#pandemi


Bersiap dari Pandemi Menuju Endemi

Para ahli memproyeksikan bahwa nanti akan berangsur menjadi endemi. Maka sejak dini kita siapkan peta jalannya agar nanti bisa kita hadapi endemi dengan lebih mulus tanpa gejolak. Langkah berikutnya setelah Covid-19 gelombang kedua mereda adalah tetap wajib mengutamakan kesehatan (healthy oriented). Pelajaran dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) layak menjadi batu pijak peta jalan menuju endemi. Bahwa ternyata “pembatasan kegiatan” yang ketat terukur bisa meredakan amuk korona, dan dengan ini membuka peluang, utamanya membangkitkan ekonomi. Ini tak lepas dari sikap pemerintah yang lebih terbuka menerima saran dan kritik. PPKM jelas merupakan kebijakan yang lebih healthy oriented. Berbeda ketimbang kebijakan salah kaprah economic oriented yang diterapkan di awal pandemi. Saat itu pemerintah tidak menutup pintu kedatangan dari luar negeri, nekat mengundang wisatawan asing, membiayai buzzer, respon tak acuh dan lamban otoritas kesehatan, minimnya tracing dan testing, serta kurang peduli pada beban berat nakes/faskes.

Webinar: Mengawal Masa Depan Anak Yatim Korban Pandemi

Webinar Seri ke-10 Literasi Pandemi MUI Jatim Tema: Mengawal Masa Depan Anak Yatim Korban Pandemi Pengantar Zoominar: Prof Akh Muzakki Sekretaris Umum MUI Jatim Narasumber: Dr. H. M. Alwi, M. HumKetua Komisi Pengembangan Dana Ummat dan Penguatan Keuangan Lembaga Prof. Djoko Santoso, dr. Ph.D, Sp.PD. KGH. FINASIM Ketua Badan Kesehatan MUI Jatim Dr. Hj. Udjie Asiyah, M.Si Ketua Komisi PPRK MUI Jatim Host : Afif Amrullah Sekretaris Komisi Infokom MUI Jatim Jum'at, 3 September 2021Pukul 19.00 WIB Join Zoom Meetinghttps://us02web.zoom.us/j/85423438764?pwd=U3gwMEFBMWhnZC8vWk84d3N4RUV3dz09 Meeting ID: 854 2343 8764Passcode: MUIJTM Live streaming MUI Jatim TVyoutube.com/MUIJatimTV Disiapkan E-Sertifikat

Prioritas dalam Peta Jalan Pandemi

Untuk saat ini, jangan langsung mempanglimakan ekonomi berbasis kerumunan yang berisiko memperparah pandemi. Susun dulu langkah-langkah penguatan penanganan pandemi dengan tetap mengutamakan kesehatan sesuai panduan WHO. Mengendalikan liarnya pandemi Covid-19, harus diakui tidaklah semudah mengucapkannya. Bahkan sebaliknya, virus korona-lah yang masih "mengendalikan" kita. Seluruh gerak kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita mau tak mau terus dibatasi. Anggaran rumah tangga individu hingga anggaran negara juga ditumpahkan, agar kita bisa bertahan dari serbuan virus SARS-Cov2. Agresi brigade varian Delta yang paling ganas saat ini, masih terus menebar maut. Sudah lebih dari sebulan, sejak 11 Juli 2021, angka kematian harian lebih dari seribu orang. Sudah sebulan pula angka kematian kita menjadi juara dunia.

Mengenal Vaksinasi Covid 19 Pada Penderita Sakit Ginjal Kronis di Era Pandemi

Orang dengan penyakit ginjal akan berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius dari Covid-19. Maka itu cara terbaik untuk melindungi diri adalah dengan menghindari terkena virus covid ini. Utamanya cara vaksinasi yang dianjurkan, disamping masih perlu cara cara lain seperti menjaga kebugaran dan kehidupan sesuai kondisi masing masing secara baik, menjaga dan melakukan protokol kesehatan dengan baik --disiplin. Mengapa hal tersebut ditekankan? Untuk diketahui bahwa Virus covid yang tergolong jenis corona virus ini, sampai sekarang virusnya terus berubah (melalui mutasi), dan varian baru dari virus ini diperkirakan akan muncul seiring waktu. Terkadang varian baru muncul dan menghilang. Di lain waktu, varian baru (bahkan ganas) muncul dan bertahan.

Prof Djoko Santoso Berikan Tips Hidup Berdampingan dengan Covid-19

JAKARTA, NusaBali.com – Melihat gelaran Euro 2020 bukan hanya aksi pesepakbola yang bikin mata melek, namun penonton yang memadati stadion juga bikin terhenyak karena terjadi pada masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.     Babak semifinal antara Italia vs Spanyol yang dilangsungkan di Stadion Wembley London, Selasa (6/7/2021) atau Rabu dini hari Wita misalnya. Sebanyak lebih dari 60.000 penonton memadati stadion di ibukota Inggris tersebut.  Sebelumnya angka yang sama juga memadati Puskas Arena Stadium di Budapest saat tuan rumah Hongaria menjamu Portugal di fase Grup Euro 2020.