Bagaimana Sistem Imun tubuh bekerja?


Dalam hal pengetahuan bekerjanya mesin biologi tubuh, sebagian dari kita tidak mengetahui bagaimana jelasnya. Kalau toh ada yang mengetahuinya, itupun sifatnya hanya mendalam yang terbatas. Demikian pula dalam hal pengetahuan tentang bekerjanya sistem perlindungan tubuh oleh sistem kekebalan tubuh, itupun sama juga, tidak beda.  Memang ada yang bisa mendalami mekanisme sampai tingkat neurobiologi molekuler hingga dapat menemukan obat-obat canggih seperti anti IL-6, anti-monoclonal antibody, anti Thymosit Globulin dan sejenisnya yang super canggih. Namun semua itupun tetap diakui tahunya sedalam itu.

Dalam kaitan hirarki tingkatan kendali, maka sistem kekebalan tubuh manusia inilah jendralnya dalam melindungi tubuh dari zat paling berbahaya sekalipun, baik itu asalnya dari dalam sendiri maupun dari luar. Pada yang dari dalam yang harus direspon oleh sistem kekebalan tubuh seperti sel tubuh yang berubah, katakan saja sel tumor pada penyakit kanker atau sel autoantigen pada penyakit autoimun atau penyakit ginjal. Sedang yang dari serangan luar yang harus dihadapi diantaranya kuman, virus, jamur, parasit, atau yang lainnya. Jadi tidak hanya ancaman dari luar saja namun gangguan yang sifatnya dari dalam tubuh sendiri kalau itu dianggap mengancam tubuh maka semua itu akan ditundukan atau dilenyapkan oleh sistem imun tubuh.

Jika sistem kekebalan sedang berjalan baik, tubuh tidak akan merasakan apa-apa, sebut saja tubuh menjadi sehat. Namun, jika itu tidak bekerja dengan baik maka tubuh akan terasa sakit. Bentuk sakitnya bisa bermacam-macam, seperti ada yang sakit panas (dari sebab infeksi apapun, kanker, penyakit autoimun misalnya) atau sakit lainnya. Sederhananya, penyebab gangguan tersebut bisa dikarenakan sistem imunnya yang melemah atau pihak kuman yang sangat kuat hingga sangat membahayakan tubuh, bahkan bisa juga perpaduan campuran keduanya. Namun, apapun jenisnya, hasil akhirnya tetap sama, bahwa sistem imun tubuh akhirnya menjadi menang atau kalah. Itulah prinsip sekilasnya dari mekanisme kerja pertahanan tubuh kita.

Berdasar sistem kerjanya, sistem kekebalan tubuh yang meliputi berbagai organ, sel dan protein ini sesunggguhnya mereka bekerja sangat kompleks. Mekanisme kerjanya tidaklah sesederhana yang dipikirkan. Contoh, dalam menyempurnakan fungsi pertahanannya, sistem imun tubuh ini membutuhkan proses belajar untuk bisa menjadi pandai dan tangguh menghadapi segala zat berbahaya. Katakanlah kuman yang belum pernah dikenal oleh tubuh sebelumnya (contoh: severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 [SARS-CoV-2]), maka keberadaan kuman ini akan cenderung membuat tubuh sakit. Beberapa kuman hanya akan membuat sakit saat pertama kali bersentuhan dengannya. Ini termasuk penyakit masa kanak-kanak seperti cacar air. Setelah berhasil mengalahkan kuman tersebut, tubuh kita belajar cara melawan dan membentuk sistem pertahanan yang lebih kuat (dan lebih spesifik)  dan siap ketika berhadapan kembali  dengan kuman yang sama. Contoh lainnya, penyakit ginjal yang namanya penyakit membrane basal anti-glomerulus. Yang menjadi pangkal sumber masalah adalah kolagen IV yang distigma sebagai hal asing (antigen). Secara otomatis sistem imun tubuh teraktifkan dengan membentuk auto antibodi terhadap kolagen  IV, dan ketika sistem imun tak terkordinasi baik maka ginjal akan menjadi rusak dan gagal terminal

