#Media Indonesia


Pandemi, Momentum Mendayagunakan Inovasi

PANDEMI panjang covid-19 telah memuramkan semua sektor kehidupan. Perekonomian hancur, ekspor melorot, pendapatan negara anjlok, dan sebaliknya utang meningkat untuk menutup defisit neraca perdagangan.  Bahkan, negara yang selama ini dikenal kuat secara ekonomi, seperti Amerika Serikat, Jerman, Korea Selatan, Singapura, dan Hong Kong, sudah resmi menyatakan memasuki resesi. Berarti dua triwulan pertama 2020 tumbuh negatif dan belum ada prospek triwulan berikutnya akan mentas resesi.  Demikian juga di sektor pendidikan. Sudah lima bulan sekolah dan kampus ditutup dari aktivitas pembelajaran offline. Upaya untuk menutupi dengan menggunakan metode pembelajaran online masih banyak menemui kendala, baik pada jaringan infrastruktur, bandwidth, minimnya anggaran, maupun kesulitan lokasi geografis. Benar bahwa sekarang marak model seminar online atau webinar. Namun, efektivitasnya dirasakan masih kalah jauh jika dibanding dengan model seminar tatap muka atau offl ine. Demikian juga jika model pembelajaran tatap muka, jika hendak digeser menjadi pembelajaran online, secara nasional masih jauh dari kesiapan. 

Peran dan Pendidikan Mahasiswa Kedokteran di Masa Pandemi

PANDEMI covid-19 telah berdampak pada hampir seluruh sektor kehidupan. Sektor pendidikan pun mau tak mau harus menyesuaikan diri. Jadwal tahun ajaran dan penerimaan siswa baru menjadi bergeser. Proses penerimaan mahasiswa baru jadi terganggu. Perkuliahan tatap muka untuk sementara diubah menjadi perkuliahan daring, sembari menunggu redanya pandemi.  Demikian juga yang dialami oleh mahasiswa kedokteran. Saat merebaknya pandemi dan meningkatnya kecemasan, mayoritas perkuliahan diliburkan dan sebagian diubah menjadi kuliah daring. Akan tetapi, seperti halnya perkuliahan di fakultas eksakta lainnya, ada aktivitas perkuliahan yang tidak mungkin diganti menjadi daring seluruhnya, seperti praktikum di laboratorium. Untuk mahasiswa kedokteran, ada bentuk pembelajaran lainnya yang juga sulit diubah menjadi metode daring.  Misalnya proses co as atau internship, ikut dokter senior dalam mengobservasi pasien, menyusun diagnosis, berkomunikasi dengan pasien dan keluarganya, membuat laporan medis, dan sejumlah tindakan medis lainnya. 

Penyesuaian Proses Pendidikan Pascapandemi

BELUM lama Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan tahun ajaran baru akan tetap sesuai jadwal, yakni dimulai pada 13 Juli 2020. Sementara itu, soal pembukaan sekolah akan merujuk pada hasil kajian Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Meskipun sudah dijelaskan begitu, di tengah situasi pandemi yang masih mengancam ini, pengumuman ini langsung menyulut kontroversi. Banyak pihakmenentang jika ada rencana membuka sekolah pada tahun ajaran baru ini.  Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) langsung bereaksi menganjurkan untuk menunda dulu pembukaan sekolah. IDAI memperhatikan jumlah kasus covid-19 yang masih terus bertambah. Dari melonggarnya pelaksanaan PSBB di lapangan, kemungkinan akan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua, hingga masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak. Atas dasar itu, IDAI melalui pernyataan resminya, Sabtu (30/5), mengeluarkan beberapa poin anjuran. 

Terobosan dari Pemetaan Mutasi Covid-19

SUPERVIRUS covid-19 makin jelas sosoknya. Menristek-Dikti Bambang Brodjonegoro mengumumkan tipe virus korona penyebab wabah covid-19 yang beredar di Indonesia ternyata berbeda dengan tiga tipe lainnya yang beredar di dunia. Kesimpulan itu merupakan hasil analisis Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), lembaga kerja sama pemerintah Jerman dengan LSM untuk mempelajari data genetika virus. GISAID menganalisis tiga urutan genom yang dikirim dari Indonesia oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Menristek menjelaskan hal itu dalam rapat kerja gabungan Komisi VI,VII dan IX DPR secara virtual, Selasa (5/5) lalu. Untuk pemahaman awam, genom (genome) adalah keseluruhan informasi genetik (berupa asam nukleat) yang dimiliki satu sel atau organisme. Inilah pertama kalinya total urutan genom SARS-Cov-2 dari isolat di Indonesia yang panjangnya 29 ribu basa didaftarkan ke GISAID.

Pengendalian Pandemi Vs Kebebasan Sipil

PERANG melawan pandemi covid-1 9 makin berkobar. Presiden Joko Widodo optimistis akhir tahun pandemi ini tuntas. Setelah itu, Jokowi memprediksi wisata (utamanya) akan booming. Tentu saja, optimisme memang harus terus dijaga. Agar optimisme itu jadi kenyataan, selain terus berdoa, butuh ikhtiar yang lebih tangkas dan terukur tingkat keberhasilannya. Hingga saat ini, gerak pemerintah masih belum bisa mengimbangi kecepatan penyebaran virus, yang pernah di istilahkan Gubernur Negara Bagian New York, seperti kereta peluru. Setelah meremehkan di awal pandemi, pemerintah kini menghadapi dilema. Apakah memenuhi saran pakar medis agar bertindak cepat untuk membatasi pergerakan sipil secara ketat dan tegas atau lebih mendengar saran pakar ekonomi-sosial yang menginginkan jangan ada pembatasan yang terlalu ketat agar ekonomi tidak drop dan menghindari gejolak sosial. Gubernur DKI Anies Baswedan langsung bergerak cepat mengajukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hanya sehari setelah Peraturan Menteri Kesehatan resmi dikeluarkan.