#kompas.id


Konsistensi Perangi Covid-19

Penggunaan cara saintifik ditambah disiplin kuat dari elite hingga rakyat jelata akan bisa memudahkan kita keluar dari pandemi ini. Ditambah vaksinasi massal yang dipercepat. Penggemar sepak bola menikmati siaran langsung pergelaran Piala Eropa 2020 dengan penonton yang hampir memenuhi kapasitas stadion. Terlihat sorak-sorai, jingkrak-jingkrak, dan mayoritas tak menggunakan masker. Untuk masuk stadion, selain membayar tiket, penonton lokal cukup menunjukkan kartu vaksinasi. Sementara penonton warga negara asing harus menunjukkan kartu tes swab. Mengapa ini bisa terjadi? Inggris dan Hongaria sebagai tuan rumah mengklaim sudah berhasil memvaksinasi lebih dari 90 persen warganya. Mereka juga merasa sudah berhasil menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan tertib sehingga otoritas setempat merasa cukup aman menggelar Piala Eropa 2020 dengan penonton hampir penuh.

Promoting Indonesia’s ‘Red and White’ Vaccine

The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries. Research for the production of a domestic vaccine, namely the Red and White vaccine, continues to progress. In a bid to smoothly get international recognition, efforts to develop a Red and White vaccine need to be immediately included in the World Health Organization website. Currently our vaccine candidate is not included in the list of 284 vaccine candidates there. The issue of vaccine independence arose amid the ongoing tragedy in India, where a second, deadlier wave of COVID-29 has not only paralyzed the local health system but also frightened many other countries.

Melecut Kibar Vaksin Merah Putih

Tentu mengherankan, enam lembaga dan universitas papan atas kita yang sedang meriset calon vaksin dengan platform yang berbeda tadi sama sekali tak tercatat di laman WHO ini. Mengapa ini bisa terjadi? Riset menuju vaksin nasional, yakni vaksin Merah Putih, terus mengalami kemajuan. Agar nanti mulus dalam pengakuan internasional, upaya membangun vaksin Merah Putih ini perlu segera dimasukkan ke dalam laman WHO. Saat ini calon vaksin kita belum termasuk 284 calon vaksin di sana. Isu kemandirian vaksin mencuat seiring tragedi India. Gelombang kedua Covid-19 yang melanda India tak hanya melumpuhkan sistem kesehatan di sana, tapi juga membuat banyak negara lain ketakutan. Tragedi India ini langsung menebarkan dua ancaman, yaitu mengekspor varian mutan ganas ke banyak negara lewat perjalanan warga negaranya; dan tak kalah penting, membatalkan rencana ekspor vaksin ke negara-negara yang membutuhkannya.

‘Blessed’ Homecoming and Indian Setback

It is an amazing turnaround initial praise won over the progress toward herd immunity turning chaotic in just a short time due to “herd ignorance”. The alarming spike in coronavirus cases in India should serve as a prompt reminder for our country in the face of Lebaran (Idul Fitri). It is also worth pondering whether promoting local tourism is justifiable while we prohibit mudik (Idul Fitri exodus). One large crowd is prevented, but another is encouraged. We need to adopt an attitude of protecting our own safety. Let us look at India, which is now in the spotlight of global concerns. This country of 1.393 billion people is big in many ways and this time it is related to the coronavirus. India began vaccination rollout on January 16, 2021 and as of early March, 18 million people had been vaccinated. At one point, more than a million jabs were given daily, which is a world record. The ambition was that it expected to be able to vaccinate 300 million citizens in just seven months. The ambition and the following vaccination progress drew praise from various parties, including many circles in Indonesia.

Mudik ”Rahmatan” dan Tragedi India

Kalau pemerintah masih mendua soal kerumunan libur Lebaran, kita harus mampu bersikap sendiri, yakni, jangan mudik, jangan berwisata. Bukankah kita semua makhluk otonom? Ledakan kasus korona di India bisa menjadi cermin tajam bagi negeri kita dalam menyongsong Lebaran. Perlu dipikirkan lagi, apakah sahih melarang mudik, tetapi mempromosikan wisata lokal. Satu gelombang besar kerumunan dicegah, tapi kerumunan yang lain dianjurkan. Kita perlu punya sikap untuk menjaga keselamatan diri. Mari kita menyimak India, yang kini jadi sorotan keprihatinan dunia. Negeri berpenduduk 1,393 miliar ini besar dalam banyak hal dan kali ini angka koronanya yang besar. India memulai vaksinasi 16 Januari 2021 dan sampai awal Maret sudah mencapai sekitar 18 juta warga yang disuntik.