Secara garis besar sistem kekebalan tubuh memiliki beberapa tugas penting yaitu melawan kuman penyebab penyakit (patogen) seperti bakteri, virus, parasit atau jamur, dan mengeluarkannya dari tubuh, mengenali dan menetralisir zat berbahaya dari lingkungan, dan melawan perubahan penyebab penyakit dalam tubuh, seperti sel kanker. Karena tugasnya itulah sistem kekebalan menjadi aktif terhadapnya.

Sistem kekebalan dapat diaktifkan pula oleh banyak hal berbeda yang tidak dikenali oleh tubuh. Ini disebut antigen. Contoh antigen termasuk protein pada permukaan bakteri, jamur dan virus. Ketika antigen ini menempel pada reseptor khusus pada sel kekebalan (sel sistem kekebalan), seluruh rangkaian proses terpicu dalam tubuh. Setelah tubuh bersentuhan dengan kuman penyebab penyakit untuk pertama kalinya, biasanya tubuh menyimpan informasi tentang kuman dan cara melawannya. Kemudian, jika berhadapan dengan kuman lagi, ia langsung mengenali kuman dan dengan cepat dapat mulai melawannya lebih cepat.

Sel-sel tubuh kita sendiri juga memiliki protein di permukaannya. Tetapi protein itu biasanya tidak memicu sistem kekebalan untuk melawan sel. Namun terkadang sistem kekebalan tubuh secara keliru mengira bahwa sel-sel tubuh sendiri adalah sel-sel asing. Kemudian menyerang sel-sel sehat dan tidak berbahaya di dalam tubuh. Ini dikenal sebagai respons autoimun.

Bila dikelompokan, tubuh kita memiliki dua subsistem yang dikenal sebagai sistem kekebalan bawaan (non-spesifik) dan sistem kekebalan adaptif (spesifik). Kedua subsistem ini saling berkaitan secara erat dan bekerja sama setiap kali kuman atau zat berbahaya memicu respons imun.

Sistem kekebalan bawaan (inate) memberikan pertahanan umum terhadap kuman dan zat berbahaya, sehingga disebut juga sistem kekebalan non-spesifik. Sebagian besar sel-sel imun yang bekerja seperti sel-NK dan fagosit ("sel pemakan"). Tugas utama sistem imun bawaan adalah melawan zat dan kuman berbahaya yang umumnya masuk ke dalam tubuh, misalnya melalui kulit atau sistem pencernaan.

Sistem kekebalan adaptif (spesifik) berperan membuat antibodi dan menggunakannya secara khusus melawan kuman tertentu yang sebelumnya telah bersentuhan dengan tubuh. Sistem ini juga dikenal sebagai respons imun "didapat" (dipelajari) atau spesifik. Karena sistem kekebalan adaptif terus belajar dan beradaptasi, maka tubuh juga pasti dapat melawan bakteri atau virus yang berubah seiring berjalannya waktu.

Itulah sistem Imun tubuh bekerja dalam memproteksi tubuh sehingga terhindar dari gangguan baik dari luar maupun gangguan dari dalam sebagai hasil perubahan sel tubuh di luar kendali normal. Dengan mengetahui cara tersebut diharapkan dapat menyadari pentingnya merawat tubuh yang seharusnya sehat seiring berjalannya waktu kehidupan hingga menjadi senantiasa bertahan secara sejahtera sekalipun kita harus melampui era pandemi yang sangat terjal. []

Djoko Santoso
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Sumber gambar: 
https://www.merdeka.com/jateng/begini-cara-kerja-imun-tubuh-melawan-infeksi-virus-corona-dan-penyakit-lainnya-kln.html

Source:
Keywords:



Comments