#Hari Ginjal Sedunia


Menapis Massal, Mencegah Gagal Ginjal

Ketidaktahuan bisa membawa bahaya (dan biaya) berganda. Banyak kalangan di masyarakat tidak mengenal apa itu penyakit gagal ginjal kronis (GGK). Tidak hanya di Indonesia, tetapi di banyak negara maju sekalipun. Kita baru mengetahui GGK setelah ada orang di dekat kita harus cuci darah rutin. Untuk memperpanjang "nyawa", GGK jelas menghabiskan biaya tinggi, kerap menguras harta hasil jerih payah. Ini memang penyakit berbahaya dan mahal. Ketidaktahuan dan ketidakpedulian itu meningkatkan secara eksponensial risiko kematian pada GGK itu. Penurunan fungsi ginjal bisa berlanjut dengan kelipatan hingga 100 kali lebih tinggi ketika berada tahap gagal ginjal terminal dibandingkan yang tahap awal yang hanya dua hingga empat kali.

Refleksi Hari Perempuan dan Hari Ginjal Sedunia

Rumah Ginjal - Sungguh istimewa Kamis (8/3) ini. Hari itu di­per­ingati sebagai Hari Pe­rem­pu­an Internasional sekaligus Ha­ri Ginjal Sedunia. Karena k­e­ber­samaan itulah, tema Hari Gin­jal Sedunia kali ini adalah Kid­ney and Women's Health: In­clude, Value, and Empower (Gi­n­jal dan Kesehatan Perempuan: Me­libatkan, Menghargai, dan Mem­berdayakan). Inilah m­omen­t­um penting peduli kaum perempuan sekaligus peduli ke­se­hatan ginjal mereka.Khalayak diharapkan ber­usa­ha untuk lebih memahami as­­pek khas penyakit ginjal pada pe­rempuan sehingga bisa diha­rap­kan untuk memperkuat pe­n­­e­rapan pembelajaran ini se­ca­ra lebih luas. Bagaimanapun, kaum perempuan adalah ibu ge­ne­rasi. Kesehatan mereka sa­ngat berpengaruh pada ke­se­hat­an umat manusia.