#revolusi industri 4.0


Industry 4.0 and Health Services

President Jokowi has chosen Dr. Terawan Agus Putranto as the health minister for the second term of his administration. What is the direction of the Health Ministry’s health policy to answer challenges in the future? Before getting there, it is better for us to review the achievements of the health sector over the past five years. The most monumental breakthrough of the first period of Jokowi’s administration was the application of national health insurance through the Social Security Management Agency (BPJS). This is arguably a revolutionary policy in the health sector. Nevertheless, this policy still bears serious problems. The main problem that has not been resolved until now is the overdraft of BPJS financing. Hundreds of partner hospitals have not been paid by BPJS, causing some to go bankrupt. The commotion of the BPJS deficit has colored news throughout the year. Indonesia has the second highest prevelance in ASEAN (under Timor Leste) in terms of the number of stunted children due to lack of nutrition. This is certainly not something to be proud of.

Industri 4.0 untuk Pacu Layanan Kesehatan

Presiden Jokowi sudah memilih dr Terawan sebagai menteri kesehatan untuk periode kedua pemerintahannya. Apa arah kebijakan kesehatan Kementerian Kesehatan untuk menjawab tantangan ke depan? Sebelum sampai ke sana, ada baiknya kita mengulas pencapaian sektor kesehatan lima tahun ke belakang. Gebrakan paling monumental periode pertama pemerintahan Jokowi adalah penerapan jaminan kesehatan nasional lewat Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini bisa dibilang kebijakan revolusioner di sektor kesehatan. Meskipun begitu, kebijakan ini masih menanggung masalah berat. Masalah utama yang belum bisa diatasi sampai sekarang adalah pembiayaan BPJS yang tekor sejak awal sampai sekarang. Ratusan rumah sakit mitra belum dibayar oleh BPJS hingga arus kasnya terseok, bahkan ada yang bangkrut.

Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat untuk Dunia Kesehatan

Jatim Newsroom- Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.

Pelaku Industri Kesehatan Bakal Dapat Manfaat Revolusi Industri 4.0

Liputan6.com, Surabaya - Indonesia saat ini memasuki era awal revolusi industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu dalam acara Seminar Nasional Revolusi Industri Kesehatan 4.0, Selasa (12/11/2019). 

Prof. Djoko Sebut Revolusi Industri 4.0 Miliki Manfaat Untuk Dunia Kesehatan

UNAIR NEWS – Saat ini, Indonesia memasuki era awal Revolusi Industri 4.0 yang menekankan perubahan berbagai sektor  karena teknologi digital. Dampak dari kondisi itu tidak dapat dihindari dalam bidang sektor kesehatan. Wakil Rektor I Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso, Dr., PhD., Sp.Pd.K-Gh.Finasim memberikan pendapatnya mengenai dampak perubahan itu. Dalam acara Seminar Nasional Revolusi Industri Kesehatan 4.0 (12/11/2019), Prof. Djoko menjelaskan pentingnya manajemen beban penyakit dan kebutuhan layanan teknologi kesehatan.