Mengintip Makanan yang Dapat Meningkatkan Tekanan Darah


Berbicara hipertensi, sungguh ini bukan sekadar naiknya tekanan darah saja tetapi lebih daripada itu. Hal ini juga melibatkan berbagai faktor, baik dari internal tubuh maupun dari faktor externalnya. Untuk faktor external dari tubuh, pada kesempatan ini sangat ditekankan pada faktor diet. Diet yang tidak sehat hanya akan menjadikan terganggunya tubuh termasuk munculnya hipertensi.

Maka dari itu peranan diet ini sungguh sangat strategis untuk diketahui dan dikuasai dalam  rangka mengelola hipertensi.Sebisa mungkin untuk mendapatkan diet sehat saja oleh karena ini merupakan salah satu cara paling efektif agar berhasil menurunkan prevalensi hipertensi. 

Selanjunya terkait diet dan hipertensi, sangat penting diketahui berikut ini: 

1. Garam/Natrium
Natrium atau umumnya dikenal dengan natrium merupakan salah satu zat makanan yang paling umum dalam meningkatkan tekanan darah utamanya dalam jangka pendek. Fakta di lapangan tampak bahwa sebagian besar asupan natrium ini justru berasal dari makanan cepat saji dan makanan cepat saji yang sudah diproses sebelumnya. Sebagaimana kita tahu bahwa makanan yang disajikan di restoran cepat saji itu sudah diproses dan dibekukan. Kemudian, untuk penyajiannya digoreng dengan minyak yang tinggi lemak. Lemaknya ini sering kali berupa lemak jenuh dan/atau lemak trans yang tentunya tidak baik untuk tekanan darah –selain juga ada kandungan kolesterolnya. Lebih celakanya lagi, saat makan masih dikombinasikan lagi dengan saus tomat, kecap, saus salad, saus barbekyu, saus steak, dan keju dimana kombinasi tersebut juga sama-sama mengandung banyak natrium. Alasan inilah yang membuat sebagian orang untuk tidak perlu terlalu khawatir dalam membumbui makanan dengan garam sepanjang tidak berlebihan bagi kelompok sehat. Kondisi ini mengacu pada salah satu laporan yang menyebutkan bahwa garam yang hanya menyumbang sebagian kecil dari asupan natrium di sebagian besar negara barat. Namun, patut diingat bahwa hal ini tidak berlaku pada mereka prehipertensi atau hipertensi, bahkan apalagi pada mereka dengan penyulit payah jantung, penyakit ginjal kronis atau stroke, misalnya. Dengan demikian untuk praktisnya tentang garam, berprinsiplah untuk senantiasa meminimalkan makan makanan dengan kandungan garam yang tinggi. Hal ini berlaku seandainya tidak mampu membatasi atau menghindari sama sekali asupan garam. Kandungan garam yang dimaksud termasuk juga yang berasal dari makanan yang diawetkan/diasinkan, biskuit, keripik, permen, kue kering, dendeng dan kacang-kacangan yang sudah diproses.  Untuk diketahui bahwa tujuan proses pengawetan menggunakan banyak garam itu sesungguhnya  dimaksudkan untuk membunuh bakteri. Namun apapun itu, patut untuk diingat, bahwa itu mungkin tampak seperti camilan yang lebih sehat karena merupakan sumber protein dan lemak sehat (pada kacang-kacangan tertentu), tetapi pada mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan sejenis seperti disebut di atas maka itu bisa menjadi berita buruk.  Maka dari itu yang aman kalau bisa membuat/memproses camilan dibuat sendiri dan menambahkan rempah-rempah (bebas garam) ke dalamnya sendiri.

2. Makanan yang mengandung kafein
Stimulan tekanan darah tinggi selain garam adalah kafein dalam kopi atau dalam  teh, minuman energi, dan soda serta sejenisnya. Kafein disebutkan juga dapat meningkatkan tekanan darah, karena dapat meningkatkan detak jantung dan curah jantung.  Orang dengan hipertensi harus membatasi asupan kafein ini. Jika Anda seorang pecinta kopi, cobalah beralih ke kopi setengah caff, atau kopi tanpa kafein jika Anda tidak bisa menyerah sepenuhnya. Ada juga teh bebas kafein yang tersedia dan varietas teh tertentu memiliki jumlah kafein yang sangat rendah secara alami.

3. Alkohol
Stimulan hipertensi yang lainnya dan tak kalah pentingnya adalah alkohol. Alkohol dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah jangka pendek dan jangka panjang, bahkan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang, apalagi jika sifatnya terus menerus mengonsumsi zat tersebut dalam jumlah banyak.Sejumlah kecil alkohol telah ditemukan untuk menurunkan tekanan darah, tetapi minum terlalu banyak dapat meningkatkannya. Minum lebih dari tiga sloki  sekaligus dapat meningkatkan tekanan darah dan kebiasaan minum tersebut dapat menyebabkan masalah tekanan darah yang berkepanjangan. 

Dengan pertimbangan tersebut maka pada mereka dengan status sehat selalu lah mempertahankan pola hidup sehat termasuk gunakan asupan makanan tinggi serat, rendah garam dan rendah kalori dan lemak. Sementara pada mereka yang mengalami pre atau hipertensi maka ketika tekanan darah sudah membaik, sebaiknya memodifikasi  pola makan sebelumnya menjadi pola makan yang termodifikasi dengan ditunjang  kebiasaan olahraga sesuai kapasitas fisiknya. Memang beralih dari tekanan darah tinggi ke tekanan darah yang sehat biasanya diakui lebih menantang dan membutuhkan lebih banyak pengorbanan daripada proses menjaga tekanan darah yang sehat semata. Meskipun dapat menikmati lebih banyak kebebasan dan lebih longgar  dengan gaya hidup setelah mencapai status yang lebih sehat, maka tetaplah bijak dengan gaya hidup yang termodifikasi proporsional. Ingat bahwa pola hidup sebelumnya justru kemungkinan merupakan faktor utama untuk mengembangkan tekanan darah tinggi lagi ketika gagal memodifikasi. Kembali ke pola makan dan kebiasaan olahraga lama justru hanya akan mengembalikan tubuh ke jalur kesehatan yang buruk, jadi masuk akal untuk memodifikasi  gaya hidup sehat proporsional setelah mampu menurunkan tekanan darah, meskipun ini mungkin memerlukan sedikit usaha dan pengorbanan daripada yang dibutuhkan untuk mencapainya. Semoga! []

 

Sumber gambar: merdeka.com

Djoko Santoso
Guru Besar Kedokteran Universitas Airlangga
Ketua Badan Kesehatan MUI Provinsi Jatim

Source:
Keywords:



Comments