Pelatihan Pemkot Surabaya & UNAIR Pascasarjana: Mewujudkan Kota Surabaya Naik Kelas


Pada hari terakhir pelatihan batch 3, pelatihan Transformational Leadership mendapat kehormatan karena diisi langsung oleh Ketua Senat Akademik Universitas Airlangga, Prof. Dr. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM. Yang membawakan materi MOBILIZE CHANGE THROUGH EXECUTIVE LEADERSHIP dan cerita perjalanan dirinya menghadapi perubahan-perubahan yang merupakan keniscayaan ketika membawa organisasi bergerak dimasa depan. Kamis 21 Juli 2022, digedung Airlangga Tower.

Bagaimana seorang pemimpin mampu merubah pribadinya, untuk menjawab tantangan masa depan, digambarkan pada abad 20 pemimpin cenderung bersifat hanya memberikan perintah dengan sedikit campur tangan dan pemikiran dari sudut pandang yang berbeda, khususnya anak buah, akan tetapi menginjak abad 21 pemimpin lebih dituntut bersifat kolaboratif, inklusif menjadi keharusan, inovasi dan kreatifitas menjadi ruh dan memposisikan anak buah sebagai rekan kerja untuk bertukar pikiran untuk menciptakan gol-gol terbaik sebagai sebuah tim.

Dr. Endang Dewi Mashitah. Ir., MP yang merupakan Direktur Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga yang sebelumnya menjabat sebagai wakil Dekan I Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga membawakan materi dengan judul PENGELOLAAN SDM (Dosen dan Tendik) UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI PTNBH. Dihadapan para peserta dipaparkan tentang posisi UNAIR yang berposisi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum Dari segi otonomi kampus, PTN-BH dapat mandiri dalam membuka dan menutup program studi yang ada di lembaganya. PTN BH juga berwenang menetapkan, mengangkat, membina, dan memberhentikan tenaga tetap non-PNS.

Disampaikan bahwa Universitas Airlangga sejak 2019 sudah tidak ada lagi pengangkatan menjadi PNS atau ASN semua level tertinggi pada pegawai tetap, kesemuanya membuahkan konsekuensi tersendiri, secara tingkat keamanan dan kenyamanan dalam bekerja PNS/ASN jelas terjaga, akan tetapi kelemahannya adalah dalam hal kinerja, biasanya kurang termotivasi, beda dengan saat ini dimana posisi pegawai tetap adalah level tertinggi dimana faktor ukuran keberlanjutan dia memegang amanah adalah pada kinerja terbaik sehingga kondisi ini membuat situasi lebih kompetitif.

Prof. Prof.Dr. Bambang Tjahjadi, SE.,MBA.,Ak. Yang merupakan Guru Besar Universitas Airlangga Surabaya, dalam kesempatan yang sama menyampaikan tentang pentingnya Kesehatan dan keselarasan organisasi, hal tersebut berangkat dari seberapapun cerdas dan visioner seorang pemimpin bila tidak cakap dalam menterjemahkan visi dan misinya maka tidak akan pernah ada gol hebat yang lahir, karena semua tidak bersinergi.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Bambang, meminta para peserta yang berasal dari latar belakang lurah, camat serta kepala dinas untuk mengindetifikasi permasalahan tentang keselarasan organisasi termasuk apa saja solusi yang ditawarkan dan bagaimana merawat hal tersebut agar menjadi budaya dalam tim untuk berkinerja terbaik dengan membuat paparan, dan terpilihlah satu grup dengan presentasi terbaik dan mendapat apresiasi yang langsung diserahkan ke tim terpilih.

Pelatihan yang digelar oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Sekolah Pascsarjana Universitas Airlangga dalam hal ini dikoordinir oleh Executive Learning Hub sebuah unit yang menangani Non Degree program, bertujuan untuk meningkatkan kapasistas dan kemampuan sumber daya manusia di level pejabat struktural pemkot surabaya dan diharapkan output yang hadir adalah pejabat public yang komunikatif, responsive, inovatif dan memegang teguh komitmen untuk bersama-sama mewujudkan Surabaya Naik Kelas.

 



Comments