MUI Jawa Timur Tegaskan Pandemi Covid-19 Adalah Masalah Sosial


AKURAT.CO  Virus Covid-19 saat ini semakin mengganas. Ini terjadi di beberapa kota besar di Indonesia. Hampir seluruh provinsi di Indonesia menyandang predikat zona merah. Di Jawa Timur khususnya, terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif yang setiap hari semakin bertambah.

Di samping itu, beberapa waktu belakangan, ditemukan kasus inveksi virus Corona varian Delta. Virus yang ditemukan pertama kali di Negara India dan kini sudah menyebar di hampir di seluruh dunia. Meski belum separah India, artinya Indonesia harus siaga dalam menghadapi varian baru ini.

Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa Timur, Prof Djoko Santoso, dr, Ph.D, Sp. PD menjelaskan dalam acara Webinar Seri Literasi Pandemi, terdapat kelompok-kelompok yang rentan terpapar virus dengan cara bermutasi secara ganas dalam tubuh seseorang. Mereka adalah kelompok yang memiliki riwayat penyakit kencing manis, kelompok gagal ginjal kronis dan kelompok usia 70 tahun ke atas. Acara tersebut digelar pada Selasa, (29/06/2021)

"Untuk di Jawa Timur kita tetap waspada. Kita boleh berlega diri ketika kita tahu posisioning berapa yang sudah ditest dan berapa yang harus ditest. Sehingga dengan demikian, akan tercermin data yang benar," katanya.

”Di Provinsi Jawa Timur terdapat beberapa kota atau kabupaten zona merah, salah satunya Bangkalan,” ujarnya lagi.

Menurut  Djoko Santoso, penentuan zona merah itu tidak hanya sekedar positif rate saja. "Jika positif ratenya 10% tidak membuka tenda, tidak banyak menggunakan ruang ICU, maka 10% itu betul, tetapi misalkan saja 10% ada semua dan rumah sakit penuh, maka solusinya adalah perbanyak testing dan trasing,” lanjutnya.

Ia kembali menegaskan, kita harus bersungguh-sungguh bagaimana menyatukan langkah dalam mengatasi pandemi ini. Karena ini bukan hanya masalah medis tetapi permasalahan sosial. Contohnya dengan menunda beberapa event-event baik itu di skala ekonomi, pendidikan maupun budaya. 

"Sekali lagi kita menaruh pandemi ini pada persepektif masalah sosial yang sangat kompleks. Pada bulan ke-16 atau bulan ke-14 itu jauh berbeda dengan bulan pertama. Sampai tiga bulan setelah wabah ini masuk, yaitu bulan Maret sampai Juni, itu jelas berbeda karena virus tersebut sudah melanglangbuana di seluruh udara Indonesia." sambungnya lagi.  

Dalam pungkasnya, ia menegaskan bahwa, yang perlu kita lakukan dalam menghadapi situasi ini adalah menjaga diri kita dengan mematuhi protokol kesehatan. Setelah itu, katanya, kita membantu saudara kita dan selalu taburkan manfaat bagi sekitar.[]



Comments