Hasil Pencarian

Artikel


Hipertensi Pada Lansia: ISH, Faktor Risiko, Penanganan

Lansia adalah golongan orang lanjut usia dengan usia di atas 60 tahun. Menurut data statistik 2019, Jumlah lansia di Indonesia mencapai sekitar 25 juta jiwa. Pada usia ini, lebih separuh dari populasinya mempunyai tekanan darah yang lebih dari normal. Hal ini yang mempermudah terjadinya risiko penyakit jantung pembuluh darah, termasuk utamanya otak dan ginjal.  Kenaikan tekanan darah pada orang tua dipandang sebagai konsekuensi dari proses penuaan. Sementara itu, yang dimaksud dengan hipertensi pada lansia adalah: seseorang dengan usia lebih dari 60 tahun yang mempunyai tekanan darah sistolik konsisten tinggi (140 mmHg atau lebih) dengan tekanan diastolik dalam batas normal (lebih rendah dari 85 mmHg). Kondisi ini umum disebut isolated systolik hypertension (ISH).

Fakta Puasa bagi Penderita Gagal Ginjal Kronis

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta beberapa hal yang membatalkannya. Puasa di bulan Ramadhan, jelas wajib hukumnya bagi kaum Muslim yang sehat. Selama sekitar 14 jam, umat Muslim menahan diri untuk tidak makan minum, juga menahan emosi. Bagi yang sedang tidak sehat atau dalam kondisi tertentu, puasa menjadi tidak wajib. Manfaat puasa sangatlah banyak untuk kesehatan, salah satunya bisa menjadi terapi untuk pengobatan gagal ginjal. Namun, tentu saja faktor kesehatan harus diperhatikan untuk mengambil keputusan berpuasa atau tidak. Apa yang terjadi pada tubuh ketika puasa? Bagaimana puasa dilakukan oleh penderita gagal ginjal kronis? Informasi selengkapnya bisa dibaca dalam ulasan berikut! 

Mengenal Cara Kerja Ginjal dalam Hasilkan Urin

Ginjal adalah organ tubuh dengan ukuran genggaman tangan yang mengepal. Walaupun berukuran kecil, organ ini sangat ajaib fungsinya dalam menjalankan proses ekskresi atau proses pembetukan urin di tubuh. Jika diibaratkan ginjal seperti mesin penyaring berliter-liter cairan yang bekerja tanpa henti. Fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dalam tubuh supaya tetap sehat. Organ ginjal dibekali dua buah ginjal, ginjal kiri dan kanan, untuk memaksimalkan fungsinya dalam menyaring segala air dan racun dalam tubuh. Ingin tahu bagaimana cara ginjal bekerja hasilkan urin? Simak artikel ini, yuk!

Preventing Mass Torture of the Kidney

The KIDNEY is an important organ of the body that performs many vital functions. Failure to treat several diseases, such as hypertension, diabetes, heart problems, obesity, kidney stones, or indiscriminate drug consumption will end up in kidney failure or chronic kidney disease (CKD). This is something scary. Even in developed countries such as the United States, 16 percent of the adult population suffers from the disease, with 52 percent of deaths from cardiovascular disease (Foley RN, 2003). By projecting the prevalence rates in the US, it is estimated that more than 24 million Indonesians currently suffer from CKD, which is divided into three categories: mild, moderate, and severe.

Statin Mencegah Contrast Induced Nephropathy

Melanjutkan topik pembahasan mengenai contrast-induced nephropathy (CIN) yang merupakan kerusakan jaringan ginjal yang bersifat akut yang disebabkan oleh masuknya media kontras ke dalam tubuh (pembuluh darah), kali ini kita akan membahas salah satu tindakan pencegahan terjadinya kerusakan tersebut. Sampai detik ini pencegahan kerusakan ginjal akibat penyuntikan kontras masih menjadi tantangan bagi para klinisi khususnya dokter, perawat, dan petugas kesehatan lain. Sudah menjadi dilema karena kontras sangat diperlukan untuk tindakan diagnostik dan intervensi prosedur kardiovaskular dan neuroimaging. Melihat begitu besarnya manfaat penyuntikan kontras tersebut, maka diperlukan tindakan preoperatif yang bisa mencegah atau mengurangi kerusakan ginjal yang terlalu parah yaitu dengan suplementasi obat golongan statin.