimpin langsung Ketua MWA Unair M. Hatta Ali yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung (MA).

 

Ada pula perwakilan dari Kemendikbud, Dyah Ismayanti, Kepala Biro Sumber Daya Manusia. Selain itu ada anggota Senat Akademik Unair.

 

Ketua Senat Akademik Unair Prof dr Djoko Santoso SpPD-KGH PhD FINASIM mengaku bahwa rapat penentuan itu dilakukan secara online karena kondisi darurat corona. Dia berharap rektor terpilih mampu membawa Unair sebagai perguruan tinggi yang terkemuka dan berkontribusi pada level lokal, regional, nasional, dan global. Serta kesejahteraan semua stakeholder (internal dan eksternal) semakin meningkat.

 

"Alhamdulillah, kami menyampaikan selamat atas amanah yang diberikan oleh MWA Unair secara aklamasi kepada Prof Dr M. Nasih MT SE Ak, sebagai Rektor periode 2020-2025 pada 11.25 WIB hari ini (pemilihan secara teleconference)," kata Djoko dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (31/3/2020).

 

"Semoga dalam menjalankan amanah pada periode kedua ini senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan oleh Allah SWT dalam men-sinergi-kan semua stakeholder yang ada," tambahnya.

 

Menambahkan pernyataan Djoko, anggota Senat Akademik Unair Dr Ahmad Rizki Sridadi SH MM MH menjelaskan bahwa terpilihnya Prof Nasih secara aklamasi mengindikasikan adanya nilai musyawarah yang mufakat ditunjukkan anggota MWA. Khususnya dalam penetapan rektor Unair untuk 5 tahun mendatang.

 

"Alhamdulilah, secara aklamasi, berdasarkan pada forum yang telah dicapai rapat pleno pemilihan rektor 2020-2025 tadi, yang kemudian telah menetapkan Prof Nasih, sebagai rektor periode 2020-2025," kata Ahmad Rizki.

 

Sementara salah satu calon rektor terseleksi Prof D. Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM menyebut hasil itu merupakan yang terbaik. Mengingat, penetapan hasil rapat pleno oleh para anggota MWA dilakukan secara demokrasi.

 

"Saya rasa ini adalah hasil yang terbaik. Mengingat melalui proses-proses demokrasi. Terdapat musyawarah dan mufakat di dalamnya," pungkasnya.