Mengenal kaitan Diabetes dan ginjal: Penanganan Dampak awal Komplikasi Diabetes pada Organ Ginjal


Sebagaimana artikel sebelumnya, diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula (glukosa) dalam darah (gula darah puasa 126 mm/dl, gula darah 2 jam pasca puasa 200 mg/dl). Menurut WHO, tahun 1957 terdapat 120 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Tahun 2005 diperkirakan 300 juta penderita diabetes dengan tipe 2 sebesar 90 persen. Jika pankreas tidak menghasilkan insulin cukup, gula darah meningkat (dikenal sebagai diabetes Tipe 1 atau diabetes bergantung insulin). Jika pankreas menghasilkan insulin tetapi insulin tidak bekerja dengan tepat, maka gula darah juga meningkat (dikenal sebagai diabetes Tipe 2 atau diabetes tak bergantung insulin), namun apapun bila kedua bentuk tersebut tidak terkelola dengan baik maka keduanya tetap mengancam organ organ tubuh termasuk ginjal.

Berikut ini bahasan tentang bagaimana mengatasi diabetes dan dampak awal komplikasi dari diabetes pada organ ginjal agar ginjal terjaga secara optimal. 

Menangani diabetes dan dampak awal komplikasinya yang menyerang ginjal

  1. Secara umum mulailah dari diet dan olahraga sesuai kondisi personnya. Misal: perhatikan diet protein yang efisien mungkin (nikmati, imbangi, batasi) sehingga ginjal tidak terbebani. Untuk gagal ginjal kronis yang tahap lanjut misalnya diet proteinnya bisa ke 40 gram sehari. Bahkan garam pun dianjurkan hanya 4-6 gram per hari. 
  2. Dengan menggunakan agen hipoglikemik oral (yang khusus untuk kasus diabet yang dampaknya pada ginjal) untuk menurunkan gula darah yang tipe diabetes Tipe 2.
  3. Penggunaan injeksi insulin dibutuhkan untuk semua diabetes Tipe 1 dan diabetes Tipe 2 dengan kondisi klinis tertentu, dalam hal ini pada kebocoran protein di urin yang cenderung progresif dan atau kreatinin yang meningkat. Penentuan ini oleh dokter ahli yang berkompeten. 
  4. Tujuan yang ingin dicapai:
    1. Mencegah gula darah tinggi yang mencegah morbiditas dan mortalitas (mengancam nyawa). Sebagaimana diketahui bahwa tingginya gula darah dapat menyebabkan koma (tidak sadarkan diri). Sebelum era insulin, kasus ini sering fatal untuk diabetes Tipe 1.
    2. Menjaga kadar gula darah dalam rentang normal sesuai kemampuan daya saring ginjalnya. Pengendalian gula darah sesuai klinisnya akan mencegah progresivitas komplikasi organ ginjal yang diakibatkan diabetes Tipe 1 atau Tipe 2.
  5. Mengelola penyakit yang ada, misal juga ada hipertensi. Untuk itu pengelolaan nya menjadi two ini One. Artinya ya memperhatikan diabet nya sekaligus memperhatikan hipertensi nya. Contoh pemilihan obat darah tinggi nya harus jenis ACE inhibitor (lisininopril, captopril) pada kasus ginjal yg sudah bocor protein yg jenis macroabuminuria

 

Source:
Keywords