Hasil Pencarian

Artikel


Hati-Hati! Jangan Sembarangan Konsumsi Vitamin D

Vitamin D adalah jenis vitamin larut lemak yang menjadi nutrisi bagi tubuh dalam memperkuat sistem imun. Konsumsi vitamin D atau suplemennya dipercaya mampu memelihara daya tahan tubuh dari ancaman Covid-19. Vitamin D dapat mudah didapatkan dari sinar matahari dan asupan makanan, seperti minyak ikan, kuning telur, dan ikan. Menurut Dr Jo Ann E. Manson, Profesor HARVARD dalam artikel berjudul: Vitamin D, Miracle Drug: is it Science, or just Talk? , mereka memperingatkan  agar lebih hati- hati dalam soal penambahan Vitamin D. Nutrisi yang mengandung vitamin D dosis tinggi tidak benar-benar membuat orang lebih sehat, penambahan VITAMIN D hanya ketika dalam kondisi kekurangan Vitamin D. 

Hubungan Erat Hipertensi dan Gagal Ginjal

Hipertensi adalah penyakit yang telah dinyatakan sebagai penyebab kerusakan seluruh organ tubuh, termasuk ginjal. Jadi jika ditanya, apa ada hubungan antara hipertensi dan gagal ginjal? Jawabnya: betul-betul sangat berhubungan. Hipertensi menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal kronis (GGK). Seiring berjalannya waktu, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah hingga ke seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah ginjal. Ginjal menjadi menebal dan kaku (atherosclerosis), sehingga suplai darah ke ginjal berkurang.

Kelebihan Vitamin C, Awas Terkena Batu Ginjal!

Vitamin C merupakan salah satu nutrisi penting bagi tubuh. Vitamin ini tergolong vitamin larut air yang memiliki berbagai kemanfaatan di tubuh kita. Vitamin ini juga dikenal dengan sebutan asam askorbat yang punya kemampuan untuk menetralkan berbagai radikal bebas di tubuh kita, sehingga masuk dalam golongan vitamin antioksidan.  Vitamin C menjadi digandrungi semua orang di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, mengingat perannya dalam menjaga imunitas tubuh yang dibutuhkan untuk beradaptasi secara baik dengan lingkungan yang utamanya saat pandemi ini. 

Mudah! Begini Cara Mengukur Tekanan Darah dengan Cepat

Tekanan darah adalah angka yang menunjukkan seberapa kuat jantung memompa darah dari arteri. Pengukuran tekanan darah dilakukan untuk mengecek tensi darah berada di angka normal ataukah tidak. Tekanan darah normal adalah 120 mmHg, atau ketika sistolik berada di angka 120 atau lebih rendah, sedangkan diastolik sama atau lebih rendah dari 80. Mengukur tekanan darah (hipertensi) umumnya dengan sfigmomanometer lengkap dengan komponen manset, alat pompa. Mansetnya (berukuran standar) dilingkarkan pada lengan atas dan kemudian diisi dengan udara yang cukup untuk menekan arteri. Suara denyutan yang terdengar pertama kali adalah tekanan darah sistolik, lalu saat suara denyut tidak terdengar lagi disebut tekanan darah diastolik.

Apakah Diabetes dan Hipertensi Berhubungan? Begini Faktanya

Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah (gula darah puasa 126 mm/dl, gula darah 2 jam pasca puasa 200 mg/dl). Menurut WHO, sekitar 422 juta orang di seluruh dunia tercatat telah menderita diabetes. Bahkan Indonesia urutan ke-5 dengan penderita diabates terbanyak di dunia (Riskesdas, 2021)  Insulin adalah hormon yang berperan dalam memproses glukosa dalam tubuh. Diabetes ditandai dengan berkurangnya insulin, sehingga tubuh tidak dapat memproses gula yang berasal dari makanan. Normalnya kadar gula darah dipertahankan pada tingkat stabil oleh hormon insulin, yang disekresi pankreas.