#Kesehatan


Tewasnya Tiga Teknisi Sukhoi

Rumah Ginjal - KASUS tewasnya tiga teknisi pesawat Sukhoi asal Rusia di Makassar awal pekan lalu (13/9/2010) menjadi berita besar. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, hasil otopsi menunjukkan bawah tiga korban itu meninggal karena keracunan methyl alcohol atau metanol (17/9/2010).

Hepatitis C Virus Infection in Hemodialysis Patients: Comparison of The Surabaya Dialysis Center and Juntendo University Hospital Dialysis Centre

Rumah Ginjal - Abstract Hepatitis C virus infection is highly prevalence in chronic hemodialysis (HD) patients. The present study will compare prevalence of HCV positive population in difference countries where there are great contrasts in and diversity of care available to patients who have end stage renal disease. All serum samples of the 100 patients were tested for HCV antibodies, using third-generation enzyme immunoassay. The prevalence of anti-HCV was correlated with a history of blood transfusion and with duration of hemodialysis. HCV prevalences were 88% of Surabaya group and 6% of Juntendo Group, respectively.

Buku: Orang Miskin Boleh sehat

Salah satu masalah berat pelayanan kesehatan adalah seringnya orang-orang miskin menerima pelayanan kelas dua, bahkan amat buruk. Tetapi kecenderungan demikian itu sebenarnya tidak aneh. Kalau kita menengok sejarah bagaimana kedokteran menjadi bisnis besar di Amerika serikat. Dalam buku ini Penulis memaparkan berbagai ketidakberdayaan dalam layanan kesehatan Indonesia. Ia antara lain mengatakan, dalam banyak hal sistem layanan kesehatan di AS yang liberal pun masih lebih manusiawi ketimbang yang terjadi di Indonesia.

Krisis Ekonomi dan Ancaman Penyakit Kronis

Rumah Ginjal - IMBAS krisis finansial terhadap Indonesia tergolong lama. Krisis moneter pada awal 1990-an menjadi krisis ekonomi yang hebat di Indonesia, sampai berujung pada krisis politik yang berakhir dengan mundurnya pemerintahan Presiden Soeharto pada 1998 dan membutuhkan recovery cukup lama.

Terjerat Pemakaian Obat Irasional

Rumah Ginjal - HARGA obat di Indonesia tergolong paling mahal di dunia. Kenapa? Sebab, sebagai pasar obat terbesar keempat di dunia, kita tidak memproteksi harga obat dan masih lebih banyak menggunakan bahan baku impor. Sementara itu, obat paten yang beredar lebih banyak diproduksi di luar negeri, khususnya negara-negara maju yang upah minimum regional (UMR) buruhnya pasti jauh lebih mahal ketimbang di sini. Tiga pasar besar, yakni Amerika Serikat, Tiongkok, dan India, melakukan itu.