Sakit Ginjal Karena Meremehkan Batuk pada Anak


Pernahkan si kecil tercinta mengalami batuk dan sakit tenggorokan yang berulang? Jika pernah maka sebagai orang tua Anda harus lebih berhati-hati. Batuk memang sering dialami si kecil tiap harinya dan terkadang orang tua menganggapnya sepele dan hanya mengabaikannya. Sering kali batuk tersebut dikira hanya disebabkan karena terlalu banyak jajan es, minuman dingin  maupun gorengan di sekolah. Namun sepertinya orang tua harus mulai lebih berhati-hati, karena jika abai dalam menangani batuk pada anak, maka suatu saat akan berpotensi sakit ginjal di kemudian hari.

Batuk dan nyeri tenggorokan adalah salah satu gejala khas dari infeksi saluran pernafasan akut atau yang dikenal dengan istilah ISPA. Gejala lainnya dapat berupa pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, nyeri kepala, dan demam yang memburuk pada malam hari. Selain itu gejala seperti nafsu makan yang turun, menjadi rewel, dan si kecil yang awalnya aktif menjadi lesu kerap kali dijumpai para orang tua sobat Rumah Ginjal. Perlu diketahui bahwa ISPA paling sering disebabkan oleh virus seperti Rhinovirus, Parainfluenza virus, dan Coronavirus (termasuk COVID-19). Namun tak jarang pula ISPA disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus, dan Staphylococcus.

Bakteri Streptococcus pyogenes (Grup A) merupakan salah satu bakteri yang sangat ditakuti karena protein dari bakteri yang bisa sangat mematikan, dan menjadi cikal bakal dari penyakit ginjal yang bisa diderita si kecil. Ketika bakteri ini menyerang saluran nafas dan tenggorokan, maka ia akan beranak pinak di daerah dekat tenggorokan yang disebut tonsil dan faring. Bakteri tersebut merusak jaringan di tubuh manusia dan kerusakan ini yang menyebabkan gejala nyeri tenggorokan dan batuk. Tubuh kita membuat respon pertahanan yang mampu membunuh bakteri tersebut. Pertama-tama dikenali lalu dihancurkan, begitulah cara kerja sistem imun di tubuh kita dalam melawan patogen yang masuk. 

Kehebatan dari bakteri ini adalah ia memiliki protein yang disebut protein M yang sangat menyerupai sel ginjal dan jantung di tubuh manusia. Hal inilah yang disebut sebagai “antigen mimikri”. Seperti yang kita ketahui bunglon memiliki kemampuan mimikri atau menyamakan warna kulitnya seperti warna lingkungannya, dan hal tersebut juga dimiliki bakteri Streptococcus yang menyamakan dirinya dengan jaringan tubuh manusia. Akibatnya sistem imun yang telah mengenal protein M ini untuk dihancurkan, justru malah menghancurkan sel ginjal kita tersayang. Oleh karena itu, infeksi bakteri ini bisa justru berakibat fatal hinggal mengalami kencing berdarah hingga kerusakan ginjal permanen.

Oleh karena itu layaknya orang tua lebih serius dalam menghadapi batuk yang terjadi pada anaknya. Khususnya gejala batuk dengan  ciri-ciri (1) suhu tubuh sampai lebih dari 38 celsius, (2) tidak sembuh-sembuh hingga lebih dari 5 hari, dan (3) pembengkakan pada leher. Ketiga gejala tersebut, adalah gejala khas yang membedakan infeksi bakteri pada saluran nafas. Segera bawa anak Anda ke dokter bila didapati keluhan tersebut. Selain itu bila diberi antibiotik, sudah seharusnya diminum sesuai aturan pakai dan habis. Sebab ketidakpatuhan meminum obat dapat menyebabkan bakteri tersebut belum musnah sepenuhnya dan dapat menyebabkan kekambuhan. 

Jadi sobat ginjal mari waspada agar ginjal kita dan anak kita terselamatkan. []

Sumber gambar: https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/penyakit-pada-anak/penyakit-ginjal-pada-anak/



Comments