#MUI Jatim


Webinar: Mengawal Masa Depan Anak Yatim Korban Pandemi

Webinar Seri ke-10 Literasi Pandemi MUI Jatim Tema: Mengawal Masa Depan Anak Yatim Korban Pandemi Pengantar Zoominar: Prof Akh Muzakki Sekretaris Umum MUI Jatim Narasumber: Dr. H. M. Alwi, M. HumKetua Komisi Pengembangan Dana Ummat dan Penguatan Keuangan Lembaga Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Dr. Hj. Udjie Asiyah, M.Si Ketua Komisi PPRK MUI Jatim Host : Afif Amrullah Sekretaris Komisi Infokom MUI Jatim Jum'at, 3 September 2021Pukul 19.00 WIB Join Zoom Meetinghttps://us02web.zoom.us/j/85423438764?pwd=U3gwMEFBMWhnZC8vWk84d3N4RUV3dz09 Meeting ID: 854 2343 8764Passcode: MUIJTM Live streaming MUI Jatim TVyoutube.com/MUIJatimTV Disiapkan E-Sertifikat

Webinar: Rekayasa Sosial Memasyarakatkan Masker

Ikutilah Webinar Seri ke-7 Literasi Pandemi MUI Jatim dengan Tema "Rekayasa Sosial Memasyarakatkan Masker" Narasumber 1. Topik: Melawan pandemi Covid19 secara cerdas dan tanggung jawabOleh: Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIMKetua Badan Kesehatan MUI Jatim 2.Topik: Bermasker sebagai identitas sosial dan gaya hidupOleh: Prof. Dr. Bagong Suyanto, Drs., M.Si.Guru Besar dan Dekan FISIP Universitas Airlangga

MUI Jatim: Bila Herd Immunity 80 Persen, Covid-19 tidak Lagi Menakutkan

SURABAYA –Covid-19 saat ini sedang melonjak naik lagi, untuk itu Prof Djoko Santoso, Ketua Badan Kesehatan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur menekankan agar tidak hanya dijalankannya Protokol Kesehatan. Akan tetapi juga dengan meningkatkan vaksin agar tercapai herd immunity 80 persen. Dia mengatakan jika ada hal yang perlu ditekankan, bahwa covid-19 ini dalam menyerang jiwa itu ada dua hal, yaitu kekurangan oksigen, atau yang disebut hipoxia, dan satu lagi pengentalan darah yang berlebih. Kelahiran Covid-19 di Wuhan ini mengejutkan semua umat di dunia. Bahkan para ahli biologi maupun klinis di seluruh dunia merasa terkejut karena ini aneh.

MUI Jawa Timur Tegaskan Pandemi Covid-19 Adalah Masalah Sosial

AKURAT.CO  Virus Covid-19 saat ini semakin mengganas. Ini terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Hampir seluruh provinsi di Indonesia menyandang predikat zona merah. Di Jawa Timur khususnya, terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif yang setiap hari semakin bertambah. Di samping itu, beberapa waktu belakangan, ditemukan kasus inveksi virus Corona varian Delta. Virus yang ditemukan pertama kali di Negara India dan kini sudah menyebar di hampir di seluruh dunia. Meski belum separah India, artinya Indonesia harus siaga dalam menghadapi varian baru ini. Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur, Prof Djoko Santoso, dr, Ph.D, Sp. PD menjelaskan

'Protokol Meja Makan' Puasa era Pandemi

SUNATULLAH atau secara alamiah, tubuh manusia tidak bisa menjalankan fungsinya jika tidak ada asupan makanan. Tubuh manusia membutuhkan asupan nutrisi berupa makanan dan air yang mengandung mineral secara proporsional, agar tetap hidup dengan baik melalui dukungan penuh dari mesin homeostasis (biologi) tubuhnya. Istilah yang tepat adalah makan untuk hidup, dan jangan dibalik, agar mesin homeostasis tubuh tidak gampang menuju homeostenosis (menua). Ada kalanya tubuh sengaja dikosongkan dari asupan nutrisi dalam jangka waktu tertentu, untuk tujuan tertentu. Salah satu bentuk pengosongan nutrisi itu adalah yang disebut puasa. Jika sedang tidak puasa, tubuh membutuhkan sumber bahan bakar untuk menjalankan mesin kehidupan, agar dapat bergerak secara fisik, mental dan emosional. Rasa lapar adalah sinyal bahwa tubuh minta asupan nutrisi, minta makan.