Upaya Mencapai Herd Immunity dalam 6 Bulan di Indonesia, Guru Besar Unair : Harus Dua Juta Dosis Perhari


SEPUTAR GRESIK - Pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi untuk mencapai Herd Immunity, satu juta dosis vaksin perhari menjadi target sehingga herd immunity dapat dicapai dalam setahun.

Namun, Guru Besar Ilmu Penyakit dalam Universitas Airlangga, Prof. Djoko Santoso dr., Ph.D., Sp.PD.K-GH.FINASIM. menyarankan Pemerintah untuk menyuntikkan dua juta dosis vaksin perhari untuk mencapai herd immunity dalam 6 bulan untuk meminimalisir penularan virus varian delta.

"Kita usulkan 2 juta perhari terpenuhi, mengapa ? karena kita bisa tercapai dalam 6 bulan herd immunity, peluang penularan varian delta juga menurun. jika tidak maka akan berkembang biak dan merangkak ke seluruh daerah." ujarnya dalam Webinar yang diadakan oleh MUI Jatim pada (29/6).

Guru besar yang juga mejabat sebagai Ketua Badan Kesehatan MUI Jawa timur ini juga menekankan bahwa vaksinasi harus dilakukan, jika ada pihak yang mengatakan bahwa vaksin tidak bermanfaat dia memastikan itu hoax.

"Vaksin itu harus, ketika mendengar ada kondisi yang menjauhkan kemanfaatan vaksin, itu hoax. entah dengan rasionalisasi itu hoax. kenapa harus ? karena dosisnya  sangat terukur dan dianggap paling bagus untuk mentraining sistem imun manusia." tegasnya.

Menanggapi isu yang beredar bahwa orang yang telah divaksin tetap bisa terinfeksi virus, Prof Djoko mengatakan bahwa jika vaksin dapat mengurangi resiko penularan dan kematian.

"Jika tetap vaksin tetap kena, itu kalau tidak divaksin akan meninggal. vaksin bagus sebagai protektor, mampu menjaga agar tidak memberi penularan lebih tinggi." ujarnya lagi.

Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk segera vaksinasi dan meminimalisir hoax serta tetap mendukung segala kebijakan pembatasan dari level rumah tangga untuk menghadapi Covid-19.

"Minimalisirkan hoax, vaksinasi harus ditekankan. jauhkan idealisme , keselamatan jiwa lebih tinggi, pembatasan apapun itu sifatnya tidak bisa ketika rumah tangga tidak mendukungnya, maka rumah tangga harus mendukung dan bergerilya menghadapi covid ini." tekan Prof. Djoko kepada audiens.[]



Comments