#who


Bahaya Pemasaran Agresif Susu Formula

WHO dan Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef) melaporkan banyaknya praktik buruk pemasaran susu formula yang melanggar standar internasional. Promosi yang didengungkan ke orangtua dan petugas kesehatan sering menyesatkan. Peringatan telak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seharusnya membangunkan kita untuk sebisa mungkin menjauhkan bayi kita dari susu formula. WHO secara mengejutkan mengeluarkan laporan berjudul How Marketing of Formula Milk Influences Our Decisions on Infant Feeding (Bagaimana Pemasaran Susu Formula Memengaruhi Keputusan Kita tentang Pemberian Makan Bayi).

Melecut Kibar Vaksin Merah Putih

Tentu mengherankan, enam lembaga dan universitas papan atas kita yang sedang meriset calon vaksin dengan platform yang berbeda tadi sama sekali tak tercatat di laman WHO ini. Mengapa ini bisa terjadi? Riset menuju vaksin nasional, yakni vaksin Merah Putih, terus mengalami kemajuan. Agar nanti mulus dalam pengakuan internasional, upaya membangun vaksin Merah Putih ini perlu segera dimasukkan ke dalam laman WHO. Saat ini calon vaksin kita belum termasuk 284 calon vaksin di sana. Isu kemandirian vaksin mencuat seiring tragedi India. Gelombang kedua Covid-19 yang melanda India tak hanya melumpuhkan sistem kesehatan di sana, tapi juga membuat banyak negara lain ketakutan. Tragedi India ini langsung menebarkan dua ancaman, yaitu mengekspor varian mutan ganas ke banyak negara lewat perjalanan warga negaranya; dan tak kalah penting, membatalkan rencana ekspor vaksin ke negara-negara yang membutuhkannya.

Being Agile Against the Pandemic

Only a day after declaring the COVID-19 outbreak a pandemic (11/3/2020), director general of the World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sent a letter to President Jokowi. The WHO asked that President Jokowi immediately declare a national emergency; build a laboratory of adequate scale; expand case search, tracking, monitoring and careful data collection; and intensify preventive measures, including by encouraging people to wash their hands frequently. However, this is an “exasperated” response on the part of WHO to see Indonesia’s response, which was considered too relaxed. For more than two months, the Health Ministry boasted a zero status of positive COVID-19 cases. However, on Monday (2/3/2020), two weeks ago, the defense was broken. The President announced that two Indonesian citizens had tested positive for COVID-19. There was a Japanese citizen visiting Indonesia, then continuing to Singapore. A careful examination in Singapore confirmed that the Japanese had tested positive for COVID-19. Tracking was later conducted in Indonesia on someone who made contact with the Japanese citizen. The person was found and tested positive for being infected, then the President announced it.